Pengacara Andi Rohandi, Sesalkan Dilepasnya Enam Terduga Terjerat Narkotika

Pengacara Andi Rohandi H. Burhan SH

Dompu
(Insidelobar.com) - Pengacara muda Andi Rohandi H. Burhan SH menyayangkan sikap Kepolisian Resort Dompu yang terkesan buru buru melepas ke enam  terduga pelaku penyalahgunaan narkotika yang diamankan bila hari lalu.  Sejatinya sebut pengacara asal Karijawa ini, agar diberlakukan tindakan sanksi hukum sehingga tidak keluar pada coridor undang undang narkotika itu sendiri.

"Sesuai hasil gelar perkara bahwasannya para terduga ini sudah jelas menyalahgunakan narkotika. Sejumlah BB pun sudah diamankan begitu pula dengan hasil tes urin. Lalu apa lagi yang kurang," protes Andi.

Apa yang terjadi dengan keputusannya Polisi ini. Baru diamankan kemudian dilepas kembali, mudah sekali kalau seperti ini. Mestinya amanat Undang-Undang Narkotika harus dito'ati. Hukum justru wajib bagi penegak hukum untuk memutuskan, sehingga peruntukan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Jika oknum tersebut terbukti melakukan pelanggaran mengapa harus dilepas begitu saja," kesal dia Andi saat ditemui di kediamannya Sabtu (20/6/20).

Dari pemberitaan tertera beberapa fakta BB yang di amankan, hasil dari penggeledahan dan sudah di lakukan gelar BB, tentu pihak keepolisan Sat Resnarkoba Polres Dompu harus melakukan Lidik terhadap Barang bukti yang sudah di amankan.

"Agar para terduga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan di hadapan hukum. Itu menjadi pertanyaan publik yang mesti segera dibuktikan aparat penegak hukum hingga lembaga peradilan," jelas Andi.

Jika perihal ini tidak dilakukan, tentu saja publik menilai para aparat penegak hukum hingga lembaga peradilan seolah menepuk air di dulang, tapi tepercik ke muka aparat penegak hukum hingga lembaga peradilan itu sendiri.

"Kami sangat sepakat meng­hukum seluruh penyalah gunaan, maupun para bandar narkotika, sesuai dengan tujuan dan kewenangan dalam melawan pemberantasan narkotika dengan kekuatan Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika," jelasnya.

Ia mengajak untuk perang melawan narkotika yang semakin merajalela di Kabupaten Dompu agar tidak nilai bahwa hukum di negeri ini tunduk terhadap kekuasaan UANG, sehingga kekuasaan undang-undang tidak ada artinya jika para pelaku dilepas tanpa jelas.

Terpisah, Kasat Narkoba Iptu Tamrin menegaskan, enam terduga penyalahgunaan narkotika yang menyeret nama Andika Aspin Putra bersama lima orang teman lainnya kini tengah mengikuti proses asesmen medis di RSUD Dompu. Asesmen ini sesuai dengan permohonan keluarga masing masing.

"Mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan, Jaksa Agung, Kapolri dan Mahkamah Agung bahwa, pengguna atau menyalagunakan narkotika jenis swabu yang Barang Buktinya di bawah 1 g yakni, dikatan sebagai korban dan wajib di rehabilitasi," jelasnya.

Diketahui, mereka yang digelandang tim Resnarkoba bila hari lalu kini mengikuti giat asesmen, hingga menunggu hasil visum Pisikiatri dari dokter ahli.

"Giat asesmen medis berjalan aman dan terkendali, tandasnya. (Rijal)
Download
Pengacara Andi Rohandi, Sesalkan Dilepasnya Enam Terduga Terjerat Narkotika

0 Response to "Pengacara Andi Rohandi, Sesalkan Dilepasnya Enam Terduga Terjerat Narkotika "

Posting Komentar