Bantuan Bibit Sapi Unggul Belum Terkonfirmasi, Dinas Pertanian Akan Koordinasi Dengan Pemprov


Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Ir. H. Muhur Zokhri
Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Upaya Pemerintah mendorong  peningkatan produktivitas ternak serta perkuat sistem pemeliharaan dan manajemen peternakan secara umum dengan sejumlah program unggulan  yang ada. Berbagai aspek menjadi titik pengendalian program, diantaranya adalah peningkatan kualitas pakan dan bibit. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Ir. H. Muhur Zohkri saat di konfirmasi Rabu, 25/8/20 di Halaman Kantor Bupati.

"Upaya Kementerian Pertanian dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis agribisnis rakyat terus bergulir melalui berbagai program unggulan subsektor peternakan seperti saat ini," ungkapnya.

Rencananya, kementerian dengan program 1000 bibit sapi unggul yang akan diperuntukkan bagi Provinsi NTB akan disalurkan untuk Kabupatendan kota. Namun peruntukan bibit unggul ini masih menunggu kebijakan Provinsi. Apakah nanti dikonsentrasikan di satu tempat atau dibeberapa titik tergantung rekomendasi pemerintahan Provinsi. Kita masih menunggu kejalasan agar terkonfirmasi.

"Kita dari Kabupaten sudah barang tentu akan pro aktif juga untuk koordinasi dengan Provinsi dengan harapan daerah kit juga memperoleh dukungan dari Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan tani ternak kita di Lobar," ujarnya.

Sampai hari ini belum ada keterangan dari Pemprov berapa jumlah peruntukan jatah untuk Lombok Barat. Namun ini kebijakan Pemerintah Pusat sudah jelas untuk Provinsi NTB. Hanya saja mungkin ada rapat koordinasi guna membahas tindaklanjut program ini.

"Mudah mudahan Kabupaten Lombok Barat kebagian jatah juga, ini yng sedang kita koordinasikan dulu dengan pihak Provinsi," ujarnya.

Misalkan kebijakannya nanti ada peruntukan bantuan sapi bagi daerah  Lobar kata Muhur, pertama kita akan pertimbangkan potensi pengembangannya. Karena Lobar sendiri mempunyai potensi potensi sesuai dengan ruang yang tersebar.  Tetapi asas pertama kita adalah mengedepankan asas pemerataan.

"Saya kira untuk semua Kecamatan di wilayah Lobar ini cocok bagi pengembangan sapi," tegas dia.

Di Lobar ini diketahui mempunyai kawasan kawasan yang sudah di prioritaskan. Dicontohkan kawasan ternak yang luas seperti di Sekotong. Termasuk juga kawasan daerah yang rawan kering lainnya dan sangat cocok untuk pengembangan ternak.

"Daerah rawan kering sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi," jelasnya.

Kelompok ternak nanti terang H. Muhur tergantung harus disesuaikan beberapa persyaratan. Sesuai dengan petunjuk pembentukan kelompok seperti mentediakan untuk tanaman pangannya, kelompok untuk petani pekebun, kelompok untuk peternaknya. Intinya kalau kelompok peternak ini misalnya sudah memiliki embrio ternak, sejumlah orang ini bisa bersatu untuk membentuk kelompok.

"Satu Dusun bisa jadi satu atau dua kelompok  ternaknya. Misalnya di satu Dusun ada tiga kansang kumpul, nah satu kandang kumpul bisa capai 25 atau 30 orang. Satu kandang kumpul itu bisa juga membentuk kelompok sendiri sendiri," ungkapnya.

Biasanya yang menjadi prioritas yakni kelompok kelompok pertama yang sudah terbentuk dan kelompok yang baru terbentuk atau baru tumbuh dan bisa jadi kelompok yang sedang berkembang. Hal ini lebih baik karena untuk menjaga stabilitas keberlangsungan daripada bantuan ini.

"Menurut saya kelompok yang sudah terbentuk. Baik itu kelompok yng sudah maju, kemudian Madya maupun pemula," jelas dia.

Yang jelas tujuan dari program ini yaitu untuk kemajuan pendapatan masyarakat, terlebih di tengah pandemi yang sedang melilit ini. Selain itu untuk meningkatkan kebutuhan pangan bagi masyarakat luas. (Ikhw@N)
Download
Bantuan Bibit Sapi Unggul Belum Terkonfirmasi, Dinas Pertanian Akan Koordinasi Dengan Pemprov

0 Response to "Bantuan Bibit Sapi Unggul Belum Terkonfirmasi, Dinas Pertanian Akan Koordinasi Dengan Pemprov"

Posting Komentar