Kasus Mandek di Kepolisian, Mantan Kades di Lobar Diduga Ditipu Oknum Polisi


H. Tauni Korban Penipuan Tengah Menunjukan Surat Pernyataan dan Surat Laporan Ke Polda Serta Kwitansi Lengkap Dengan Materai Yang Disertai Tanda Tangan dan Stempel Oknum

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Mantan Kepala Desa (Kades) di Lombok Barat H Tauni bersama kakaknya H.  Asmuni diduga ditipu oleh oknum anggota polisi insial SP yang bertugas di wilayah Lobar. Dugaan penipuan ini berawal dari jual beli kendaraan korban yang  dilakukan oknum tersebut, namun sampai saat ini belum juga memberikan uang pembayaran mobil itu ke korban. Sehingga korban pun melaporkan kasus ini di Polsek, Polres Lombok Barat hingga di Polda, namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut penyelesaian.

H Tauni melalui konfrensi pers nya mengemukakan, dugaan penipuan dialaminya berawal dari jual beli mobil L300 akhir tahun 2014. Ia membeli mobil lengkap dokumen BPKB dari oknum tersebut senilai Rp 100 juta, uang pembelian berasal dari dirinya dan kakaknya (H Asmuni). Sekitar dua pekan setelah jual beli itu, oknum datang ke rumah korban untuk menawarkan menjual lagi kendaraan tersebut. Karena atas iming-iming ada pembeli yang bersedia membeli kendaraan itu diatas Rp 100 juta, ia pun bersedia menjual kendraaan melalui perantara oknum tersebut. Selang dua-tiga hari kemudian, oknum  itu menyampaikan ke dirinya bahwa kendaraan tersebut jadi terjual sehingga ia pun menyerahkan BPKB ke oknum tersebut.

“Karena kita percaya oknum ini aparat (polisi), sehingga saya serahkan semua kelengkapan STNK dan BPKP,” jelasnya.

Harganya saat itu kata H. Tauni disebutkan Rp115 juta. Setelah dibawa kendaraan dan BPKB, oknum ini malah menghilang. Pihaknya berkali-kali menagih oknum tersebut, bahkan ia nyanggong menunggu korban namun hasilnya nihil. Sampai tahun 2015 awal, oknum ini membuat kwitansi senilai Rp 135 juta, dimana dalam kwitansi itu menerangkan bahwa titipan sementara sampai tanggal 16 Maret 2015. Karena tak kunjung mendapatkan hasil, ia pun melaporkan kasus ini ke Polsek Gerung sekitar tahun 2018. Namun tidak ada perkembangan, akhirnya awal tahun 2019 ia melapor ke polres Lobar. Laporan ini pun ditangani oleh Propam dan dialihkan ke Reskrim.

"Di polres pihaknya dengan korban dimediasi. Dimana hasilnya, oknum membuat surat pernyataan ditandatangani materai 6000.

Dalam surat pernyataan itu lanjut dia, oknum  sanggup mengembalikan uang milik korban sejumlah Rp 100 juta dalam tempo tiga bulan terhitung sejak dikeluarkannya surat pernyataan itu. Apabila oknum tidak mengembalikan uang tersebut ke korban dalam jangka waktu tiga bulan, maka oknum sanggup diproses secara hukum yang berlaku. Bahkan oknum sebagai penanggung jawab utama sanggup diproses secara disiplin.

“Tapi di polres tidak bisa diselesaikan, akhirnya saya bawa ke polda Juli 2019, hampir setahun sudah ini,” kesal dia.

Sampai sekarang kata dia, belum ada perkembangan. Pihak kepolisian menganggap kalau ada kelemahan dari dokumen korban, karena barang bukti, indentitas kendaraan tidak ada. Namun seharusnya bisa dilacak oleh aparat. Informasi yang ia peroleh kendaraan ini ada di Lotim sudah dijual ke makelar.

“Saya berharap uang saya dikembalikan, dan oknum dihukum sesuai surat pernyataannya,” pintanya.

Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi terkait laporan warga ini pihaknya belum mengetahui hal ini. Pihaknya berjanji akan mengecek lebih lanjut masalah ini.

“Saya baru (jadi kasatreskrim), nanti saya cek,” tegas dia.

Ia pun meminta foto laporan polisi agar bisa dilacak oleh pemda. Terkait langkah kepolisian, ia mengaku belum tahu berkas laporan tersebut karena ia baru menjabat tahun 2020.

”Bar kami cek dulu,” paparnya. (Ikhw@N)
Download
Kasus Mandek di Kepolisian, Mantan Kades di Lobar Diduga Ditipu Oknum Polisi

0 Response to "Kasus Mandek di Kepolisian, Mantan Kades di Lobar Diduga Ditipu Oknum Polisi"

Posting Komentar