Wagub Serahkan Sertifikat CHSE Pada Enam Pengelola Usaha Pariwisata



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Banyaknya usaha jasa pariwisata di Lombok Barat yang sudah mulai menerapkan protokol kesehatan dengan standar tinggi sangat diapresiasi Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Hal itu disampaikannya dalam acara penyerahan Sertifikat Cleanlines, Healthy, Safety, Environment (CHSE) kepada pengelola usaha jasa pariwisata se-NTB pagi tadi (14/8) di Taman Narmada, Lombok Barat. 

Usaha yang mendapat Sertifikat CHSE ini menunjukkan bahwa usaha tersebut telah menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan sangat baik. Dari 150 usaha pariwisata yang akan diberikan sertifikat secara bertahap, sebanyak 60 usaha berada di Lombok Barat. Hal itu membuktikan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan di wilayahnya.

Pemkab Lombok Barat sendiri melalui Dinas Pariwisata telah mengijinkan usaha jasa pariwisata di Lombok Barat untuk beroperasi kembali. Tentunya dengan penerapan protokol covid-19. Untuk memastikan penerapan berjalan baik, jajaran Dispar Lobar kemudian melakukan pengawasan dan supervisi dan komunikasi secara intens kepada para pengelola usaha.

"Selamat buat yang telah mendapatkan sertifikat CHSE, saya lihat tadi Lombok Barat yang paling banyak, tepuk tangan buat Lombok Barat. Ini menunjukkan Lombok Barat serius," ungkap Umi Rohmi.

“Mari kita sungguh-sungguh menerapkan protokol. Dengan komitmen itu kita lakukan persiapan sebaik-baiknya agar semuanya bersertifikat CHSE. Ingat ini, jangan lihat sertifikatnya. Kalu sekarang diberikan sertifikat terus besok lalai lagi, ssertifikatnya bisa dicabut !” tegasnya.

Dalam kegiatan itu ada enam usaha yang menerima penghargaan secara simbolis. Masing-masing mewakili jenis usaha yang ada di sector pariwisata. Mereka antara lain, Aruna Senggigi Resort and Convention, Asmara Restaurant, GEM Transport, Taman Narmada, Sama-Sama Resto, Pengelola Islamic Center, dan Geopark Rinjani. 

Kegiatan ini sendiri mendapat sambutan baik para pengelola usaha. Agus Haryanto misalnya, pengelola GEM Transport itu mengaku dengan adanya sertifikat ini pihaknya menjadi semakin percaya diri menjalankan usaha. Pihaknya sejak menerima surat edaran dari Dispar Lobar Juni lalu secara bertahap sudah menerapkan protokol di berbagai usahanya.

“Kami dari GEM Group berterimakasih atas penyerahan sertifikat CHSE ini. Kami dari awal sudah mulai melakukan penerapan standar protokol kesehatan untuk beberapa unit usaha yang ada di grup kami, baik toko mutiara, restoran, dan armada transportasi. Seperti yang kita lihat driver kami sudah mengenakan apa yang harus dilakukan, kemudian pembatasan tempat duduk, setiap Armada kami juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum tamu itu naik,” jelasnya seraya menunjukkan para petugasnya lengkap dengan atribut protokol covid-19nya.

“Dalam hal ini kedepannya kami berharap seluruh pelaku wisata yang ada di NTB dan Lombok Barat khususnya melakukan penerapan. Dengan adanya sertifikat ini kami semakin yakin untuk menjual fasilitas kami dan obyek-obyek wisata di NTB,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan GM Aruna Senggigi Resort and Convention Weni Kristanti. Ia mengatakan dengan adanya sertifikat ini mampu mendongkrak angka kunjungan di tempatnya. Saat ini tingkat kunjungan di Aruna rata-rata beerkisar antara 15 - 20 persen.

“Dengan sertifikat ini, maka harapan kami adalah bisa menambah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan akomodasi di Aruna Senggigi Resort & Convention, bahwa kami sudah menerapkan protokol kesehatan sebagai mana mestinya. Maka ini adalah wujud kebanggaan buat kami semua dan tanggungjawab jawab kami semua untuk terus mempertahankan penerapan protokol kesehatan dimana berdasarkan CHSE,” katanya. (Ikhw@N)
Download
Wagub Serahkan Sertifikat CHSE Pada Enam Pengelola Usaha Pariwisata

0 Response to "Wagub Serahkan Sertifikat CHSE Pada Enam Pengelola Usaha Pariwisata"

Posting Komentar