Puluhan Warga Sekotong, Sukarela Kembalikan Bantuan Dobel


Puluhan Warga Sekotong Tengah Datangi Kantor Desa Kembalikan Bantuan Dobel  

Lombok Barat (Insidelobar.com) - 
Sebanyak 40 orang lebih warga penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat mengembalikan bantuan yang diterimanya sebesar Rp.600.000. Meski bantuan yang diterimanya terkafer berdasarkan data dari Kementrian Sosial RI yaitu BST, namun warga penerima bantuan dobel ini lebih mengembalikan secara sukarela dan di serahkan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.

Hal tersebut juga berdasarkan  instruksi Kepala Desa Sekotong Tengah L Sarappudin yang memerintahkan para kepala dusun agar melakukan pengalihan atau penggantian bagi warga yang menerima dobel. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial antar warga dan juga bertujuan agar bantuan dapat dinikmati oleh warga secara merata.

"Karena BST bersumber dari Kementrian Sosial RI ini, pencairannya juga belakangan dari BLT DD, sehingga terdapat banyak penerima BST yang dobel dengan BLT DD.Agar tidak timbul penerima manfaat yang dobel. Kami sudah instruksikan kepada para kadus untuk mendata dan membuatkan berita acara penggantian penerima BLT DD," ungkap Lalu Sarappudin, Kepala Desa Sekotong Tengah saat ditemui di ruang kerjanya.

Mekanisme pengalihan bantuan, para penerima BLT DD yang namanya terdaftar sebagai penerima BST menyerahkan uang yang di terimanya dari BLT DD kepada warga yang telah di tetapkan sebagai penggantinya. Adapun daftar nama pengganti telah di usulkan serta diverifikasi dan ditetapkan melalui musyawarah desa khusus bersama BPD. Dimana pencairan BST Tahap 2 di lakukan di kantor pos sekotong pada tanggal 5 hingga 7 Juni 2020.Sedangkan BLT DD Tahap 2 di desa ini, di salurkan pada tanggal 9 juni 2020."

"Jika tidak dilakukan pengalihan atau penggantian,maka para penerima yang dobel akan menerima sebesar Rp.1.200.000,yang Rp.600.000 dari BST dan Rp.600.000 dari BLT DD.Jika di biarkan, hal ini tentu akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga yang lain," akunya.

Sementara Sekdes Sekotong Tengah M Rasid memaparkan, berdasarkan rekapan data penerima bantuan sosial di Desa Sekotong Tengah, diantara 2.654 KK, terdapat 602 KK penerima BPNT, 595 KK mendapat PKH, 284 JPS Kab.Lobar, 54 KK JpS NTB Gemilang, 388 Penerima BLT DD,254 BST Kemensos RI dan BPNT Perluasan sebanyak 102 KK.

"Karena penyaluran bantuan dari masing masing sumber tidak di lakukan serentak,ini yang menyebabkan terjadinya istilah yang satu "Nganget" dan yang lainnya "Ngengat"(yang satu dapat yang lain cuma menonton:red)," ujarnya.

Dia menjelaskan, kouta yang di terima pemerintah desa pada setiap bantuan juga terbatas.

"Jadi enggak bisa kalau semua KK terima BLT DD,atau BST, atau juga bantuan bantuan lainny.Karena jumlah yang menerima pada masing-masing sumber sudah di tentukan jumlahnya oleh keputusan yang ada," jelasnya.

Terkait mekanisme  penggantian atau pengalihan bantuan bagi warga yang menerima dobel tersebut, DPMD Lombok Barat memberikan saran.

"Ya,bisa dilakukan pergantian baik BLT DD ataupun BST yang diganti. Adapun mekanismenya,tetap melalui musyawarah khusus.Sedangkan untuk penggantian BST,silahkan bisa komunikasi ke Dinsos Lombok Barat," jelas Maryuki,ST, Kasi PMD DPMD Kab.Lombok Barat. (Ikhw@N)

Download
Puluhan Warga Sekotong, Sukarela Kembalikan Bantuan Dobel

0 Response to "Puluhan Warga Sekotong, Sukarela Kembalikan Bantuan Dobel "

Posting Komentar