Satu Pasien Positif Asal Batulayar Sembuh


Kini Kondisi AR Yang Sebelumnya Positif Dinyatakan Sudah Sembuh Oleh Dokter dan Segere Dipulangkan, Nmun Harus Tetap Menjalankan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari Di Rumahnya 

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Seorang pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Kecamatan Narmada, kini  dinyatakan sembuh. Selama dalam penanganan medis, RA sangat Kooperatif dan sangat disiplin. Pasien berinisial AR (56) asal Kec. Batulayar ini akhirnya sudah dibolehkan pulang dan disyaratkan tetap harus mengikuti isolasi mandiri di rumahnya srkama dua pekan ke depan.

Direktur RSAM dr Aan Putra Suryanatha menjelaskan, pasien berinisial AR masuk ke RSAM tanggal 11 April 2020 setelah dijemput dari tempat karantinanya di Wisma Nusantara, Mataram. Pasien ini telah melalui prosedur yang ketat hingga bisa dipulangkan.
Direktur RSAM dr Aan Putra Suryanatha

“Pasiennya sangat disiplin dan patuh pada protap (prosedur tetap penanganan Covid-19, red),” ujarnya.

Pasien ini, sebutnya, sudah melalui dua kali swab dengan hasil negatif. Swab tersebut dilakukan setelah pemberian protein dan vitamin yang diperlukan.

“Jadi dua kali pemeriksaan negatif, pasien ini dinyatakan sembuh. Pasien akan kita kembalikan tapi tetap menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari,” anjurnya.

Dia berharap, agar pasien ini tetap mendapat pemantauan dari surveilens puskesmas di Batulayar, demikian juga di tingkat desa agar mendapat perlindungan dari masyarakat.

“Saya harapkan pasien ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dan kembali ke masyarakat setelah 14 hari isolasi mandiri,” harapnya.

Harapan penerimaan oleh masyarakat dikatakan dr Aan karena sudah ada pernyataan kuat dari rumah sakit dalam bentuk surat bahwa pasien sudah bisa dipulangkan dan dalam keadaan sembuh.

“Tinggal nanti yang bersangkutan tetap disiplin dari yang bersangkutan untuk tetap mengikuti isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari,” harap dia.

Pasien ini, sebut dr Aan merupakan pasien yang pernah kontak dengan kluster Bogor yaitu pasien pernah menjemput seorang pendeta yang baru datang dari Bogor.

Meski kontak terbatas dan sadar mengantarkan diri ke RS Bhayangkara, kontak dengan istri dan anak RA pun berdampak. Istrinya, RD (54) pun dinyatakan positif dan masih dirawat RSAM. Sementara anaknya sendiri setelah dilakukan rapid test dinyatakan negatif dan sudah dibawa pulang untuk isolasi mandiri.

“Istrinya positif masih kita rawat,” ujar dr Aan.

Pasien positif di RSAM ada 11 orang minus RA yang akhirnya dipulangkan karena sembuh. Sementara pasien dalam pemantauan (PDP) tidak ada di RSAM tapi dirawat dan dikarantina di Sanggar Mutu Gerung. 11 pasien positif Covid-19 tersebut berasal dari empat kecamatan yaitu Narmada, Lingsar, Sekotong, dan Batulayar.

“Sistem sudah ada, dengan adanya tim reaksi cepat, tiap ada yang diduga kuat terinfeksi Covid-19 akan dilakukan penjemputan. Kemudian dilakukan karantina, baru dirujuk ke rumah sakit. Jadi tingkat pertama dilakukan rapid test, kalau positif itu yang dibawa ke karantina sementara untuk dijadwalkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara, RA mengucapkan terima kasih kepada para tim medis dan seluruh jajaran RSAM Narmada beserta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat atas perawatan yang diberikan sejak terdiagnosis terinfeksi Covid-19. RA  berpesan kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan mengikuti prosedur pencegahan Covid-19.

“Covid memang berbahaya namun dapat disembuhkan penularannya, dapat dicegah dengan tetap di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan pakai sabun dan memakai masker keluar rumah,” ajaknya.

Selain itu, RA menghimbau agar jika kontak dengan pasien Covid-19 atau terdapat gejala segera periksakan diri ke puskesmas terdekat dengan memberikan keterangan secara jujur dan ikuti saran tenaga medis dengan disiplin.

Jika saudara-saudara terkena atau terjangkit atau sudah dinyatakan positif, agar tetap kooperatif dengan tenaga medis. Terbuka dan turuti apa yang menjadi aturan para medis dan dokter,” tegas kesannya.

“Hari ini saya dikasi pulang dan dinyatakan negatif dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang sudah diberikan selama saya diisolasi di RSUD Awet Muda, terima kasih atas semuanya, telah menolong saya, semua sangat ramah, dan apa yang saya minta terpenuhi,” ujar RA berkali-kali berterima kasih.

Sebagai pasien yang bisa sembuh, RA menegaskan Covid-19 ini tidak mematikan sehingga masyarakat jangan terlalu terpengaruh dengan media sosial. Bahkan ia mengaku tidak merasakan gejala yang sering diberitakan seperti sesak nafas.

“Kalau saya sadar diri karena pernah kontak dengan penderita Covid-19. Saya sadar waktu itu membawa diri ke Rumah Sakit Bhayangkara. Di situ dilakukan rapid test dan  hasilnya positif dan di bawa ke rumah Sakit Awet Muda Narmada,” ujar dia.

Diisolasi memang rasanya memang membosankan, tapi itu bisa diusir dengan olah raga dan membaca kitab suci.

“Karena saya Nasrani saya mendengarkan lagu-lagu Nasrani dan  membaca al-Kitab  dan bagi yang Muslim bisa membaca al-Qur’an. Saya satu ruangan dengan seorang teman muslim, dia baca al-Qur’an, saya baca al-Kitab,” terangnya. (Ikhw@N)
Download
Satu Pasien Positif Asal Batulayar Sembuh

0 Response to "Satu Pasien Positif Asal Batulayar Sembuh "

Posting Komentar