Era New Normal, SMPN 2 Ekspose Rencana Pembelajaran Tatap Muka


Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Pihak SMPN 2 Lingsar Kabupaten Lombok Barat berencana membuka kembali belajar tatap muka di tengah pandemi. Sesuai harapan bersama, sekolah yang akan buka konsep pembelajaran yang dimaksud sekolah yang merupakan wilayah zona hijau dan kuning.

Mengawali rencana tersebut, diikuti sejumlah unsur terkait seperti Kepala Dikbud H. Nasrun, Kepala SMPN 2 Lingsar Tajuddin SPd dan komite sekolah, pihak Forkopimcam Kecamatan Lingsar. Tidak hanya itu ekspose ini pun menggandeng leading sektor kesehatan seperti pihak Puskesmas setempat, PMI Lobar, Danramil dan Babhinkabtibmas.

Kepala SMPN 2 Lingsar Tajuddin SPd mengatakan, pembelajaran yang langsung tatap muka ini, pihaknya mengawali dengan gelar ekspose simulasi rencana pembelajaran tatap muka Era New Normal
SMP 2 Negeri Lingsar. Setelah pertemuan ini katanya, akan ada penyusunan SOP tentang pelaksanaan tatap muka sesuai dengan kesepakatan dan masukan stakeholder yang ikut hadir saat ini.

Jika rencana pelaksanaan ini disetjui, sudah barang tentu pembelajaran tatap muka tersebut harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan pada akhirnya nanti pembelajaran dilaksanakan tatap muka, semuanya harus sesuai prosedur dan arahan gugus tugas Covid mengenai protokol kesehatan pencegahannya.

"Kita sudah tandatangani MoU," terangnya.

Kalau kesiapan secara fisik menurut Ketua PGRI Lobar ini disanggupinya dan sangat siap. Hal ini sudah disediakan segala perangkat yang ada seperti alat pengukur suhu tubuh, fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun. Kemudian Sanitizer, alat penyemprotan disinfektan, bener dan spanduk sebagai wadah untuk edukasi siswa serta menyediakan ruangan penanganan Covid sementara sebagai antisipasi.

"Masalah persiapan kami sudah siap semua dengan perangkat pencegahan Corona ini," tegasnya.

Kesiapan ruangan kesehatan covid ini lanjut dia, sebagai wadah untuk penanganan sementara ketika ada yang ditemukan siswa yang suhu tubuhnya tinggi. Tentu saja kita akan bekerjasama dengan pihak puskesmas. Untuk mewujudkan jenjang mekanis untuk bisa di sesuaikan.

"Ruangan ini hanya untuk penanganan sementara sebelum dilanjutkan pihak medis.

Untuk itu, keterlibatan semua stakeholder memang harus bersinergi secara integritas. Sebab harus semua terlibat dan bukan diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah termasuk intervensi pemerintah desa terutama orang tua siswa itu sendiri.

"Mendukung pelaksanaan tatap muka saya rasa harua dengan semua pihak," harapnya.

Demikian juga pelibatan pihak PMI, ikut intervensi yang akan mengatur rekayasa, serta melakukan pelatihan PMR pada siswa untuk membantu fasilitasi tentang tata cara mengikuti protokoler kesehatan, tambah dia.

Sementara, Kepala Dinas Dikbud Lobar H Nasrun yang hadir langsung dalam ekspose tersebut mengaku sangat mengapresiasi dan menilai baik terhadap rencana pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Lingsar tersebut.

"ini bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain di Lobar, sebelum mengajukan izin belajar tatap muka memang sangat perlu ekspose melibatkan semua unsur terkait,” kata H. Nasrun.

Perihal ini lanjut dia, semua komponen dilibatkan oleh sekolah, sehingga mengajak mereka untuk ikut andil dan bertanggung jawab. Setelah semua disepakati dan dibuatkan SOP maka barulah sekolah mempersiapkan berkas dan dokumen pengajuan tatap muka ini.
Diera new normal ini sekolah yang merasa siap untuk pembelajaran tatap muka dipersilahkan dan diizinkan  mengusulkan ke Dinas.

"Selanjutnya ada tim gabungan Dikbud dan Dikes akan turun ke sekolah-sekolah untuk memferivikasi kelengkapan dokumen mengacu protokol kesehatan sesuai SKB 4 Menteri, sampai dengan hal teknis menyangkut kelengkapan peralatan," ujarnya.

Hasil dari verifikasi ini menurut dia, pihaknya membuat rekomendasi untuk diajukan permintaan izin kepada Bupati.  Karena sebelumnya, terdapat delapan sekolah yang mngajukan lebih dulu, hanya saja yang melakukan ekspose baru dilakukan di SMP 2 Lingsar.

“Baru di SMP 2 Lingsar melakukan ini (ekspose red),” ungkapnya.

Diakuinya, usulan belajar tatap muka ini terus bertambah, karena selain delapan sekolah ini baru-baru ini juga ada 10 sekolah mengusulkan diri.

“Delapan sekolah ini juga belum dapat izin dari pak bupati,” ujar H.  Nasrun.

Pertimbangannya belum diberikan izin, mengacu instrument yang terbit terbaru mulai dari protokol kesehatan, syarat utamanya adalah hijau atau kuning. Hal ini kata dia untuk mencegah adanya penularan baru dari anak murid di Sekolah.  (Ikhw@N)
Download
Era New Normal, SMPN 2 Ekspose Rencana Pembelajaran Tatap Muka

0 Response to "Era New Normal, SMPN 2 Ekspose Rencana Pembelajaran Tatap Muka"

Posting Komentar