Dikbud Lobar Bentuk Strategi, Tangkal Peserta Didik Akses Pornografi Saat Kegiatan BDR


Rapat Kerja Kepala Sekolah Tingkat SD dan SMP  Se Kabupaten Lombok Barat 2020

Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) berupaya menangkal dan mencegah peluang peserta didik mengakses situs pornografi pada saat kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Sebagai langkah strategi menangkal perihal tersebut, Dikbud Lombok Barat terkait, berencana menjalin kerjsama dengan ruang guru untuk materi BDR bagi peserta didik. Dengan belajar melalui ruang guru, anak didik hanya bisa mengakses pelajaran dan tidak  bisa  mengakses atau membuka situs yang lain. 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat H. Nasrun 

Kepala Dinas Dikbud Lobar H Nasrun mengatakan, pihaknya berencana bekerjasama dengan ruang guru belajar Dalam Jaringan (Daring) dari rumah.

“Kami rencananya kerjasama dengan ruang guru untuk belajar daring (BDR). Ini untuk mencegah anak didik mengakses situs negative saat BDR, karena terkadang  kalau membuka internet ada gambar-gambar yang tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Kalau di ruang guru jelas dia, sudah pinter. Artinya, begitu dibuka situs ruang guru, hanya pembelajaran saja yang ada disana. Tidak ada sponsor-sponsor yang macam-macam. Di situs atau aplkasi ruang guru ini, khusus untuk pembelajaran saja.

“Difilter betul, begitu anak buka ruang guru, hanya pelajaran yang dijumpai,” terang dia.

Pihaknya membuat MoU dengan ruang guru, itupun nanti pihaknya perlu diskusi dan koordinasi dengan para kepala sekolah.  Hal ini pun jelas dia dibahas juga dalam Raker kepsek yang diadakan Dikbud, Kamis (27/8/20) di Hotel Aruna Senggigi. 

Kita tidak ak ingin anak didik di Lobar terpapar situs negatif seperti yang terjadi di daerah lain. Meski sejauh ini, khusus di Lobar sendiri aku H. Nasrun, belum ada keluhan orang tua anaknya mengakses situs terlarang tersebut. Sebagian besar orang tua ingin dimulai pembelajaran tatap muka (masuk sekolah). Akan tetapi hal ini bukan kewenangannya.
Selain itu, pihaknya meningkatkan pembelajaran system luar jaringan (luring). Beberapa daerah tertentu yang membutuhkan kunjungan guru ke rumah murid.

“Disamping kunjungan guru ke rumah-rumah, kami juga akan meminta guru yang berada (tinggal) di suatu tempat A, dianjurkan memfasiliasi dan mengajar di tempatnya,” imbuhnya.

Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab guru kepada generasi bangsa ditengah kondisi ini. Hal ini dimusyawarahkan dengan para kepsek bagaimana penerapannya nanti di lapangan.

"Sebagian daerah sudah ada yang jalan, kami akan terapkan juga,”tukas dia. 
Ketua PGRI Lombok Barat Tajuddin SPd

Sementara, Ketua PGRI Lobar, Tajuddin SPd memaparkan, rencana Dikbud bekerjasama dengan ruang guru perlu dibahas dengan Kepsek. Sebab selain ruang guru, beberapa rencana kerjasama dengan pihak lain, namun hal ini sangat menyangkut dengan beban biaya tinggi.

“Dananya ini dari mana diperoleh sekolah, perlu difikirkan dan dipertimbangkan lagi,” tukasnya. 

Sementara lanjut Tajuddin, kalau berharap bantuan dari pemda, tentu akan sangt berat, mengingat kondisi anggaran yang ikut terpangkas. Akan tapi, salah satu yang bisa menjamin sebagai solusi jelas dia, dibuat kelompok kecil anak-anak belajar di rumah. Selain itu, Daring melalui edukatif media sosial.

Ia menambahkan, PGRI sendiri terus berupaya mendorong dan membatu Dikbud dalam hal system pembelajaran dimasa pandemi. Salah satunya dengan mengadakan beberapa kali Raker yang melibatkan para Kepsek untuk membahas strategi pembelajaran, pungkas Tajuddin yng juga Kepala SMPN 2 Lingsar ini. (Ikhw@N)

Download
Dikbud Lobar Bentuk Strategi, Tangkal Peserta Didik Akses Pornografi Saat Kegiatan BDR

0 Response to "Dikbud Lobar Bentuk Strategi, Tangkal Peserta Didik Akses Pornografi Saat Kegiatan BDR "

Posting Komentar