Pemkab lobar Dorong dan Perketat Pembatasan Sosial Tingkat Desa



Lombok Barat (Insidelobar.com) - Makin meningkatnya rentetan pasien positif virus yang terjangkit di NTB, geliat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat makin gencar mengambil upaya dan tindakan preventif. Terkait penanganan pencegahan penyebaran pandemi Covid misalnya, Pemkab menfasilitasi para pelajar dan para santri Lobar yang berdatangan di luar daerah. Mereka diperiksa dan
dilakukan pemeriksaan kesehatan serta difasilitasi gedung sementara sebagai Pusat Karantina di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari.

Tidak hanya itu, Pemkab tengah berupaya mendorong Pemerintahan  Desa untuk memberlakuan jam malam atau pembatasan sosial di semua Kecamatan yang ada.
Sekda Lombok Barat Dr. H. Baehaqi

Sekda Lombok Barat Dr. H. Baehaqi mengapresiasi inisiatif masyarakat yang melalukan berbagai kegiatan secara mandiri untuk pencegahan penyebaran Covid 19.

"Hal yang membanggakan adalah masyarakat yang mengambil inisiatif. Jam malam misalnya, pihak Desa dan Kecamatan yang memulai. Kita di kabupaten memantau dan membantu," ujar Baehaqi.

Tapi yang terpenting imbuh dia, pembatasan sosial ini harus digalakkan oleh desa, karena itu dianggapnya efektif untuk mengurangi resiko penyebaran.

"Saya salut sama desa yang mempunyai bakat strategi seperti ini. Kalau bisa, ada desa lain yang ikut berinisiatif menggalakan strategi semacam ini," kesannya.

Hasil pantauan dan laporan para camat ke Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Tingkat Kabupaten Lombok Barat, yakni Camat Kediri dan Camat Batulayar, mereka bersinergi memperkuat pergerakan untuk  menangkal potensi jalannya virus  dengan melakukan pembatasan akses menuju kawasan Batulayar. Kemudian Di tempat Camat Labuapi serta Camat yang lain juga melaporkan hal yang sama yaitu melakukan patroli terhadap aktivitas warga.

Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Nadjib mengutarakan, baru Minggu kemarin (12/4/20), Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Lombok Barat memaksa 21 orang tenaga kerja asal Tasikmalaya yang akan bekerja membangun madrasah di Mendawe Kedaro Sekotong.
.
“Posko Satgas Lombok Barat standby 24 jam di BIZAM (Bandara, red). Pagi ini kita drop tujuan ke Lombok Barat sebanyak 21 orang berasal dari Jawa Barat Tasik untuk diatensi menuju SKB Gunung Sari,” ungkap

Selang beberapa lama kemudian, terbesik kabar terbaru bahwa, akan ada rombongan para santri yang mendarat secara bergelombang berasal dari sebuah Pondok Pesantren terkemuka di Jawa Timur. Dari sekian banyak santri lanjut Najib, terdapat 16 orang santri yang berasal dari Lombok Barat dan masih akan datang lagi di rombongan berikutnya.

"Dua rombongan ini, kemudian kami bawa ke SKB Gunung Sari untuk segera dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan dan akan dikarantina," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Ahmad Taufiq Fatoni menyebutkan, sesuai prosedur, kepada rombongan ini semuanya akan dicek suhu tubuhnya. Jika diketahui normal-normal saja, maka mereka diminta bersama orang tuanya membuat kesepakatan untuk melakukan isolasi mandiri paling sedikit selama 14 hari.

Selain pemeriksaan kesehatan bagi rombongan, saat ini di Pelabuhan Lembar pun ditetapkan ada satu posko satgas yang bekerja 24 jam guna melakukan pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan, baik kepada para penumpang, bus, maupun kendaraan lainnya, tutupnya.

Selain itu, langkah pencegahan lain juga ditempuh oleh para Camat untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid 19. Seperti yang dilakukan oleh Camat Kediri dalam 3 malam ini, pihaknya telah melakukan pembatasan akses masuk ke wilayah Kecamatan Kediri.

“Hal ini tidak untuk menghambat lalu lintas, tapi untuk memantau pembatasan aktivitas warga terkait dengan beberapa desa yang memberlakukan jam malam,” terang Camat Kediri Hermansyah. (Ikhw@N)
Download
Pemkab lobar Dorong dan Perketat Pembatasan Sosial Tingkat Desa

0 Response to "Pemkab lobar Dorong dan Perketat Pembatasan Sosial Tingkat Desa"

Posting Komentar