Dua Pejuang Medis Lombok Barat Terjangkit Positif Corona



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Garda terdepan dalam penangan virus corona, tim medis menjadi sosok yang lebih rawan terinfeksi. Seperti saat ini, Dijetahui dua tenaga medis yang bertugas di  Lombok Barat dinyatakan positif corona. Mereka kini menjalani perwatandan tengah di isolasi. Sedangkan 10 orang tenaga medis lainnya tengah intens mengikuti Protokoler kesehatan dengan di karantina selama dua pekan.

Awan mendung menggelayuti dunia kesehatan di Kabupaten Lombok Barat. Saat para pejuang medis berjibaku dengan penanganan Covid 19,

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengumumkan, sudah dua orang tenaga medis telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid -19.

"Kondisi terkini menjadi sangat dilematis, dua orang para pejuang atau tenaga medis di Lombok terjangkit positif Covid-19. Selanjutnya 10 tenaga medis lainnya saat ini masih dikarantina untuk dua minggu ke depan," ungkapnya.

Melihat penyebarannya saat ini kata Fauzan, sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab sampai saat ini, sebanyak 92 orang terinfeksi walaupun sebagiannya telah sembuh.

"Dua di antaranya tenaga kesehatan. Sebelumnya tenaga kesehatan kita sudah dikarantina 10 orang. Ini artinya tenaga medis kita bagi penanganan Covid-19 di Lobar berkurang 12 orang. Dalam kondisi tenaga kesehatan yang minim, maka dibutuhkan usaha yang lebih lagi untuk pencegahan,” kata Bupati Lobar.

Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong dan mewanti agar masyarakat agar tidak menyepelekan ancaman bahaya Covid-19 ini. Kita khawatir kalau masyarakat tetap abai,  tak peduli dengan protokol kesehatan,  justru penyebaran virus di daerah kita ini akan semakin meluas, tegas Fauzan.

Bupati mengambil kasus kota di Pulau Jawa yang juga sudah banyak tenaga medisnya terkena Covid-19 ini dan saat ini mengalami kekurangan tenaga medis.

"Karena itu kita minta kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap himbauan pemerintah,” pinta dia.

Menurut pandangan Fauzan, tidak ada wilayah di Lombok Barat yang pasti zona hijau.

"Jadi ini peran masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ujarnya.

Dia menjelaskan, Jika sampai wabah ini tidak bisa dikendalikan, jangankan Lombok Barat, negara saja bisa bangkrut jika ekonomi tidak berjalan, fokus anggaran hanya untuk Covid 19. Terus bagaimana kita mau membangun dan menghidupkan ekonomi masyarakat?

Bagi Fauzan, memang cukup dilematis bagi pemerintah dalam situasi saat ini. Namun menurutnya, pilihan untuk keselamatan nyawa dari penyakit mematikan ini adalah pilihan yang utama dan realistis bagi pemerintah.

"Itu kenapa kita meminta masyarakat mematuhi himbauan pemerintah. Bukan cuma karena ingin selamat dari bahaya Covid 19, tapi juga biar perekonomian bisa segera pulih," harapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakin dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Barat, H. Ahmad Taufiq Fathoni membenarkan statemen Bupati Lombok Barat.

"Sampai saat ini, Sabtu (23/5) di Lombok Barat sudah ada 92 positif, termasuk 2 tenaga medis kita. 39 orang dinyatakan sembuh setelah di-swab tiga kali, dan 53 orang masih dirawat," terang Fatoni.

Mengenai 10 tenaga medis yang saat ini dikarantina, pihaknya memastikan akan melakukan swab test.

"Kita swab dulu paling tidak sampai tiga kali. Jika secara berturut-turut hasilnya negatif, baru kita bolehkan kembali bertugas," tegas dokter yang istrinya juga merupakan perawat piket di ruang isolasi itu.

Menurutnya dampak tersebut yang paling dikhawatirkan pihak Pemda.

"Jangan sampai karena pelayanan kepada pasien Covid, kita terpaksa mengorbankan pasien lainnya. Fasilitas kita terbatas," keluhnya sambil meminta  masyarakat membantu pemerintah daerah dengan mematuhi protokol Covid 19.

"Kita sangat prihatin jika masyarakat masih tidak peduli dengan ini. Imbas ketidakpedulian itu yang berat," tutup dia. (Ikhw@N)
Download
Dua Pejuang Medis Lombok Barat Terjangkit Positif Corona

0 Response to "Dua Pejuang Medis Lombok Barat Terjangkit Positif Corona "

Posting Komentar