Gali Potensi PAD, DKP Lobar Garap BBI Diluar APBD


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat Ir. Lalu Sukawadi

Lombok Barat (Insidelobar.com) -

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat memaksimalkan penerimaan PAD dari sektor budidaya perikanan darat, salah satunya dengan mengembangkan Balai Benih Ikan (BBI) yang dimiliki Pemda. Pihak DKP memamksimalkan BBI ini dengan menggandeng pihak ketiga sehingga tidak membenani APBD.

Kepala DKP Ir L Sukawadi ditemui di ruang kerjanya mengatakan, genjot peningkatan PAD, Pemerintah Daerah Lombok Barat bermitra dengan pihak ke tiga, untuk bekerjasama dalam mengelola benih ikan yang unggul dan berkualitas. Menggali potensi PAD tersebut, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki obyek garapan lahan BBI yang ada di Gontoran seluas 1,5 hektar . Selain itu, Pemda juga mempunyai pasar benih yang ada di Sigerongan seluas setengah hektar.

“Keberadaan BBI ini memang tujuannya untuk meningkatkan PAD dari penjualan benih ikan,”jelas dia.

Untuk memaksimalkan PAD dari pejualan benih ikan saja dinilai cukup, namun pihaknya berinovasi bagaiamana agar BBI tanpa menggunakan APBD. Sehingga pihaknya pun bermitra dengan pengusaha dari luar daerah. Dimana pengusaha luar membantu dari sisi bibit unggul dan pakan.
Pihak mitra kerja ini ingin membantu bibit dengan system monosek dengan masa panen tiga bulan dengan hasil tinggi dan bagus. Tahap pertama ini, pihaknya akan menggarap system monosek ini. Ia berharap dengan pengembangan system budidaya ini maka kebutuhan benih bisa cepat tersedia dengan kualitas yang bagus. Pihaknya akan mengembangkan system ini di kolam yang tak produktif di BBI tersebut. Sebab, bibit lokal yang dimiliki saat ini sudah jarang diminati warga untuk dipelihara.
Selain menyediakan benih, pihaknya juga ingin menyiapkan ikan segar untuk kebutuhan konsumsi.

“Kami kerjsama juga dengan mitra usaha ini untuk kebutuhan pakan,” imbuh dia.

Diakui, selama ini untuk bisnis ikan ini terbentur dengan pakan namun dengan mitra ini bisa membantu dan tidak merugikan. Kerjasama mitra ini pun tidak merugikan, namun menguntungkan daerah. Karena pihak mitra usaha hanya dibayar biaya benih dan pakan saja sedangkan untung dari penjualan masuk ke daerah sebagai PAD. Sehingga ia optimis dengan program ini mampu menggenjot PAD.
Pihaknya juga akan lebih memaksimalkan fungsi BBI ini, disamping untuk menghasilkan PAD juga melayani dan membantu masyarakat baik untuk pakan dan benih.  Ia menambahkan, target PAD di DKP mencapai Rp 350 juta yang tercapai sekitar 50 persen. Ia optimis dengan sisa waktu enam bulan kedepan target PAD ini bisa tercapai.

“Salah satu sektor paling besar PADnya adalah BBI, ini kami terus maksimalkan dengan tidak bergantung dari APBD (tidak membebani APD),” tandasnya. (Ikhw@N)
Download
Gali Potensi PAD, DKP Lobar Garap BBI Diluar APBD

0 Response to "Gali Potensi PAD, DKP Lobar Garap BBI Diluar APBD"

Posting Komentar