Penyumbang Banyak Reaktif dan Positif, Pemkab Dorong Masyarakat Kramajaya Tingkatkan Kesadaran



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Menyandang predikat sebagai zona merah, tapi belum mampu
sepenuhnyar menyadarkan warga untuk busa mengaplikasikan phisical distancing. Padahal, Desa Kramajaya
Kecamatan Narmada misalnya, meski sebenarnya tiga orang warga di desa ini dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab serta tujuh orang lainnya reaktif.

Tak ingin tinggal diam, Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, dan Desa terus melakukan sosialisasi termasuk melalui himbauan para tokoh agama terutama untuk menyetop sementara aktivitas sholat Jum'at di masjid.

Kepala Puskesmas Narmada dr. I Dewa Gde Ngurah Agung saat sosialisasi pencegahan Covid 19 di Kantor Desa Kramajaya bersama Satgas Kabupaten Lombok Barat, Jumat (8/5), mengatakan Desa Kramajaya merupakan desa yang paling banyak terpapar Covid-19. Sebanyak 23 Jamah Tabligh sudah melakukan rapid test. Dari hasil rapid test ditemukan 10 orang reaktif.

"Serelah kami lakukan swab, hasilya diketahui tiga orang diantaranya dinyatakan positif. Dankini tengah dirawat di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM)," jelasnya.

Untuk itu, ia meminta dukungan dan kerjasama masyarakat terutama terkait kesadaran agar bisa bersatu melawan penyebaran virus ini. Dengan begitu, tidak ada lagi korban terpapar lainnya yang terkena Covid-19.

"Ayo bantu kami, agar bus mengedepankan phisical distancing," ajaknya.

TGH. Subki Sasaki, Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Barat mengakui masyarakat Lombok Barat masih banyak yang melakukan solat Jum'at seperti yang terjadi di Gunungsari dan Kramejaya. Namun ia tidak berkecil hati langkah pencegahan terus dikampayekan agar masyarakat benar-benar paham dengan bahaya Covid 19.

“Kita beragama dan bernegara selain mentaati Printah Allah dan Rasulnya kita juga harus mentaati Himbauan Pemerintah. Sikap kita harus menjadi warga negara yang baik mendengar dan mentaati himbauan pemerintah. Konteks beragama dan bernegara itu satu konteks," jelas Subki.

Oleh karena itu kata dia, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama Warga Desa Kramajaya yang saat ini masih melakukan Salat Jum'at di masjid untuk mentaati serta mematuhi himbauan pemerintah.

"Jika situasi normal syariat Islam dijalankan, tapi kalau abnormal artinya ada bahaya wabah virus yang dapat menularkan ke orang lain syariat Islam bisa tidak dilaksanakan seperti Salat Jum'at. Karena menjaga keselamatan jiwa itu lebih penting,"ujar Subki.

Sementara, Plt Camat Narmada  Muhammad Busyairi mengatakan,  sosialiasi di Desa Kramajaya sering dilakukan. Selain dengan mengundang warga ke Kantor Camat Narmada, sosialisasi juga langsung ke masjid bersama TGH.Yusi Adnan.

"Seharusnya ini sudah masuk ke penindakan karena tugas Satgas selesai minggu lalu. Ini karena permintaan Kepala Desa kami hadir bersama satgas Kabupaten, namun jika masih tidak didengar dimana wibawa Pemerintah. Bupati juga tidak ingin ada tokoh masyarakat kyai yang dibawa oleh polisi, bupati kita masih humanis. Untuk itu tolong dipahami," tegas Busyairi.

Wakapolsek Narmada, Iptu Putu Pustrika juga dengan tegas meminta masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah karena apa yang dilakukan pemerintah semua sudah dipikirkan.

"Dengan hormat saya minta tolong ikuti himbauan pemerintah.  Tokoh masyarakat,  tokoh agama dengarkan himbauan Pemerintah," cetus Pustrika.
Ucapan sama juga disampaikan M. Yuni P, Danramil Narmada.

"Patuhi himbauan Pemerintah. Pemerintah tidak menghalangai masyarakat beribadah tapi semata-mata pemerintah sayang dengan masyarakat," imbuhnya. (Ikhw@N)
Download
Penyumbang Banyak Reaktif dan Positif, Pemkab Dorong Masyarakat Kramajaya Tingkatkan Kesadaran

0 Response to "Penyumbang Banyak Reaktif dan Positif, Pemkab Dorong Masyarakat Kramajaya Tingkatkan Kesadaran"

Posting Komentar