Akhir Pelarian Otak Perampokan, Residivis Asal Jonggat Di Gelandang Polisi


Gasak Emas Batangan dan Uang Tunai 150 Juta 

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Tim Puma Polres Lombok Barat hentikan pelarian seorang residivis. Diketahui sebelumnya, NA warga Bonjeruk Kecamatan Jonggat ini, terindikasi dugaan otak komplotan peeuampokan tahun 2016 lalu pada sebuah Gudang PT. SAS Bengkel Kec. Labuapi Kab. Lobar.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhafid Shiddiq, SH SIK mengungkapkan, penangkapan pelaku NA diketahui karena terlibat sebagai  otak perampokan pencurian dengan kekerasan pada tahun 2016 lalu. Sehingga dengan kejadian ini, korban pemilik gudang mengalami kerugian mateei senilai 400 juta.

“Tersangka berinisial NA, merupakan residivis yang diduga sebagai pelaku utama, berhasil ditangkap oleh Tim Puma Polres Lobar,” ungkapnya.

Kronologis pencurian dengan kekerasan ini lanjut Dhafid, diduga dilakukan secara berkomplotan oleh 25 orang, di Gudang PT. SAS Bengkel Kec. Labuapi Kab. Lobar, pada tahun 2016 silam. Komplotan ini beraksi menggunakan cadar berwarna hitam. Aksi pelaku dengan cafa membobol tembok belakang gudang PT. SAS.

Seusai sukses membobol tembok, kemudian seorang pelaku masuk dan langsung menodong Satpam dengan menggunakan, parang dan linggis. Tidak itu saja, pun pelaku juga menodongkan senjata api dan mengancam tidak segan-segan untuk membunuh Satpam tersebut.

“Karena dibawah ancaman, Satpam tidak berdaya dibawah todongan senjata api para pelaku. Selanjutnya para pelaku mengikat kedua tangannya, sehingga pelaku leluasa mengambil barang-barang PT. SAS,” beber dia.

Tak habis sampai disitu, para pelaku pencurian dengan kekerasan ini melumpuhkan petugas keamanan, kemudian mengambil satu unit monitor, satu buah laptop merk Acer 14" warna hitam, satu unit HP samsung warna hitam.

Komplotan ini juga kata Dhavid, mencongkel dua buah brangkas yang berisikan emas batangan, perhiasan emas, tujuh buah BPKB dan kunci mobil mazda. Rupanya operasi pencurian mereka juga ikut uang tunai sebanyak Rp 150 juta hingga akhirnya kabur meninggalkan TKP.

“Secara keseluruhan korban mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta, dan melaporkannya ke Polsek Labuapi untuk diproses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Atas Laporan tersebut, Polisi berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan ini, sedangkan Pelaku utama sempat Buron.

“Upaya penyelidikan Polisi dilapangan akhirnya menemukan titik terang, Pelaku utama berhasil ditangkap setelah DPO beberapa tahun,” imbuhnya.

Keberhasilan penangkapan terhadap pelaku utama ini berdasarkan keterangan pelaku lainnya yang sudah berhasil diamankan sebelumnya.

“Kami memperoleh informasi, tersangka NA yang berstatus DPO pulang kerumahnya setelah empat tahun melarikan diri keluar daerah,” bebernya.

Berdasarkan informasi tersebut Tim Puma Polres Lobar bergerak ke rumah NA dan langsung membekuk tanpa perlawanan.

“Pengakuan tersangka NA, bahwa mengakui melakukan perbuatan pencurian tersebut mendapatkan bagian sebesar Rp. 1 juta,” tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, NA dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Ikhw@n)
Download
Akhir Pelarian Otak Perampokan, Residivis Asal Jonggat Di Gelandang Polisi

0 Response to "Akhir Pelarian Otak Perampokan, Residivis Asal Jonggat Di Gelandang Polisi"

Posting Komentar