Disinyalir, Pengadaan Masker Minim Libatkan IKM Lokal


Ketua KNPI Kecamatan Batulayar Zulfan


Lombok Barat (Insidelobar.com) - Warga Lombok Barat mempertanyakan komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam melibatkan pelaku IKM dalam hal ini penjahit lokal untuk pengadaan Masker. Pasalnya, pengadaan ribuan masker oleh OPD justru mengambil produk luar daerah. Padahal banyak IKM di wilayah Lobar yang membuat Masker namun mimin dilibatkan atau diserap oleh OPD. Kondisi ini bertentangan dengan komitmen pemerintah yang ingin memberdayakan pelaku IKM lokal ditengah kondisi wabah Corona yang menyebabkan perekonomian warga dibawah lumpuh.

Warga sekaligus Ketua KNPI Kecamatan Batulayar, Zulfan menerangkan, wacana pemberdayaan UMKM dan IKM dinilai masih sekadar wacana pemanis bagi pelaku usaha kecil ditengah wabah Corona. Padahal  kata dia, ditengah persoalan pandemi Covid-19 ini pelaku UMKM dan IKM sangat berharap uluran tangan pemerintah, bukan hanya tentang sembako namun juga tentang keberlangsungan usaha mereka yang pada akhir-akhir ini mengalami penurunan omset. Bahkan pelan-pelan akan mati. Riuhnya pengadaan APD berupa masker yang didengungkan menjadi angin segar bagi mereka yang bergelut dibidang itu.

Contoh kecil saja kata pria yang aktif sebagai pegiat kemanusiaan ini, para penjahit yang berharap ada yang menggunakan jasa mereka untuk menjahit guna mendapatkan penghasilan untuk makan, uang belanja sehari-hari namun nyatanya minim sekali dilibatkan.

"Ironis informasinya di Lobar justru memesan masker di luar daerah dengan alasan penjahit didaerah tersebut tidak mampu untuk mengadakan masker dengan jumlah banyak,"tegas pegiat Lembaga swadaya masyarakat Kasta Lobar ini mempertanyakan.

Menurutnya, kalau boleh membandingkan antara pemerintah dengan NGO tentu sangat jauh berbeda. Contohnya saja, Endri's Foundation yayasan yang dipimpin oleh Endri Susanto KLU ini mengadakan program yang disebut #masker4million. Dalam pembuatan Masker tersebut, justru tidak pernah kekurangan penjahit, bahkan penjahitnya yang selalu kekurangan kain untuk membuat masker.

"Itupun dikerjakan dengan swadaya, beribu-ribu masker yang sudah jadi kemudian langsung penjahitnya yang bagikan ke masyarakat setempat," ujar dia.

Begitu juga dengan pihaknya melalui gerakan LSM Kasta, dari beberapa roll kain yang diberikan kepada penjahit hanya beberapa hari saja diselesaikan dan kemudian langsung dibagikan ke masyarakat.

Ia pun mempertanyakan, kenapa pemerintah tidak mengadopsi teknis yang dilakukan oleh para NGO ini.  Ia mempertanyakan kalau a Perajin lokal di lobar tidak mampu membuat untuk memenuhi kebutuhan di wilayah ini.

"Saya sarankan untuk belajar pada NGO2 yang sudah terbiasa pada gerakan kerelawanan ini,"ujar dia.

Kepala Pelaksana BPBD Lobar Mahnan menjawab keluhan warga tersebut. Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan IKM di lobar, namun baru kemarin-kemarin katanya disiapkan stoknya.

"Kami sudah komunikasi dengan Pelaku IKM se Lobar, tapi dia kan baru kemarin-kemarin ready stoknya," ujar dia.

Pihaknya mengakomodir makser yang diproduksi oleh penyandang disabilitas dan datang langsung ke kantor BPBD. Namun kata dia, perajinnya mencakup semua Kabupaten Kota se NTB. Dimana didalamnya juga ada Lombok Barat juga.

Menurutnya, pengadaan ini hanya sebagian kecil, karena hanya dia yang sudah ready stoknya. Dari total makser diadakan, jumlahnya mencapai 2000. Ri jumlah ini jelas dia, dibagikan ke pasar Se lobar. Ada juga LSM yang mau membantu penyaluran, namun dengan catatan tepat sasaran jangan sampai satu tempat diberi dua-tiga kali.

Pengadaan Masker ini jelas dia, menggunakan kondisi darurat, sebab kalau memakai pola normal tidak bisa. Mana perajin yang sudah siap barangnya, bisa datang ke kantor dan dibayar langsung dengan bukti kwitansi pembayaran. Sedangkan Proses administrasi sendiri belakangan. Pengadaannya kata dia, Tidak menggunakan penunjukan.

"Karena kondisi kebutuhan segera inii,"ujarnya. Seperti konsep gubernur, tujuannya pemberdayaan lokal dulu. Harganya Kisarannya Rp 5000-6000 satu buah.

Pihaknya pun sudah mengambil masker dari pelaku IKM di Lobar. (Ikhw@N)
Download
Disinyalir, Pengadaan Masker Minim Libatkan IKM Lokal

0 Response to "Disinyalir, Pengadaan Masker Minim Libatkan IKM Lokal "

Posting Komentar