Bupati Fauzan Khalid Minta LP Ma'arif NU Aktif Sosialisasikan Protokol Pencegahan Corona


Lombok Barat (Insidelobar.com) - Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menghadiri acara silaturrahmi dan pembinaan Kakanwil Kemenag Prov. NTB dengan Pimpinan Ponpes/Lembaga di Lingk. Ma’arif NU se-Kab. Lobar. Pada kesempatan tersebut, Fauzan Khalid berharap para pengurus dan lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU ikut aktif dalam mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 baik secara internal di lembaga atau di masyarakat.

Fauzan menegaskan, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak.

"Setiap pertemuan di organisasi Muhammadiyah, Nahdlatul Wathan selalu itu saya sampaikan, kita semua bergerak karena kita semua akan merasakan," ujarnya di Aula Kantor Bupati Rabu 2/9/20.

Dampak Corona di masyarakat secara ekonomi yang sangat terasa.
Oleh karena itu, yang dibutuhkan sekarang adalah konsisten dan kedisiplinan kita.

"Kita tidak mau seperti negara lain yang dampak ekonominya sudah dirasakan seperti yang terjadi di Kuwait gaji pegawai tidak bisa dibayar," tuturnya.

Pun dalam kesempatan itu ia  menyampaikan ucapan selamat atas diselenggarakannya acara silaturrahmi dan pembinaan Kepala Kantor Wilayah Kementrian agama Provinsi NTB dengan Pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) dan Lembaga, di lingkungan lembaga pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU)  se-Kabupaten Lombok Barat.

"Selamat dan mudah-mudahan di bawah Lembaga Ma'arif dapat mencerdaskan bangsa. Ada tujuh ribu ponpes dan lembaga pendidikan di bawah Ma'arif
Dan tentu kontribusinya untuk negara sudah banyak," pungkas dia.

Sementara, Sekretaris NU Lombok Barat H. Ali Maksum menjelaskan sekitar 150 pimpinan ponpes di Lombok Barat di bawah naungan  LP Ma'arif NU.  Namun dari sekian ponpes diakui banyak yang mati ijinnya karena pengurus tidak memperhatikan ijin operasional.

Ke depan, pimpinan lembaga ponpes diharapkan lebih aktif untuk mengisi data statistik dan data pesantren, singkatnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Nusa Tenggara Barat Dr. KH. Zaidi Abdad mengatakan, Kementrian Agama tidak hanya mengurus talak, nikah, ruju, tapi Kementrian Agama adalah roh negara yang menangani seluruh aspek dan seluruh umat termasuk persoalan harmonisasi keluarga ummat dan haji umroh.

Mantan Dosen Universitas Islam Negeri Mataram ini juga berjanji, ke depan akan memperhatikan semua pondok-pondok pesantren di NTB, tidak hanya di bawah NU namun semua ponpes di bawah organisasi Islam lainnya. Termasuk katanya akan kembali melakukan kunjungan-kunjungan ke seluruh ponpes se-NTB.

"Sekarang saya sudah dilantik. Jangan kita habisi organisasi lain.  Orang NU tidak boleh menghabisi oraganisasi lain.  Dan saya sudah pesan kepada Kabid kasi di Kementrian Agama yang menangani pondok pesantren supaya tidak mempersulit untuk ummat," katanya. (Ikhw@N)
Download
Bupati Fauzan Khalid Minta LP Ma'arif NU Aktif Sosialisasikan Protokol Pencegahan Corona

0 Response to "Bupati Fauzan Khalid Minta LP Ma'arif NU Aktif Sosialisasikan Protokol Pencegahan Corona"

Posting Komentar