Sampah Sungai Di Tengah Kota, Bau, Jorok dan Kotor, Warga Pertanyakan Peran Pemerintah



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Potret buram di Kawasan Kota Gerung Kelurahan Dasan Geres dipenuhi hamparan sampah beraroma tak sedap. Pemandangan tak lazim di
sekirar 300 meter dari bantaran sungai tersebut, dikisahkan warga setempat telah berjalan sejak lama dan kerap berulang dari tahun ke tahun.

Kesaksian warga terkait hal ini, bukan tidak diketahui oleh Pemerintah Daerah, namun demikian peran dan eksekusi stakeholder setempat, menjadi penantian yang membosankan bagi warga sekitar akibat tidak terhiraukan.

Meminimalisir kondisi ini, Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) Beleq Lapan Dasan Geres Timur bersama masyarakat yang bermukim disekitar sungai Dodokan ini merasa terpanggil. Mereka secara bersamaan bergotong royong bahu membahu bersihkan seisi sampah yang memenuhi bantaran sungai yang ada.

Ketua KMPS Beleq Lapan Dasan Geres Tengah Azmil mengemukakan, Berawal dari gerakan kebersihan sekarang ini karena merasa prihatin, merasa terpanggil dengan keluhan masyarakat yang ada. Selain itu ingin merubah imets sungai dodokan ini bukan lagi sungai yang dulu banyak dikeluh kesahkan terutama orang luar yang kebetulan datang dan bersilaturrahmi di lingkungan kita.

"Kebanyakan dari orang luar yang datang mengeluhkan bau sampah dan sungainya jorok dan kotor," ungkapnya.

Menurutnya, kelompok yang dinakhodainya dari kaum muda ini baru terbentuk sejak dua hari yang lalu. Hal ini menjadi target yakni menyangkut kebersihan dan penataan kawasan sungai. Namun tujuan dari KMPS itu sendiri kata dia dimulai dengan normalisasi sungai itu dulu.

"Jika kondisi sungai sudah besih, sudah nyaman maka, selanjutnya akan digagas agenda dan program programnya," kata Azmil.

Prinsipnya kita fokus dengan kebersihan sampahnya dulu. Sekitar bulan pertama dan kedua nanti kita bersihkan secara menyeluruh supaya semuanya terjaga keberadaannya. Kedepannya akan ada pemberdayaan lain tapi untuk sekarang kita eksen pertama nya dengan melakukan normalisasi dulu.

"Karena agenda pertama kita, sekalugus nantinya kami ingin merubah manset masyarakat agar sadar tentang kebersihan," papar dia.

Persoalan sampah ini menjadi sebuah dilema juga. Meski masyarakat sendiri sudah dingatkan oleh kaling dan pemerintah terkait namun kesadaran ini tidak serta merta kelemahannya di masyarakat sebab dafi pemerintah sendiri tidak menfasilitasi tempat pembuangan sampah itu sendiri.

"Karena disini tidak ada TPS masalahnya. Pertanyaanya pemerintah dimana,  fasilitasi donk masyarakat kami," kesalnya.

Bayangkan saja jelas Azmil,  'banjir' sampah di sungai tersebut sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Namun tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengatasinya.

"Sudah sejak dulu seperti ini. Tidak ada tindakan apapun," ungkapnya.

Sebenarnya masalah ini kalau sudah terekspos oleh pemerintah pasti ada penanganan yang solutif. Jika dilihat  sekarang sepertinya sudah dilihat oleh pemerintah dan mulai menangkap kondisi sungai ini.

"Yang kami tangkap sepertinya ada sinyalemen baik setelah disini sudah ada akses jembatan layang penghubung," terangnya.

Harapannya pemerintah jangan buang perhatian pada masyarakatnya sendiri. Paling tidak ada kontribusinya bagaimana kemudian sungai ini yang sejatinya memberikan fungsi untuk kehidupan bukan malah sebaliknya.

"Kami meminta agar sungai Dodokan ini fasilitasi taludnya mungkin atau dengan bronjong. Lucu juga sih kalau masyarakat di tengah Kota malah tidak diperhatikan," sentil dia.

Dulu sungai ini bersih, sebagai kearifan lokal, anak anak disini senang bermandi dan bermain main, tidak seperti kondisinya saat ini," pungkasnya.
Anggota DPRD Lombok Barat Lalu Irwan Politisi  Gerindra 

Sementara Anggota DPRD Lombok Barat Lalu Irwan mengatakan, secara pribadi merasa bersyukur bahwa kaum muda yang tergabung dalam KMPS ini bisa terbentuk. Ketika mereka bekerja dan peduli dengan keberadaan sungai, kedepan terlebih mereka mempunyai visi misi dengan agenda dan program yang berbeda tentang penanganan sampah, tentu dalam hal ini kita dukung dengan sarana dan prasarananya. Kita siap mendukung perjuangannya adek adek di KMPS ini misalnya dengan Roda Tiga, Gerobak dan lainnya.

"Kebetulan saya sudah berkoordinasi dengan DLH dan akan stanby dan akan menyesuaikan jadwal kemudian petugas sampah akan masuk disini," ujarnya.

Selain itu, untuk mempercepat proses penanganan ini kata Lalu Irwan, sudah mempunyai pengadaan mobil sampah satu dan siap ready. Tetapi permasalahan kita disini ada dua yang pertama Sarpras dan yang ke dua bagaimana merubah manset dari masyarakat, yang biasa membuang sampah di sungai nanti akan diberikan edukasi.

"Kami siap untuk memberikan penyuluhan," tegas dia.

Mengenai masalah infrastruktur menjadi sorotan kita, sebab selama ini Pemda hanya memberikan penangan dibagian Barat nya saja yang biasa dilewati oleh pemerintah. Tetapi dari segi lain, sungai Dodokan yang terletak di Dasan Gers Tengah sangat jorok dan tidak terurus.

Harapan kami ke depan ada turun pemerintah bisa memberikan program infrastruktur. Apakah itu bronjong atau taludnya. (Ikhw@N)
Download
Sampah Sungai Di Tengah Kota, Bau, Jorok dan Kotor, Warga Pertanyakan Peran Pemerintah

0 Response to "Sampah Sungai Di Tengah Kota, Bau, Jorok dan Kotor, Warga Pertanyakan Peran Pemerintah "

Posting Komentar