Dewan Soroti UU Cipta Kerja, Dinilai Mengancam Resiko Pengangguran



Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Pengesahan Undang-undang Cipta Kerja atau omnibus law telah diketuk DPR RI disinyalir munculkan beragam dampak yang merugikan masyarakat terutama pekerja buruh dan lainnya. Di Lombok Barat misalnya, perihal ini dikhawatirkan dan dinilai kuat akan melemahkan peluang kerja bagi para tenaga lokal sendiri. Demikian disampaikan Ketua Komisi DPR Lombok Barat H. Jumarti saat dikonfirmasi media ini.

"Pengesahan RUU tersebut  akan berdampak besar bagi masyarakat utamanya kaum buruh," tegasnya.

Kalau kemudian setelah di sahkannya UU ini, jangan salahkan rakyat menuntut agar bisa dirunut kembali. Sejatinya sektor ketenagakerjaan yang mestinya  oleh orang Indonesia sendiri yang bekerja, bukan sebaliknya.

"Masalah kemampuan dan kompotensi, saya rasa orang kita juga bisa kenapa mesti datangkan tenaga impor," protesnya.

Diyakininya, kemampuan orang lokal di Indonesia ini  sudah kuat dan bisa dari segi sektor apapun. Hanya saja jika terjadi kekurangan dan kelemahan tinggal dibekali pelatihan dan pembinaan untuk mengasah dan meningkatkan skil rakyatnya sendiri.

"Pemerintah pusat bisa memberikan pelatihan pendidikan untuk kekuatan SDM kita," ujarnya.

Secara pribadi dirinya tidak setuju dengan UU ini. Sebab sejauh ini masih terdapat poin-poin yang memastikan buruh tak lagi mendapatkan hak-hak sesuai UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

"Keputusan terakhir kan bukan lagi rancangan melainkan pengesahan yang sudah ditetapkan. Saya tidak setuju dengan UU Cipta Kerja ini," papar  dia.

Jika pengesahan ini sudah mulai diketuk dan otomatis harus diberlakukan. Dan kita mau bilang apalagi. Bahkan lanjut dia, akan sangat berdampak dan beresiko meningkatkan tingginya angka pengangguran seperti di Lombok Barat. Sebelum dijalankan UU Cipta Kerja ini dampak pengangguran sudah terasa tinggi terlebih kedepan akan lebih mengancam resiko tingginya pengangguran kita.

"Jangankan yang SMP, SMA, yang Sarjana saja sekarang banyak pengangguran dan akan tambah parah resiko pengangguran nantinya," tukasnya.

Menurutnya, pengaruh dari pada UU Cipta Kerja ini dikhawatirkan dapat mengancam lemahnya ekonomi secara global di negara kita. Jangan sampai Indonesia ini kembali menghadapi situasi ekonomi terpuruk. Apalagi kondisi saat ini sudah oleng  ditambah hantaman corona.

"Pemerintah dan DPR  RI janganlah  justru akan menjauhkan cita cita untuk  kesejahteraan rakyat sendiri," pungkasnya. (Ikhw@N)
Download
Dewan Soroti UU Cipta Kerja, Dinilai Mengancam Resiko Pengangguran

0 Response to "Dewan Soroti UU Cipta Kerja, Dinilai Mengancam Resiko Pengangguran "

Posting Komentar