Ratusan Warga Desa Lembuak Kawal Persidangan, Pertahankan Aset Desa

Masyarakat Desa Lembuak Ikut Mengawal Proses Persidangan Sengketa di PN Mataram. Mereka Siap Berjuang Mempertahankan Aset Desa Sampai Titik Darah Penghabisan. Aset Desa Ini Digugat Oleh Warga Mengaku Ahli Waris

Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Sengkarut lahan aset desa Lembuak vs oknum yang klaim sebagai ahli waris terus bergulir. Aset yang kini tengah digugat dan sedang proses ranah hukum ini, mendapat dukungan penuh dari warga setempat. Bahkan, warga Desa Lembuak Kecamatan Narmada tersebut, mengaku siap berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan aset yang dimaksud.
Bentuk dukungan, ratusan masyarakat
ikut mengawal persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

Warga setempat, Husni Arbain mengatakan, sebagai bentuk support dan dukungannya, ia bersama ratusan warga lainnya datang mengawal proses persidangan soal aset ini. Yang jelas, dukungan kita sekarang yaitu karena
terpanggil dari hati dan bjkan paksaan.
Tanah ini jelas dia secara turun temurun diketahui khalayak banyak bahwa, lahan ini milik desa bukan milik ahli waris.

“Karena bagamanapun harus dipertahankan, kami bersama warga siap mempertahankan sampai titik darah penghabisan. Kami akan upayakan ikut proses persidangan,”tegas dia. 

Perwakilan BPD Lembuak, Budi menegaskan, wujud dan upaya gerakan masyarakat mendatangi proses hukum di pengadilan ini yakni salahsatu aksi dukungan untuk memberikan dukungan moril dalam rangka
mempertahankan aset desa yang digugat warga di pengadilan.

“Antusias warga yang datang adalah terpanggil dari hati dan tidak ada paksaan dari siapapun. Semuanya murni 100 persen atas kesadaran sendiri membela dan mempertahankan aset desa. karena warga tahu bahwa tanah ini dari turun-temurun tanah ini sudah dikuasai oleh desa,” katanya.

Bahkan begitu besarnya dukungan warga, mereka siap mengawal dan membpertahankan aset ini sampai titik darah penghabisan agar kembali ke desa.  Sehingga bagaimanapun upaya dan caranya  warga akan mempertahankan aset ini, bahkan mengaku siap pasang badan.

“100 persen kami siap pasang badan dari awal sampai akhir nanti,” tegas dia.

Untuk mempertahankan aset ini, ratusan warga pun ikut berdatangan menghadiri sidang di PN Mataram. Dimana sidang ke empat tersebut dengan agenda esepsi jawaban dari tergugat. Lalu minggu depan rencananya sidang tanggapan dari penguggat. Terkait koordinasi dengan pemda, pihak warga  tetap berkomunikasi. Bahkan mulai aksi penyegelan kantor desa yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh warga, sampai warga membuka segel tersebut. 

Kepala Dusun Gondawari Desa Lembuak, Rahmad Andayani mengatakan, terkait dengan sengkarut aset ini diketahui masyarakat banyak dan mengaku kalau kepemilikan lahan tersebut bukan milik pereorangan apa lagi sampai diklaim.

"Kami harus antusias mempertahankan aset desa ini. Karena aset ini sudah dikuasai desa sebelum tahun 1957 silam," ujarnya.

Ia selaku kadus pun mengajak semua masyarakat untuk bersama mempertahankan hak desa dan warga ini. Prinsipnya dalam hal aset ini, warga siap membantu pemda mengamankan aset- aset daerah setempat.

Ketua tim penyelamatan aset Desa Lembuak, H Sabirin mengatakan besarnya antusias warga mempertahankan aset desa ini karena murni mereka ingin menyalamatkan aset desa yang menjadi hak masyarakat. Sebab kalau dibiarkan,  dikhawatirkan aset-aset desa yang lain akan bernasib sama yakni dicaplok oleh oknum tak bertanggung jawab. Karena itu, ia pun mengajak semua warga untuk bersama mempertahankan aset yang sudah 63 tahun dikuasai.

“Saat ini sedang digugat, kita menghargai itu tapi kewajiban kita untuk turut andil mempertahankannya,” tegas dia.

Ia membeberkan bukti bahwa lahan seluas itu menjadi milik desa, yakni buku induk. Dimana dalam buku itu tercatat tentang aset desa. Tanah ini jelas dia tercatat sebagai tanah pengusungan. Lengkap dengan nomor pipil dan luasnya. Pihaknya pun sudah membeberkan bukti-bukti ini ke penyidik. Dulu lahan ini luasnya 15 are, namun karena dipakai untuk perluasan jalan sehingga berkurang menjadi 13 are. Dulu sekitar tahun 1965 lahan ini sebagai pecatu juru tulis, sebelum ada jabatan sekretaris Desa. Saat itu yang menjadi juru tulis adalah mertuanya sendiri, sehingga tahu persis silsilah lahan ini.

"Sejak tahun 1985 lalu berubah nama juru tulis menjadi sekdes. Karena dulu sekdes tidak punya gaji, maka hasil lahan ini menjadi pesangonnya,' terang dia.

Namun lahan ini kata H. Sabirin, tetap dibawah penguasaan desa. selanjutnya kebijakan Sekdes diangkat menjadi ASN, sehingga tanah pecatu ini kembali menjadi kas desa yang dikelola oleh desa. Belakangan tahun 2020 lahan ini digugat oleh warga. Menurut dia, dokumen kepemilikan lahan yang dipegang oknum penggugat inipun janggal, baik itu pipilnya, batas dan lain-lain. (Ikhw@N)
Download
Ratusan Warga Desa Lembuak Kawal Persidangan, Pertahankan Aset Desa

0 Response to "Ratusan Warga Desa Lembuak Kawal Persidangan, Pertahankan Aset Desa"

Posting Komentar