Lama Tak Berkontribusi, Pemda Mulai Tarik Sewa Lahan Kampus STIE AMM dan Bank NTB


Kepala BPKAD Lombok Barat Fauzan Husniadi

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram akhirnya setuju menyewa lahan Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang ditempati sejak 1986. Setelah pertemuan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar di kantor Aset Lobar, 3/9/20. Selain STIE AMM, BPKAD juga menarik sewa dari aset lahan yang dipakai oleh kantor cabang Bank NTB di beberapa lokasi. 

“Dengan data SK di kami terkait pinjam pakai, mereka siap melakukan menyewa. beberapa hari kedepan kami memasang plang di sana bahwa lahan itu milik pemkab Lobar,” ungkap Kepala BPKAD Lobar, H Fauza Husniadi seusai pertemuan.

Memang diakuinya, sebelumnya ada balasan surat dari AMM yang akan membayar sewa ketika kondisi uang membaik. Namun pihaknya tetap saja menyampaikan jika pinjam pakai lahan 17 are itu ada batas waktunya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 7 tahun 2007 dan Permendagri 11 tahun 2011 bahwa pinjam pakai itu batas waktunya hanya 5 tahun.

"Itu diakui dan mereka siap membayar,” jelasnya.

Terkait besaran pembayaran sewa itu, Fauzan mengatakan akan mengikuti hasil tim appraisal independen. Hal itupun sudah disampaikan kepada pihak AMM. Namun pihak AMM meminta keringanan untuk pembayaran sewa agar tidak dihitung dari tahun 1986.

“Saya sampaikan ke mereka, apa yang menjadi keinginan mereka untuk disampaikan saja. tapi yang jelas kajian besarannya itu dari tim Apprasial, bukan dari kami,” ungkapnya.

Menurutnya jika melihat administrasi, SK pinjam pakai terdahulu itu dianggap cacat hukum. Karena perbedaan nama lembaga saat itu dengan yang sekarang sudah berubah menjadi STIE. Disamping tidak ada kewajiban yang dilaksanakan selama pinjam pakai itu. Pihaknya pun akan segera membatalkan SK itu dengan penerbitan SK pembatalan. Baru setelah itu, menerbitkan perjanjian sewa menyewa atas lahan itu kepada pihak AMM. Dimana sesuai regulasi sewa pinjam pakai itu akan dikenakan selama 5 tahun dan bisa diperpanjang. Serta segera memasang plang aset di lahan itu sebagai pengamanan.

“Mungkin Senin atau Selasa (pekan depan) kita akan pasang plang disana dan satu dua hari kami akan batalkan SK itu,” bebernya.

Selain AMM, di hari itu juga BPKAD melakukan pertemuan juga dengan pihak Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dan Bank NTB Syariah. Berkaitan dengan lahan pinjam pakai yang belum disetorkan sewanya juga. Atas lahan seluas sekitar 50 are di Gunungsari untuk UNDIKMA. Serta lahan 4 are di Lembuak Narmada dan Tanjung KLU sekitar 9 are.

“Mereka sudah berkomitmen untuk menyewa disana dan tadi perhitunhannya juga sama yang kami berlakukan pada AMM. Appraisal yang menentukan nantinya,”

Penarikan sewa itupun akan dilakukan pada tahun ini. Sehingga diharapkan bisa menjadi sumber pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Keluar hasil appraisal terus penerikannya tahun ini. Segera,” tegasnya. (Ikhw@N)
Download
Lama Tak Berkontribusi, Pemda Mulai Tarik Sewa Lahan Kampus STIE AMM dan Bank NTB

0 Response to "Lama Tak Berkontribusi, Pemda Mulai Tarik Sewa Lahan Kampus STIE AMM dan Bank NTB "

Posting Komentar