Produksi IKM Di Lombok Barat, Anjlok 50 Persen Akibat Covid

IKM Roti Sukses Desa Jagaraga Induk Kecamatan Kuripan Lombok Barat, Tengah Berjuang dan Bertahan Di Tengah Penyebaran Wabah Covid

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Dampak virus korona berimbas banyak terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta kegiatan industri Kecil Menengah (IKM) di Lombok Barat salah satunya yakni kegiatan usaha Roti Sukses Desa Jagaraga Induk Kecamatan Kuripan anjlok drastis hingga 50 persen.
Bagiamana tidak, akibat pembatasan beraktivitas di luar rumah menyebabkan pelaku IKM kesulitan menjual hasil produknya.

Pelaku IKM Roti Sukses Lalu M. Ikbal yang diwawancara mengungkapkan, usaha roti yang dijalanainya saat ini tengah mengalami penurunan omset sejak kondisi pandemi Covid. Karena jauh sebelum wabah ini menyebar, hasil pasaran produk Roti Sukses miliknya jauh lebih tinggi ketimbang saat ini.

Meski demikian, tidak lantas membuat IKM yang dikelolanya mati dan merumahkan karyawan yang ada. Agar bisa bertahan melawan situasi dan kondisi yang ada, pihaknya mencoba menerapkan pola manajemen pemasaran sistem online dan delivery.

"Kami punya 20 lebih karyawan, semua masih kami aktifkan dan tidak ada yang dirumahkan. Meski tengah mewabah covid ini, tapi kami tetap berusaha jalankan IKM ini agar bisa bertahan," ungkapnya Kamis, (30/4/20).

Mensiasati kondisi ini kata Lalu Ikbal, kita terapkan metode jualan yang tadinya manual atau konvensional dengan pola online atau Dalam Jaringan (Daring). IKM pun menggunakan sistem Delivery (pengiriman) barang kepada warga yang memesan barang melalui online. Metode inipun cukup efektif dan mampu meningkatkan pemasaran produk IKM ditengah kondisi wabah Corona ini.

"Kami rubah pola bisnis pemasaran, karena warga (pembeli) tidak berani keluar, kami pun menggunakan sistem online dan Delivery," jelasnya.

Menurutnya, pola ini sangat efektif. Produk yang dijual melalui online juga lumayan laku keras karena warga mudah mendapatkan barang disaat mereka tidak berani keluar rumah. Karena psikologis masyarakat takut keluar rumah, maka pihaknya pun berupaya memberi solusi dengan mendatangi langsung ke rumahnya.

"Sistem pemasaran semacam ini baru-baru diterapkan semenjak Corona. Penjualan produk dilakukan secara online, dan langsung antar kepada pembeli. Jadi lumayan efektif dan  produknya bisa laku," urainya.

Namun demikian, IKM yang ada tetap mengalami kendala pemasaran, untuk itu, dia meminta berharap proteksi dari Pemda. Sebab dalam kondisi saat ini, dampak Covid-19 dikhawatirkan berkepanjangan sehingga sangat berdampak besar terhadap usaha IKM. Selain itu pinta Ikbal, IKM sangat memerlukan program stimulus agar usahanya tetap bisa berjalan ditengah Wabah ini.

"Apalagi pemerintah bisa membuat produk IKM itu akan membuat sirkulasi pendapatan dari IKM akan sangat bagus," ujar dia.

Mengenai kenaikan harga, sejauh ini  masih dihadapkan dengan lonjakan harga bahan baku untuk pembuatan roti. Bahan tepung, mentega, gula, garam dan raginya. Ini menjadi problem juga.

"Dalam sehari IKM nya dengan biaya produksi sekitar Rp 2 juta," ucapnya.

Semenjak dilanda Covid-19, dirasa terjadi penurunan produksi. Dimana sejak tanggal 18 April lalu, terdapat penurunan sekitar 11 persen. Biasanya, sebelum corona, kebutuhkan tepung untuk produksi mencapai 150 kilogram namun menurun menjadi 135-138 kilogram.

"Terlebih penurunan produk IKM biasanya ketika bulan puasa seperti sekarang," imbuhnya.

Sementara, karyawan IKM Roti Sukses Baiq Silaturahmi menuturkan, varian roti yang dihasilkan dari hasil produk setiap hari yakni roti manis, roti tawar dan ada yang terbaru roti gembong dengan beragam rasa, ada rasa stroberi, cokelat, keju, pandan, tiramisu dan kapucino. Pangsa pasar roti ini tersebar hampir ke seluruh Lombok.

"Menurut saya sangat bagus, sebab Roti Sukses ini sangat enak dan masih banyak peminat di berbagai wilayah yang ada di Lombok bahkan sampai Sumbawa. Variannya berbagai warna dan rasa, pasti banyak yang suka," kesannya.

Ia mengaku mulai bekerja di IKM tersebut sejak 2016, secara ekonomi ia mampu membantu keluarga. Namun sejak adanya dampak corona diakui menyebabkan produksi roti menjadi turun. Karena ia selaku pekerja pun berharap ada bantuan Pemda untuk membantu karyawan.

"Saya harapnya Pemda Lobar bisa intervensi agar andil memberikan pertimbangan khusus untuk para karyawan. Entah seperti apa langkahnya, yang pasti kami butuh perhatian," pintanya.

PLT Kepala Desa Jagaraga Iskandar S.Sos mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi IKM Roti Sukses masih bisa bertahan atau tidak sampai tutup di tengah dampak pandemi Covid saat ini. Pihaknya memanfaatkan sistem Daring untuk promosi, penjualan dan distribusi produk nya setiap hari.

"Kami support dan apresiasi terhadap perjuangan IKM ini apalagi di tengah pengaruh Covid ini," ujarnya.

Menurutnya, Pemda sendiri berkomitmen mengembangkan IKM di daerah setempat seperti ini. Bahkan Pemda ditengah wabah Corona ini menyiapkan bantuan kepada IKM dan UMKM. Kemudian, Pemerintah Desa sendiri lanjut berupaya membantu IKM dalam hal pemasaran, dengan cara membeli produk IKM untuk kebutuhan makan minum pada setiap acara dan rapat di desa.

"Kami akan membeli produk IKM untuk Snack pada setiap pertemuan atau rapat dan acara di desa, itu bentuk dukungan kami,"ujar tutupnya. (Ikhw@N)
Download
Produksi IKM Di Lombok Barat, Anjlok 50 Persen Akibat Covid

0 Response to "Produksi IKM Di Lombok Barat, Anjlok 50 Persen Akibat Covid "

Posting Komentar