Bupati Dalami Video Nasi Basi, Di Tempat Karantina


Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Di saol, video nasi basi yang sempat viral di medsos baru baru kemarin, mendapat tanggapan serius dari Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid. Dia berjanji akan mendalami sumber dan kebenaran isi video yang beredar, bahwa masyarakat yang dikarantina tersebut diberi makan Nasi basi.

Tayangan video seperti yang beredar di beberapa group WhatsApp, nampak beberapa warga karantina mengeluhkan nasi yang dikirimkan untuk mereka santap.

Dikonfirmasi, Bupati Fauzan Khalid mengaku belum mengetahui pasti terkait video tersebut, namun dirinya tidak akan tinggal diam untuk mencari tahu kebenaran informasi itu.

"Saya belum terima Informasi itu, tapi akan kami dalami kebenarannya. Karena fasilitas karantina sudah kita jamin bagus, begitu juga pelayanan," ungkapnya, Sabtu (25/04/2020).

Dia mengatakan, kalaupun dirinya belum mengetahui kebenaran informasi tentang video itu, namun pasti akan meng-kroscek, karena yang menangani konsumsi (makan) untuk masyarakat yang dikarantina adalah Dinas Sosial Lombok Barat.

"Itu pun, makanan yang diberikan ke masyarakat khususnya yang di karantina dipesan lewat catering," kata dia.

Dia menegaskan, seandainya itu benar, maka tempat memesan (catering) makanan yang akan menerima konsekuensi, yakni pindah tempat mesan.

"Iya konsekuensinya, kami tidak lagi percaya ke perusahaan catering tersebut," ujarnya.

Fauzan mengaku, sebelumnya alumni Ijtimak Gowa itu pernah minta disiapkan kompor dan kebutuhan lainnya untuk mereka masak. Tapi, pemerintah memiliki pertimbangan sehingga tidak di izinkan.

"Saya tidak izinkan karena banyak pertimbangan, termasuk keamanan," tegasnya.

Terkait karantina di Sanggar Mutu terang dia, saat ini sebanyak 40- an orang di karantina tapi angka itu fluktuatif.

"Ada yang dikirim ke Rumah Sakit jika hasil Swabnya positif. Terhadap hasil rapid test reaktif, dikirim ke Sanggar Mutu Gerung untuk di karantina. Jika hasil Swab negatif, mereka langsung dipindah ke SKB Gunungsari untuk di karantina selama 14 hari," terang Fauzan Khalid.

Sedangkan yang dinyatakan hasil Swab positif, imbuh Fauzan, petugas langsung menangani di Rumah Sakit sampai sembuh.

"Kita mau massif lakukan rapid test dan akan lebih massif lagi. Itulah sebabnya beberapa Gedung milik Pemprov NTB yang ada di Lobar kebetulan lagi kosong, seperti Bapelkes di Lingsar, Gedung Petirahan Dinsos  Provinsi  di Selat Narmada dan beberapa SMK yang punya penginapan, kita siapkan untuk tempat karantina," katanya.

Sayangnya, kata dia, yang jadi persoalann adalah komunikasi di tingkat Pemda yang sudah oke, namun tindaklanjut di bawah yang sulit dengan alasan macam-macam, cetusnya.
Kepala Dinsos Lombok Barat Lalu Martajaya

Sementara, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Lalu Martajaya yang dikonfirmasi via telpon menyayangkan peredaran video tersebut. Martajaya menuturkan bahwa kejadian di video tersebut berlangsung kemarin.

"Saat diantarkan, karena diperiksa dan memang ada keluhan, langsung kita ganti saat itu juga. Mungkin karena ada sayur yang bahan bakunya dari parutan kelapa yang diolah agak lama dari penyajian, tapi langsung diganti saat itu juga," terang Martajaya.

Untuk menu makanan, tegas Martajaya, pihaknya menerima list dari Dinas Kesehatan menu apa saja yang pas untuk disuguhkan. Penyuguhannya diserahkan ke dua usaha catering yang saat ini berdekatan dengan tempat karantina di Sanggar Mutu Gerung dan Sanggar Kegiatan Belajar Gunung Sari.  Untuk bulan Ramadhan ini, penyajian makanan menyesuaikan. Dinas Sosial menyiapkan paket takjil, menu buka puasa, snack, dan juga untuk sahur.

"Untuk kasus di video itu, sesudah diganti, mereka makan dengan lahap kok. Tidak ada lagi keluhan," tegas Martajaya. (Ikhw@N)

Download
Bupati Dalami Video Nasi Basi, Di Tempat Karantina

0 Response to "Bupati Dalami Video Nasi Basi, Di Tempat Karantina"

Posting Komentar