Menunggu Lama Hasil Swab, Hambat Pemulangan Pasien


Direktur RSAM dr. A,an Suryanata 

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Dalam mengakses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM), semua dilakukan sepenuh hati dan Timnya sudah lengkap dan sangat solid terlebih saat menghadapi penanganan pasien corona. Hanya saja saat ini masih dihadapkan dengan kendala dikarenakan 12 orang para medis yang ada, tengah menjalani masa karantina. Dua orang Dokter, kemudian 1 staf administrasi dan sisanya perawat.

Demikian disampaikan Direktur RSAM dr. A, an Suryanata saat diwawancara Reporter Insidelobar Kamis, 11/6/2020 disela menghadiri rapat ekspose penganggaran penanganan corona di ruang rapat DPRD Lombok Barat.

Kemudian terkait dengan masalah kata dr. A,an pihaknya terbentur pada saat pemeriksaan hasil swab yang dilakukannya ke Provinsi yakni, pertama pihaknya dijatah jumlahnya dan ke dua lamanya  proses untuk bisa diperiksa disana. Hal ini imbuh dia, mungkin banyaknya hasil Swab yang diperiksa, menjadi salah satu penghambat proses pemulangan pasien jadinya.

"Seharusnya kita 14 hari sudah bisa pulang, akhirnya bisa melorot sampai 20 hari dan itu juga yang menyebabkan pengisian tempat tidur berikutnya dapat terganggu," ungkapnya.

Dalam satu hari pihaknya hanya dijatah 10 orang per hari. Bayangkan selama 5 hari harus menunggu dan belum bisa menunggu Swab sebab Provinsi akan menghabiskan dulu stok Swab yang ada di rumah sakit. Ini yang menghambat sekali, seharusnya yang kemarin sudah bisa diperiksa.

"Waktu ini 5 hari ini sebenarnya terlalu lama dan ini menjadi kendala kami," ujarnya.

Mengenai sejumlah tenaga medis yang dikarantina sebut dia, awalnya bukan 12 orang lagi. Karena yang pertama itu sekitar 32 orang tenaga medis harus dikarantina, sehingga menyebabkan lumpunya kekuatan di IGD. Akhirnya saya koordinator dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari solusi saat itu.

"Kesepakatan waktu itu, kita mobilisir tenaga Dokter dan Perawat yang ada di Puskesmas. Perwakilan mereka secara bergantian untuk membantu pelayanan di IGD. Harus kerja ekstra dan kekuatan full di keluarkan untuk mendampingi mereka agar pelayanan tetap jalan," jelasnya.

Secara umum kita sampaikan, yang bisa menjawab kebutuhan tenaga medis itu adalah Dinas Kesehatan melalui kekuatan orang orang teknis yang ada di puskesmas.

"Kami sudah lakukan itu dan komunikasinya bagus dan sangat bagus," terang dia.

RSAM juga sedang menambah lagi persiapan tambahan 13 ruangan tempat tidur guna antisipasi terhadap resiko peningkatan kasus yang terjadi di masyarakat setelah dibuat masa transisi sekarang ini.

"Dengan ditambahkannya ruangan tempat tidur bisa terpenuhi," jelasnya.

Pengerjaan ruangan ini sudah mulai eksekusi. Sekitar empat hari lagi sudah rampung dan secepatnya nanti tinggal di operasionalkan. Sehingga pelayanan bisa lebih maksimal dan harapannya todak akan ada penolakan terhadap pasien pasien terutama untuk kita yang ada di Lobar.

Soal anggaran untuk penanganan kasus pandemi ini beber dia kekuatannya di APD dan itu juga berangkat dari sumbangan donasi dari beberapa orang, lembaga serta APBN melalui APBD kita dan ditambah dari dana Revocusing yang dikelola oleh Dinas Kesehatan bahwa

"Sementara ini bisa mencukupi untuk kebutuhan operasional RSAM," tegasnya.

Ditanya besaran anggaran yamg dibutuhkan untuk satu orang pasien berapa? Saya tidak menghitung secara detail sebab di kita itu melayani secara general dalam satu ruangan. Yang jelas kita bisa melihat bagaimana APD yang dibutuhkan.

"Satu sif itu ada tiga orang perawat seperti Dokter dan itu APD nya sekali pakai dan dikali tiga sekali sif. Karena APD ini paling urgensi dan tidak bisa di tawar tawar dengan level 3 dengan standar yang betul betul memenuhi standar pelayanan covid, pungkasnya. (Ikhw@N)
Download
Menunggu Lama Hasil Swab, Hambat Pemulangan Pasien

0 Response to "Menunggu Lama Hasil Swab, Hambat Pemulangan Pasien"

Posting Komentar