Potret Kegiatan Belajar SDN 3 Gerimak, Berjibaku Melawan Hujan dan Panas


Lahan Parkir Yang Disulap Jadi Akses Kegiatan Belajar Seadanya

Sambutan Plt Dikbud H. Nasrun Pada Giat Groundbreaking

Ruang Parkir dan Tenda Bocor Menjadi Akses Belajar

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Melihat sisi lain  SDN 3 Gerimak Lombok Barat sebagai salah satu sekolah yang terdampak gempa 2018 lalu sangat memprihatinkan. Sekolah yang hampir seluruh ruangan rata dengan tanah,  hingga saat ini hanya bisa mengandalkan ruang darurat sebagai proses kegiatan belajar mengajar.

Namun sekolah yang memiliki 137 siswa siswi ini bisa bernafas lega,  karena baru kemarin pihaknya mendapatkan bantuan pembangunan tiga unit ruang kelas baru dari Sakaide Hakuho Lions Club Jepang. Selasa 10/3/20 kemarin SDN ini langsung launcing Groundbreaking yang dihadiri Kepala Dinas Dikbud bersama Kepala Bidang Sarpras Lobar, pihak Lions Club Jepang, Camat Narmada, Tokoh Masyarakat dan Komite dan Jajaran Sekolah.

Plt Kepala Dikbud Lobar H. Nasrun dalam sambutannya memaparkan, sampai hari ini masih terdapat 19 sekolah terdampak gempa dalam kondisi rusak berat yang masih belum mendapatkan perbaikan. Namun untuk mensiasati hal ini, pihaknya tengah berupaya dengan pihak pusat agar mendapatkan bantuan.

"Minggu kemarin saya bersama Bupati menyambangi PU-PR pusat. Insya Allah yang disetujui hanya enam sekolah dan akan di bangun tahun ini. Tinggal sisanya akan menyusul," terangnya.


Kita ke Pusat lanjut dia sudah membawa semua dokumen sekolah yang terdampak gempa agar bisa meyakinkan Pusat. Mudahan mudahan tahum mendatang kebutuhan anggaran untuk revitalisasi sekolah yang dimaksud bisa terjawab sesuai kebutuhan kita.

"Sekali lagi saya jelaskan bahwa masih ada 19 sekolah yang senasib dengan sekolah disini seperti di Kecamatan Batulayar, Gunungsari, Narmada dan lingsar. Ini yang kami perjuangkan agar sekolah sekolah ini bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Diakuinya, dalam kondisi darurat seperti ini memang sangat sedih. Panas dan hujan belajar di tenda. Ini mungkin menjadi motivasi kita untuk terus berjuang untuk melakukan pendekatan baik terhadap pemerintah pusat maupun dengan pihak swasta.

"Kami targetkan sekolah rusak ini bisa selesai ditangani tahun 2021. Jika mengandalkan APBD tidak memungkinkan karena kondisi sedang desfisit. Sehingga pihaknya mengandalkan dari pusat," tutupnya.
Sutarto

Sementara, Sutarto Ketua Umum Oisca Indonesia menjelaskan, pihaknya telah memberikan kontribusi bantuan terhadap kegiatan pembangunan sekolah di Kabupaten Lobar sebanyak empat kali dengan sekarang. Untuk SDN 3 Gerimak Indah ini merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan dari kita yang ke empat.

Pihaknya termotivasi membantu bantuan pembangunan semacam ini terdorong dari sosialitas. Jepang kata dia pada umumnya mempunyai prinsip sosial. Terlebih dengan adanya gempa bumi waktu lalu, pihaknya melihat situasi dan kondisinya merasa terpanggil  untuk membantu.
Berdampingan Kepala SDN 3 Dengan Camat Narmada Saat Peletakan Batu Pertama 

"Untuk SDN 3 Gerimak Indah kita peruntukan bantuan tiga lokal ruang kelas. Selin itu, kami fasilitasi lengkap dengan Meubler nya," ungkap dia.

Kepala SDN 3 Gerimak Indah Nurul Khairani SPd mengatakan, dengan mendapatkan bantuan bangunan tiga unit ruang kegiatan belajar dari Sakaide Hakuho Lions Club Jepang sangat diapresiasinya. Sebab bantuan ini sudah barang tentu bisa memberikan kenyamanan bagi siswa yang ada disini. Mengingat terjangan gempa 2018 lalu, sekolahnya dalam kondisi rusak berat dan hancur. Sampai hari ini Pemerintah Daerah Lobar belum memberikan bantuan ruang kelas sebagai kegitan belajar mengajar.

"Kami sangat berterima kasih yang sebesarnya terhadap Sakaide Hakuho Lions Club Jepang yang sudah mau membantu sekolah kami," ujarnya.
Kepala SDN 3 Gerimak Nurul Khairani SPd

Lebih lanjut kata Nurul, sekolahnya sejak ditinggal pasca gempa lalu justru meninggalkan kesan yang amat tersulit dan tidak nyaman pada setiap melangsungkan proses pembelajaran. Ke tidak nyamanan menjadi hal biasa mengusik keseharian semua kita yang ada di sekolah.  Bagaimana tidak, proses belajar menggunakan tenda, ruang parkir di sulap seadanya untuk menjadi akses belajar mengajar dan harus rela melawan pahit getir diantara hujan dan panas. Kenyataan ini selalu menjadi momok selama setahun lebih.

"Sungguh dilematis. Ketika musim hujan, tenda dan ruang belajar darurat bocor dan basah semua. Ketika panas, rasanya susah dan harus berjibaku dengan sengatan panas menggerogoti seisi ruangan," kata wanita berjilban ini.

Tapi apapun itu lanjut dia, sebagai perangkat pendidikan yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap generasi bangsa, suka tidak suka tetap harus dilakoninya.

"sepahit apapun kenyataannya, tugas terhadap prises belajar mengajar tetap dilaksanakan," kesannya.

Eksistensi kegitan belajar tetap berjalan kata Nurul. Terlebih untuk kelas 6 dalam menghadapi ujian mendatang tidak ada hambatannya. Karena sebanyak siswa yang mengikuti ujian ini menggunakan ruang kelas yang masih tersisa dua unit sisa hantaman gempa.

"Menghadapi ujian ini, anak anak kita buatkan jadwal les sore hari serta pihak sekolah menambah jam pembelajaran supaya mereka lebih matang menguasai kompetensi di bidang mata pelajaran yang di ujikan," pungkasnya. (W@N)
Download
Potret Kegiatan Belajar SDN 3 Gerimak, Berjibaku Melawan Hujan dan Panas

0 Response to "Potret Kegiatan Belajar SDN 3 Gerimak, Berjibaku Melawan Hujan dan Panas"

Posting Komentar