Akad Pinjaman Daerah, Alokasi Dana Hanya Diperuntukkan Empat Titik


Sekda Lombok Barat H. Baehaqi

Lombok Barat (Insidelobar.com) -Berdasarkan rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan hasil Persetujuan  Kementerian Keuangan, Pemkab. Lombok Barat (Lobar) mendapatkan besaran nilai pinjaman 115 milyar dari 150 Miliyar yang diajukan. Sesuai rencana, peruntukan Pinjaman Daerah melalui Bank NTB tersebut, terbagi untuk sejumlah titik pembangunan.

Alokasi ini dikhajatkan untuk pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Tripat sebesar 80 Milyar, untuk pembangunan Rumah Sakit Awet Muda Narmada sejumlah 12,4 milyar dan untuk mendukung pembangunan kawasan  Pariwisata Senggigi 16,6 milyar serta 6 milyar diantaranya untuk Kerandangan. Hal tersebut disampaikan Sekda Lobar H.Baehaqi saat di konfirmasi di ruang kerjanya.

“Kalau dari pertimbangan Mendagri 119 Milyar lebih, namun dari hasil akhir nilai pinjaman ini, mendapat persetujuan Kemenkeu 115 Milyar,” ungkapnya Rabu, 19/8/20.

Berdasarkan klausul yang dibacakan oleh pihak Bank NTB terhadap pinjaman yang dimaksud, hanya bisa digunakan untuk proyek pembangunan yang sesuai dengan rencana awal yang sudah ditetapkan dan tidak bisa dialihkan untuk pembangunan lainnya.

Namun demikian Dewan Lombok Barat menyampaikan usulan agar sebagian kecil alokasinya agar bisa untuk pembangunan yang ada di Sekotong. Meski begitu, Baehaqi menegaskan bahwa, sesuai akad tujuan pinjaman yang dimaksud hanya bisa digunakan untuk empat titik. Terkait dengan titik titik yang akan dibangun harus sesuai dengan peruntukan dan harus sesuai juga dengan perencanaan.

“Sampai saat ini belum ada berbicara dengan mau dialihkan ke mana mana pembangunannya. Kan nggak ada kita bawa dana pinjamannya untuk pembangunan lainnya, karena harus sesuai dengan akad,” tegas dia.

Jelasnya, pinjaman ini tidak bisa digunakan diluar daripada pertimbangan  Mendagri dan diluar persetujuan Kemenkeu dan DPRD. Kalau seadainya digunakan untuk pekerjaan lain maka, pekerjaan tersebut harus melaui persetujuan Kemenkeu dan Mendagri serta harus dibahas kembali melaui DPRD.

“Prosesnya nanti harus dimulai lagi dari nol dan mendapat pertimbangan dan persetujuan Kementerian serta pembahasan DPR,” jelasnya.

Lebih lanjut, disinyalir masalah Krandangan yang masih terbentur dengan lahan menurutnya, tanah Krandangan itu masih dalam proses pembicaraan. Dan teknisnya nanti ada di Dinas Pekerjaan Umum. Namun yang menjadi persoalan yakni lahan Krandangan masih terjadi tarik ulur disebabkan antara pihak pemilik lahan belum mencapai titik temu. Tetapi kata dia, walaupun di ULP belum masuk, namun pinjaman ini akan tetap berjalan tentang berapa yang akan dipakai nanti, sehingga kalau 6 milyar belum terpakai maka akan dibicarakan di tahun 2021 nanti. 

“Angsuran nanti kan terhitung sesuai dengan jumlah uang yang kita gunakan tahun ini dan marginnya. Kalau misalnya yang kita gunakan kurang  dari 6 milyar makan dihitung sesuai dengan pemakaian. Jadi tidak depenuhnya dari pagu dana 6 milyar,” terangnya.

Jadi sesuai juga dengan nilai kontrak dari tender, walaupun rumah sakit nilainya 80 milyar, tapi kalau kurang dari itu, maka perhitungannya tetap akan disesuaikan dengan nilai tender yang akan dikembalikan dengan margin.

“Contohnya pagu anggarannya 80 milyar tetapi setelah tender penengnya 76 milyar, dengan kata lain, senilai 76 milyar itulah yang akan jadi pinjaman dan berikut dengan marginnya,” jelasnya.

Mengenai pola setoran kata Baehaqi, kita dengan Bank Syariah itu bisa disesuaikan dengan kapasitas keuangan dan masalah setoran ini juga tinggal kita pilih berdasarkan tawaran setoran berdasarkan marginnya yang bisa disepakati sesuai dengan kemampuan dana yang ada.

“Misalnya ditahun pertama kita setor lebih sedikit dan ditahun mendatang setoran lebih banyak sesuai dengan kesepakatan dan seterusnya. ini kelebihannya di Bank Syariah. Ini nanti ada pertemuan simulasi cicilan yang rendah. Jadi setoran kita bisa disesuaikan dengan kapasitas fiscal daerah,” pungkasnya. (Ikhw@n)

Download
Akad Pinjaman Daerah, Alokasi Dana Hanya Diperuntukkan Empat Titik

0 Response to "Akad Pinjaman Daerah, Alokasi Dana Hanya Diperuntukkan Empat Titik "

Posting Komentar