Langkah Preventif Warga BTN Reyan Pondok Indah, Swadaya Bangun Posko Perketat Pemeriksaan


Kaling Bersama Babinkamtibmas warga Lingkungan BTN Reyan Pondok Indah Berjaga-Jaga Di posko Dalam Upaya Mencegah Penyebaran Virus Corona

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat di Lombok Barat untuk mencegah penyebaran covid-19. Tanpa menunggu pemerintah, masyakarat secara mandiri dan swadaya melakukan berbagai tindakan pencegahan. Seperti yang dilakukan warga marsyarakat di lingkungan BTN Reyan Pondok Indah kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung. Mereka membangun posko dari hasil urunan secara swadaya.

Pokso yang dilengkapi tempat cuci tangan dan alat penyemprot disinfektan ini disiapkan untuk memperketat pemeriksaan Bagi warga yang keluar masuk di BTN berpenghui sekitar 427 KK tersebut. Penjagaan pun dilakukan 24 jam oleh warga dibantu oleh Babinkamtibmaspol setempat.

Kepala lingkungan BTN Reyan, Saefudin mengatakan, sebagai upaya menindaklanjuti imbauan pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam  pencegahan penyebaran virus Corona,  warga setempat berinsiatif membuat posko jaga untuk memperketat pemeriksaan warga yang keluar masuk.

"Ini insiatif dari warga kami di lingkungan BTN reyan pondok indah, membuat pos pengamanan dan menyiapkan tempat cuci tangan serta penyemprotan disinfektan. Jadi setiap orang yang masuk harus cuci tangan dulu," terang Saefudin Kamis, (9/4/20).

Penyiapan Pokso jelas Saefudin, sudah difasilitasi dan dilengkapi wadah untuk cuci tangan sebagai langkah antisipasi setiap warga baik dari BTN maupun warga luar yang masuk. Sehingga memungkinkan warga yang masuk dalam keadaan steril.

"Kami ingin memastikan setiap yang masuk di lingkungan BTN, selalu dalam kondisi terjaga dan steril.

Posko ini lanjut dia mulai di bangun sejak sepekan terakhir, dimana biaya untuk pembuatan pos, cuci tangan dan penyemprotan dari hasil urunan warga dibantu oleh aparat Babinkamtibmaspol setempat.

"Secara swadaya, warga mengumpulkan uang untuk membeli semua perlengkapan yang ada," ungkapnya.

Sampai kapan posko ini disiagakan? Menurutnya bisa saja jangka panjang melihat kondisi perkembangan wabah Corona. Ketika pemerintah menetapkan kondisi sudah aman maka tentu posko ini akan dibongkar.

"Kami akan lihat perkembangan, bisa saja jangka panjang tergantung keadaan nantinya, kalau kondisi belum aman kami lanjutkan,," jelas Kaling yang berprofesi sebagai guru ngaji Ini.

Ia berharap dengan adanya langkah cegah yang dilakukan secara sinergitas oleh warga ini, masyarakat setempat bisa terhindar dan masyarakat Indonesia secara umum, terjaga dari wabah Covid 19. Terkait dengan jumlah  penduduk di BTN itu sendiri sebanyak 1500 dengan jumlah KK 427.

"Ini juga upaya kami mencegah  warga dari luar yang kami tidak tahu apakah terpapar atau tidak, kontak dimana saja," tegas dia.

Dikatakannya, sejauh ini di lingkungan BTN setempat terdapat 15 warga berstatus ODP dikarenakam mereka mempunyai riwayat perjalanan dari luar daerah yang terkena zona merah Corona. Dari jumlah itu ada delapan orang dinyatakan selesai dalam pengawasan, sedangkan sisa baru tiba dari Surabaya. Mereka diberikan edukasi agar isolasi mendiri di Rumah menghindari hal-hal yang diinginkan.

"Hingga hari ini, warga yang dimaksud tetap dipantau oleh pihak kesehatan, Kaling bersama TNI-Polri, tandasnya. (Ikhw@N)
Download
Langkah Preventif Warga BTN Reyan Pondok Indah, Swadaya Bangun Posko Perketat Pemeriksaan

0 Response to "Langkah Preventif Warga BTN Reyan Pondok Indah, Swadaya Bangun Posko Perketat Pemeriksaan "

Posting Komentar