Tak Masuk Data BDT, Pemdes Kediri Induk Prioritaskan BLT Bagi Nenek Kalsum


Nenek Kalsum Lansia Asal Dusun Karang Bedil Desa Kediri Induk

Lombok Barat (Insidelobar.com) -Lansia asal Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri tidak masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sehingga nenek lansia yang kondisinya sangat memperihatinkan ini tidak masuk sebagai penerima bantuan Covid-19 dari pemerintah, baik dari bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang  Pemerintah Provinsi maupun JPS Mantap Kabupaten Lombok Barat.

Namun diketahui dari pernyataan Pemerintah Desa Kediri Induk, bahwa nenek Kalsum ini bukan tidak dihiraukan untuk diberikan bantuan terdampak covid yang dimaksud, namun pihaknya justru peruntukan bantuan nantinya melalui BLT yang nilainya lumayan lebih besar dari pada bantuan lainnya. Sebab pada proses peruntukan alokasi DD melalui BLT, nenek ini akan diprioritaskan.
Kades Kediri Induk Fadholi Ibrahim Saat Di Wawancara Di Kantor Desa 

Kepala Desa Kediri Induk Fadholi Ibrahim mengakui bahwa masyarakat atas nama Nenek Kalsum memang tidak masuk dalam data DTK atau BDT, akibatnya nenek Kalsum dan anaknya tidak masuk sebagai penerima bantuan baik itu JPS Gemilang maupun JPS Mantap.

"Memang nenek ini tidak masuk dalam data BDT, tetapi kita prioritaskan di penerima BLT Desa," tegasnya.

Hasil dari musyawarah dengan para Kadus memang disiapkan, nenek tersebut sebagai penerima BLT desa agar nilai yang diterima lebih besar dari masyarakat yang menerima bantuan dari pemerintah.

"Nenek ini justru kita berikan prioritas agar mendapatkan dana BLT yang lebih besar," ujarnya.

Dikatakan Fadholi, ada dua warganya yang kondisinya seperti ini, yang rumahnya dalam kondisi tidak layak huni, pihak Desa beberapa waktu lalu sudah beberapa kali akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah, namun tetap ditolak, karena mereka tidak ada biaya untuk penambahan, sebab biaya pembangunan rumah layak huni harus dikerjakan secara swadaya.

"Kita sudah tawarkan, namun ditolak," tuturnya.

Pihak desa akan berusaha untuk memberikan bantuan penuh kepada nenek Kalsum, jika memang tidak memiliki anggaran untuk menambah biaya swadaya. Polanya nanti mungkin bisa dibangun kerjasama dengan semua perangkat desa dengan membangun rumah semi permanen yang lebih layak untuk ditinggali, lengkap dengan listrik dan fasilitas MCK.

"Pemasangan jaringan listrik juga sudah kami tawarkan, namun ditolak juga," ujarnya.

Saat media ini datang ke kediaman nenek Kalsum di kediaman di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Induk, kondisi tempat tinggalnya cukup memprihatinkan, rumah dengan tembok dari tanah, dengan lantai tanah yang ukurannya kurang lebih sekitar 3X3 meter ini dalam kondisi yang sangat memperihatinkan.

Rumah tersebut ditempati bersama anak satu-satunya Mukhlis.
Tidak ada jaringan listrik, tidak ada jamban, tidak ada kompor, yang ada hanya peralatan dapur seadanya yang terbuat dari bambu atau bedeq.

Anak Nenek Kalsum menuturkan, keberadaan rumah yang ia tempati ini memang kondisinya sudah seperti ini sejak lama, Pemerintah beberapa kali menawarkan untuk dilakukan perbaikan dengan pola swadaya, namun karena dirinya tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak ada biaya untuk menambah biaya, penawaran bantuan perbaikan rumahnya di tolak.

"Saya tidak ada uang kalau diberikan bantuan perbaikan rumah, apa saya pakai nambah kekurangan, makanya saya tidak mau," tuturnya.

Tetapi jika Pemerintah bersedia untuk memberikan dirinya bantuan perbaikan rumah secara keseluruhan, maka dirinya bersedia untuk menerima bantuan perbaikan rumah.

"Kalau diberikan bantuan tarima jadi, saya mau untuk terima," ungkapnya.

Ia tidak berharap dibangunkan rumah yang bagus, ia meminta agar rumah yang dibangun sesuai dengan ukuran rumah yang sekarang ia tempati, tanpa ada perubahan atas dibuat mewah.

"Jangan dibuat bermodel, cukup seperti ini saja, yang penting lebih bagus," harapnya.

Ia mengungkapkan, perhatian dari pemerintah sudah sering didapatkan, dalam berbagai bentuk bantuan uang diberikan kepada dirinya, terutama bantuan yang berupa sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Mukhlis, mengakui dirinya tidak ada pekerjaan tetap dan tidak ada penghasilan tetap.

"Kalau perhatian dari pemerintah sering diberikan," ujarnya.

Kadus Karang Bedil Musta'an menuturkan, bahwa nenek Kalsum ini orangnya sedikit sepesial, karena dirinya tidak mau sembarangan menerima bantuan dari pihak lain, ketika ada bantuan yang diberikan kepada, nenek Kalsum cukup cerewet bertanya, bantuan itu dari mana, kenapa diberikan kepada.

"Ini nenek sangat selektif menerima bantuan, dia tidak mau sembarangan terima bantuan," tuturnya (Ikhw@N)
Download
Tak Masuk Data BDT, Pemdes Kediri Induk Prioritaskan BLT Bagi Nenek Kalsum

0 Response to "Tak Masuk Data BDT, Pemdes Kediri Induk Prioritaskan BLT Bagi Nenek Kalsum"

Posting Komentar