Dugaan Traffiking Di Tempat Hiburan Malam, Pemda Ancam Cabut Ijin


Sekretaris Tim Pengendali Perizinan Lobar H. Lalu Winengan

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Pemda Lombok Barat mengancam akan mencabut izin pengelola Hiburan yang terbukti melakukan pelanggaran, mempekerjakan pekerja dibawa umur. Konsekuensi tersebut, sebagai langkah tindaklanjut hasil pengungkapan kasus oleh Satuan Polres Lobar atas dugaan eksploitasi (memperkerjakan) pekerja dibawah umur di salah tempat hiburan  beberapa waktu lalu. Pemda mendesak agar semua Pihak yang terlibat diusut tuntas secara hukum.

Sekretaris Tim Pengendali Perizinan Kabupaten Lobar, HL Winengan menegaskan, oknum mami yang sudah ditangkap Polisi bekerjasama dengan mami salah satu cafe merekrut tiga orang pekerja  Dibawah umur (15 tahun red).

"Harus diusut tuntas dan dihukum berat bagi siapapun yang memperkerjakan pekerja dibawah umur," tegas wakil ketua PWNU NTB ini.

Pengungkapan kasus ini terjadi beberapa bulan Lalu oleh polres. Mereka dibawa dari Jawa ke Senggigi. Pekerja ini kemudian melarikan diri dari tempat penampungan. Lalu pihak Polres berhasil menangkap tiga orang. Ia berharap agar para pelaku segera diungkap, entah itu kalau ada pihak lain yang terlibat. Saat ini tiga pekerja tersebut masih di polres untuk ditampung menunggu persidangan.

"Korban pun berharap agar segera dilakukan sidang sebab kasihan korban yang menunggu lama," ujarnya.

Sikap Pemda sendiri tegas kata Winengan, pihaknya selaku tim pengendali perizinan bisa mencabut izin hiburan dan tidak menerbitkan izin kalau dilakukan perpanjangan.

"kami dari pengendali perizinan akan mencabut izin hiburan itu," tegas Kepala Disperkim Lobar ini.

Sebelumnya, Aparat Polres Lobar membekuk tiga orang yang diduga pelaku tindak pidana eksploitasi anak dan perdagangan orang (Human Trafficking). Penangkapan dilakukan karena ke tiga pelaku diduga memperkerjakan anak di bawah umur di salah satu tempat hiburan atau kafe di kawasan Senggigi Lobar.

Kapolres Lobar melalui Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Siddik mengungkapkan, bahwa korban dari ketiga pelaku adalah dua orang masing-masing N dan M yang keduanya berasal dari Cianjur Jawa Barat. Sebelum ditangkap terangnya, kedua korban awalnya ditampung di penampungan, namun akhirnya melarikan diri. Korban yang melarikan diri atas nama M meminta bantuan ke security untuk melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

”Korban melarikan diri, setelah berhasil lari minta bantuan ke security untuk melapor ke pihak kepolisian,” ungkapnya. (Ikhw@N)
Download
Dugaan Traffiking Di Tempat Hiburan Malam, Pemda Ancam Cabut Ijin

0 Response to "Dugaan Traffiking Di Tempat Hiburan Malam, Pemda Ancam Cabut Ijin"

Posting Komentar