Daring Belum Efektif, Dewan Lobar Minta Dikbud Untuk Pendampingan Orang Tua


Wakil Ketua l DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha Muharrar 

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru hingga Dosen tak sepenuhnya dinilai bagus. Meski itu untuk membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui Dalam Jaringan (Daring). Namun dampak pembelajaran secara itu dikhawatirkan akan sulit terkontrol pengawasannya bagi siswa ketika membuka situs lainnya.

“Dengan kondisi Lombok Barat (Barat) kalau belajar Daring terlalu lama efek secara psikososial sosial anak-anak ini perlu mendapat kajian secara mendalam,” ungkap Wakil Ketua l DPRD Lobar Hj Nurul Adha Muharrar  yang ditemui diruang kerjanya, kemarin.

Sejauh ini kata Nurul, memang khusus lobar sendiri belum ada ditemukan atau laporan semacamnya soal siswa yang membuka situs negatif karena penerapan Daring. Namun jika didalami informasinya tentunya, hal itu pasti ada. Ia pun mengaku sering mendapat cerita keluhan dari para ibu terkait tidak ada kepastian kontrol sekolah kepada anaknya saat Daring.

“Sistemnya tidak jelas, akhirnya karena anak-anak tidak sekolah, mereka berkumpul-kumpul mencari cara mendapatkan kuota gratis. Atau ada yang mencari tempat geme online, ini justru yang berbahaya,” imbuh politisi PKS itu.

Meski ada arahan atau saran dari Kementerian untuk kebijakan Daring itu. Namun Ini yang perlu dipikirkan dan dikaji oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar untuk efek terlalu lama diberlakukan. Terutama dari sisi efek psikososialnya.

“Saya kan tinggal ditengah kampung, saya lihat anak-anak itu susah belajar dengan Daring itu. Itu kenyataanya dan orang tua merasa kerepotan dengan anak-anak,” bebernya.

Meski berencana Dikbud bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar online Ruang Guru, demi memaksimalkan Daring dinilai bagus. Tetap saja Dikbud diharapkan memiliki inovasi alternatif lain untuk kondisi sosial siswa. Karena tidak semua daerah dikawasan pedesaan terpencil yang belum bisa menggunakan itu. Pasalnya kelemahan daring itu harus menuntut orang tua terlibat mendampingi anak, dan kontrol rutin dari guru.

“Tapi ini bisa terlaksana ngak ? kalau melihat kondisi masyarakat kita dipedesaan mana tau dia ibu-ibu itu mengkontrol, bagaimana dia buka internet. Ini yang perlu dipertimbangkan,” jelasnya.

Ia menilai jika Daring itu diberlakukan di Kota sangat cocok. Sedangkan untuk Lobar yang banyak pedesaan, Daring belum menjadi pilihan alternatif yang bagus.  Selain itu, cara pembelajaran Luar Jaringan (Luring) ditempat guru juga dinilai belum efektif. Karena harus juga diperhatikan kondisi sang guru bisa menyiapkan alat protokol kesehatan. Mulai dari handsanitezer, cuci tanggan dan sebagaianya.

“Lebih baik dia di Sekolah, dengan cara di rolling (digilir) perkelasnya dan sebagainya. Saya kira itu menjadi alternatif anak-anak mendapatkan hak pendidikanya dan juga protokol kesehatannya busa disiplin,” sarannya.(Ikhw@N)
Download
Daring Belum Efektif, Dewan Lobar Minta Dikbud Untuk Pendampingan Orang Tua

0 Response to "Daring Belum Efektif, Dewan Lobar Minta Dikbud Untuk Pendampingan Orang Tua"

Posting Komentar