Pernikahan Dini Di Sekotong Tengah Menurun Tajam


Kantor Desa Sekotong Tengah

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Kasus pernikahan dini di Lombok Barat berhasil ditekan. Diketahui di tahun 2015 lalu angka ini sebesar 56 persen dan menjadi 22 persen lebih di tahun 2017. Namun meskj demikian, kasus pernikahan dini ini terbilang tinggi. Hal ini masih terdapat sejumlah Kecamatan penyumbang kasus pernikahan dini tertinggi seperti, Kecamatan Sekotong dengan Jumlah kasus 181. Disusul Kecamatan Lingsar 125 kasus dan Kecamatan Gerung sebanyak 122 kasus.

Namun baru-baru ini, berdasarkan rekapitulasi data perkawinan di bawah usia 19 tahun di wilayah Sekotong, terdapat penurunan pernikahan dini cukup drastis.

Salah satu contoh, berdasarkan data Kasi Kesra Kantor Desa Sekotong Tengah,Lalu Budiadi menyebutkan terdapat penurunan cukup drastis pada tahun 2019.

"Berdasarkan rekapan data perkawinan usia di bawah 19 tahun dan data pernikahan penduduk pada tahun 2019,tercatat perkawinan usia anak sebanyak 11 kasus.Mengalami penurunan dari 31 kasus pada tahun 2018,"terang Lalu Budiadi di ruang kantornya kemarin.

Selain itu ia juga menyebutkan total penduduk desa sekotong tengah yang menikah pada tahun 2019 sebanyak 84 pasang.Dari data yang ada pula,terdapat 5 dusun diantara 18 dusun di desa ini tercatat sebagai dusun dengan angka perkawinan usia anak yang masih cukup tinggi 3 tahun terakhir serta tercatat turun pada tahun 2019.

Adapun ke lima dusun tersebut, dusun long-longan, Dusun Sekotong 2, Dusun Sekotong 1, Dusun Telaga Lebur Dese dan Dusun Gunung Anyar. Turunnya angka perkawinan usia anak di beberapa dusun tersebut,tentu terdapat berbagai upaya yang di tempuh oleh para kepala dusun.

Sementara, Kepala Dusun Telaga Lebur Dese Purwandi menegaskan, salah satu faktor penyebab terjadinya perkawinan usia anak di dusun telaga lebur dese adalah penggunaan media sosial.Karena usia 18 tahun anak baru mengenal yang namanya Cinta,Cinta monyet.

Terpisah, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4), Erni Suryana MM  membenarkan secara umum terjadi penurunan angka pernikahan dini sangat drastis di Lobar. namun ia akan mengecek sejauh mana data per kecamatan.

“Dulu (2015) pernikahan dini mencapai 56 persen dari total penduduk Lobar. Angka ini mendekati angka provinsi, meskipun bukan pada posisi tertinggi  sebab yang tertinggi  Lotim dan Loteng. Tapi berhasil ditekan menjadi 22 persen,” aku dia.

Penurunan angka inipun tentu secara otomatis terjadi  di semua kecamatan. (Ikhw@N)
Download
Pernikahan Dini Di Sekotong Tengah Menurun Tajam

0 Response to "Pernikahan Dini Di Sekotong Tengah Menurun Tajam"

Posting Komentar