Imbas Corona, Hotel Di Lobar Mulai Rumahkan Karyawan


Nampak Hotel Hotel Kawasan Senggigi Ditinggal Sepi Imbas Virus Corona

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Kepala Dinas Pariwisata kita Lombok Barat H. Saeful Ahkam menyatakan,
penyebaran wabah virus corona belakangan ini, telah menekan sejumlah besar usaha bidang perhotelan di kawasan Senggigi.
Imbas pandemi covid ini, banyak yang mulai merumahkan karyawan.

Pengusaha perhotelan tidak punya pilihan lain selain kebijakan tersebut.
Sedikitnya 1.316 karyawan di 17 hotel  kawasan Lombok Barat harus dirumahkan akibat merebaknya Covid-19.

"Menurut data dalam himpun cepat kemaren, ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya akupansi akibat virus Corona," ungkapnya saat
melakukan pengecekan kondisi terkini di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Sabtu (4/4/2020).
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saeful Ahkam

Sampai hari ini sebut Ahkam,  setidaknya ada 7 hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu.  Dan kebijakan merumahkan karyawannya pun terpaksa disikapi oleh manajemen hotel, agar mereka bisa bertahan di masa yang sulit ini.

"Tidak hanya hotel, tapi termasuk usaha hiburan, restoran dan jasa usaha wisata lainnya. bisa jadi akan mengambil kebijakan yang sama," terang Ahkam.

Ahkam mengaku akan terus berusaha menghimpun data tersebut sebagai basis data bagi pemerintah untuk mengkaji penanganan dampak sosial ekonomi dari wabah virus Corona itu.

"Kita akan komunikasikan ke Pemerintah Pusat melalui Provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja," paparnya.

Pasca maklumat dari Pemerintah, Kawasan Senggigi yang menjadi primadona wisata di Lombok Barat ini ko kondisinya seperti mati akibat edaran untuk mengantisipasi wabah virus Corona.

"Semua usaha hiburan tidak ada yang buka,  restoran pun banyak yang tutup, hanya beberapa restoran kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka tapi tidak melayani makan di tempat," ujar dia.

Ditanya soal stimulus kemudahan atas kewajiban pajak dan retribusi bagi usaha pariwisata, pria yang juga pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol itu belum bisa memastikan apakah akan ada stimulus keringangan bagi mereka yang menjadi wajib pajak dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

"Pariwisata ini salah satu penyumbang PAD (pendapatan asli daerah, red) bagi Lombok Barat. Keputusan Pemerintah Pusat, hanya KEK Mandalika yang mendapat kemudahan soal pajak, Senggigi tidak," tegas Ahkam.

Namun seperti halnya saat bencana gempa dahulu, Ahkam menduga bisa jadi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak pelaku pariwisata.

"Saya tidak tahu pasti, tapi yang paling mungkin itu keringanan soal waktu, denda, atau bahkan pengurangan pada item pajak retribusi tertentu," tutupnya. (Ikhw@N)
Download
Imbas Corona, Hotel Di Lobar Mulai Rumahkan Karyawan

0 Response to "Imbas Corona, Hotel Di Lobar Mulai Rumahkan Karyawan "

Posting Komentar