Bupati Sidak Aset Di Lima Desa, Puluhan Hektar Lahan Milik Pemda Bermasalah



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid turun inspeksi mendadak (sidak) mengecek sejumlah titik aset yang bermasalah di wilayah Lingsar. Langkah ini dikalaim salah satu bentuk keseriusan Pemda untuk menuntaskan persoalan aset daerah. Pihak Pemda akan terus “mengejar” aset-aset bermasalah tersebut untuk dikembalikan ke daerah. Diketahui, sejak setahun terakhir, Pemda mampu menyelamatkan ribuan hektar lahan melalui upaya pengamanan baik penserifikatan maupun penertiban.

Kamis (27/8) kemarin, Tim Pemda terdiri dari Kepala BPKAD, H Fauzan Husniadi, Kadis Pertanian, H Muhur Zokhri, Sekdis Dikbud , Kabag Hukum dan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan serta jajaran dipimpin Bupati turun mengecek lokasi aset yang dimaksud.

Lokasi Sidak pertama Bupati mendatangi Desa Duman, terkonfirmasi 6 are lahan milik desa yang tengah bermasalah. Sidak Bupati berlanjut ke Desa Gegelang, diketahui 11 hektar yang diduga sudah dijual belikan oleh oknum dan dikavling-kavling. Setelah rapat koordinasi dengan Kades, Bupati melanjutkan pengecekan aset di Desa Saribaye. Disini Bupati mengecek lahan seluas 46 are milik Pemda.
Tim selanjutnya mengecek aset daerah ke Dusun Punikan Desa Batu Mekar, ada lahan pemda di desa ini seluas 6,9 hektar yang diduga dijual oleh oknum. Terakhir orang nomor satu di Lobar itu memeriksa lahan milik desa Batu Kumbung seluas 40 are yang berhasil dimenangkan oleh desa atas bantuan penanganan oleh pemda. 

Bupati ditemui usai turun melakukan inspeksi ke beberapa lokasi aset mengatakan, pihaknya turun menindaklanjuti hasil rapat forum Kades kecamatan Lingsar yang dihadirinya langsung. Dalam pertemuan ini, para kades menyampaikan beberapa permaslaahan aset di daerah masing-masing.

“Kami sidak aset menindaklanjuti hasil rapat forum kades di kecamatan Lingsar,” tegas dia.

Tindaklanjut sidak ini jelas dia, dalam waktu tidak terlalu lama persoalan aset ini bisa selesai. Pertama masalah aset kantor desa Duman milik desa, kemudian Gegelang dan Saribaye setelah dicek lahan ini merupakan milik pemda. Tinggal kata dia, di komunikasikan dengan desa. Selanjutnya di Batu Mekar, aset daerah di desa ini diklaim oknum.

Kepala BPKAD sejak lama berkoordinasi dengan BPN, sehingga diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama, sertifikat lahan atas nama pemda bisa diterbitkan. Berikutnya aset desa di Batu Kumbung, pemda dimenangkan di tingkat pengadilan.

"Namun pihak penggugat masih banding,“ ugkap dia.

Lebih jauh dikatakannya, sidak ini sebagai bentuk dukungan bagi BPKAD dan kades untuk menyelesaikan persoalan aset ini. Pemda kata dia sangat serius berusaha mengembalikan semua aset pemda ini.

“Dan kita sangat serius menata adminstrasi aset daerah, sejak 2016 sudah ribuan sertifikat yang sudah diterbitkan bersama BPN. Dan satu tahun terakhir, kita sudah bisa mengambil ( menyelamatkan) aset pemda itu sekitar 90 hektar,” jelas dia.

Aset-aset ini jelas dia, termasuk yang awalnya tidak dikira aset pemda. Seperti AMM Mataram dan di kuripan ada 9 hektar.
Pemda lanjutnya, akan terus mengejar aset-aset daerah ini agar kembali ke daerah dan menyelesaikan semua persoalan administrasinya. Karena itu, setelah sidak ke Lingsar, Bupati akan mengagendakan pengecekan aset di wilayah lain. Termasuk aset di Sekotong, ada 38 hektar, Narmada dan kecamatan lainnya.

Kepala BKAD, Fauzan Husniadi mengatakan, lima titik aset yang disidak Bupati ini merupakan milik pemda. Sebagian sudah bersertifikat atas nama pemda da nada yang masih dalam proses pensertifikatan.

“Pastinya sudah jelas milik pemda,” akunya. (Ikhw@N)
Download
Bupati Sidak Aset Di Lima Desa, Puluhan Hektar Lahan Milik Pemda Bermasalah

0 Response to "Bupati Sidak Aset Di Lima Desa, Puluhan Hektar Lahan Milik Pemda Bermasalah"

Posting Komentar