Klarifikasi Pernyataan Warga, Pihak Klinik Pratama Tunjukan Bukti Kepemilikan Ijin dan Amdal



Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Menjawab tudingan warga, Pimpinan
Perusahaan PT Buana Medika Lombok gelar mediasi karifikasi terkait pernyataan warga terhadap pemberitaan di media online kemarin. Dalam mediasi tersebut, diungkap legalitas pembangunan Medika Pratama di desa Babussalam sesuai syarat dan prosedur. Pertemuan yang melibatkan unsur Pemerintahan Desa dengan sejumlah perangkat Kadus, Kepala Desa, Tokoh Pemuda dan Masyarakat, serta awak media, Pol PP, Babinsa dan unsur lainnya. Akhir dari Klarifikasi itu, sukses terlaksana dengan kesimpulan pembangunan Klinik Diteruskan.

Pimpinan PT. Karena Buana Medika Lombok Made Diata mengemukakan,  statemen warga dan LSM melalui media Online yang terpublis kemarin itu menurutnya tidak benar.  Seperti pembangunan klinik tak pernah melibatkan warga misalnya, itu sudah dilakukan melalui perangkat Kadus Desa setempat dan itu banyak sekali mendapat persetujuan dari warga.

"Terkait informasi atau keterlibatan warga setempat sudah disampaikan niat programnya pada sejumlah Kadus sebagai ujung tombak pemerintahan," terangnya. .

Selain itu, pembangunan klinik yang dikatakan menyalahi tata ruang dikarenakan kawasan lahan produktif lanjut dia, unsur mekanisme dari pada pembangunan tersebut, telah terpenuhi sesuai regulasi. Klinik Pratama yang di bangun bersama keluarga sebutnya,  dimana segenap syarat utama dan regulasinya telah terpenuhi.

"Untuk mendapatkan persyaratan harus dengan dasar PT. Selain itu, pembangunan ini sudah dijalankan menurut prosedural," jelas Made.

Selanjutnya pihaknya mempersiapkan segala hal setelah ada sinyalemen soal nya Ijin Membangun (IMB) dari Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Pelayanan Satu Pintu Lobar.

"Soal kelengkapan IMB sudah siap dan lengkap adanya, sehingga kami berani membangun,"  terangnya.

Sebagai syarat utama dalam  pembangunan Klinik ungkap Made, masalah Amdal semuanya sudah lengkap. Kemudian Ho semua dapat rekom dan ijin dari tetangga terdekat. Selebihnya Desa Babussalam diakuinya lahan produktif sesuai prosedural pihaknya terlebih dahulu meminta ijin dari instansi terkait dan itu sudah terpenuhi.

"Ijin peralihan dari instansi terkait dan semuanya sudah terpenuhi. Saya berbicara menggunakan dasar surat," tegasnya.

Mengenai rencana dan komitmen Klinik Pratama ini jelasnya, sudah barang tentu akan berkontribusi banyak bagi masyarakat. Segala kebutuhan karyawannya akan mengakomodir warga setempat dan kebutuhan lainnya. Terlebih yang menjadi prioritas adalah bahwa, Klinik Pratama akan memprioritaskan warga Babussalam dalam pelayanan kesehatan dengan kartu BPJS.

"Intinya, asas manfaat dari klinik yang di bangun, banyak memberikan kontribusi, baik itu serapan tenaga kerja seperti klining servise, tukang kebun, satpam terutama pelayanan BPJS bagi masyarakat setempat," tegas dia.

Klinik ini untuk pelayanan umum dan barang pasti  akan memprioritaskan untuk masyarakat yang memiliki BPJS terlebih dalam kondisi ditengah pandemi covid ini, dapat membantu dan memudahkan lelayanan masyarakat.

"Apa lagi sekarang, masyarakat takut ke rumah sakit karena persoalan pandemi," ucapnya.

Sementara, Kades Babussalam M. Zaini mengatakan, apa yang pernah dipertanyakan adalah bukanlah sebuah dari persoalan melainkan bagian dari silaturrahmi untuk saling mengingtkan.
Jika dulu diakuinya bahwa ada statemen di media, tetapi itu bukan bahasa penolakan tetapi itu mempertahankan sawah ketika awal menjadi Kades.

"Ketika terkait Tata Ruang yang keluar terbaru ini yakni, Desa Babussalam menjadi perluasan kota Gerung. Sehingga disimpulkan dari isi pemberitaan di media yaitu, ada kelemahan kita yang harus perkuat seperti sosialisasi," ujarnya.

Menurutnya, yang belum ketemu saat ini adalah cara pandang kita yang berbeda. Karena oad prinsipnya, satu hal yang menjadi mimpi kita di Babussalam ini adalah bagaimana Babussalam ini menjadi pusat pemberdayaan warga. Berdaya secara kesehatan, untuk itu salah satu daya dukung tentang itu, paling tidak harus ada Klinik kesehatan seperti yang akan di bangun saat ini.

"untuk urusan pembangunan klinik, Desa hanya rekomendasi permohonan pihak PT. saja dan harus didukung apa lagi menyangkut kepentingan masyarakat," ujarnya.

Kadus Lamoke Jaya Najib Fadli menyebutkan, sebelum rencana pembangun Klinik ini dilaksanakan, dirinya mengakui sudah berjalan dengan masyarakat untuk menerangkan perihal adanya perihal tersebut. Hanya saja pemberitahuan ini tidak dengan formal melainkan sebarkan dengan lisan.

"Setiap kali ada moment, ada pertemuan hingga dengan silaturrahmi untuk pun saya kasih tahu warga yang ada. Etinya pemberitahuan ini kan bagian dari sosialisasi," jelasnya.

Banyak yang kita informasikan, mereka suppot dan mendukung adanya Klinik di Desa Babussalam.

"Misalkan kalau ada yang tidk setuju karena tidak faham dengan asas manfaatnya. Pun kalau ada yaah cuma segelintir orang saja," imbuh dia.

Menurutnya, tidak benar kalau ada yang bilang kami tidk melibatkan warga, masalahnya pembangunan ini kepentingannya untuk kemaslahatan.

"Saya rasa, jika tujuannya baik, kenapa tidak, tinggal kita bijaksana sakalah," tutupnya. (Ikhw@N)
Download
Klarifikasi Pernyataan Warga, Pihak Klinik Pratama Tunjukan Bukti Kepemilikan Ijin dan Amdal

0 Response to "Klarifikasi Pernyataan Warga, Pihak Klinik Pratama Tunjukan Bukti Kepemilikan Ijin dan Amdal "

Posting Komentar