Eliminir Penyebaran virus, Reaktif Pemdes Babussalam Bentuk Strategi


Kepala Desa Babussalam M. Zaini

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Kian merambahnya virus corona menjadi kekhawatiran dan kepanikan ditengah kalangan masyarakat, terlebih pola penularan Covid-19 sangat sulit diprediksi. Namun, mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Desa Babussalam menilai bahwa, langkah strategis untuk bisa terhindar dri ancamannya kecuali dengan langkah preventif yaitu menerapkan perilaku hidup bersih dan melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan, hindari tempat keramaian, serta antisipasi warga yang baru datang dari luar daerah dengan pendataan dan lainnya. Tidak sekedar itu saja, sinergitas perangkat desa dan stakeholder lainnya mengatasi lingkungan, menjadi kekuatan ampuh dalam mendukung gerakan preventif.

Kepala Desa Babussalam M. Zaini mengutarakan, wabah virus corona disease (Covid-19) sudah menjadi bencana nasional non alam dan ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Desa terkait dengan pencegahannya.
Peran desa melakukan himbauan dan sosialisasi sesuai dengan instruksi pemerintah derah seperti melakukan himbauan kepada masyarakat untuk bisa terjaga dan terhindar dari penularan virus yang dimaksud.

Selain ajakan dan himbaun, Pemdes juga mengambil tindakan pencegahan melaui penyemprotan cairan disinfektan terhadap sejumlah fasilitas umum serta penyemprotan di gang gang masuk disejumlah titik yang ada disetiap dusun. Sehingga demikian, meminimalir kemungkinan merambahnya virus ini dapat ditangkal. Tinggal kita lanjutkan ke masyarakat untuk menyemprot rumahnya masing-masing.

" Program ini dalam beberapa pekan yang akan datang, kami akan lakukan terutama memfasilitasi tempat cuci tangan bagi masyarakat umum. Itu kontribusi kita terkait masalah corona ini," ungkapnya.

Untuk itu, pola dan cara kita segera atensi tindakan preventif guna menghalau berkembang biaknya virus ini. Tetapi sebenarnya itu butuh strategi, kata Zaini.

Virus ini kan sifatnya bencana Nasional dan bencana kita semua. Jadi peruntukan anggaran bisa saja dari APBDes. Tetapi jangan sampai ketika  ada musibah seperti ini lalu menjadi  ajang kita bermain main dengan anggaran. Ini yang harus kita cermati bahwasannya boleh di realokasi tetapi harus sesuai dan tidak menyalahi koridor daripada pemanfaatannya.

"Saya menghimbau, teman teman Kades harus betul betul mengkaji agar betul betul terarah. Karena jangan sampai ketika ada himbauan bolrh menggunakan APBDes terus kita bermain main menggunakan dana ini. Ini juga menjadi persoalan tersendiri nantinya. Karena jangan sampai lebih parah dari virus corona nantinya," ajaknya.

Paling tidak harus ada pendamping khusus dari Kabupaten. Misalnya  Satgas, mendampingi desa mana, itu juga menjadi bagian tindakan pemda dalam rangka untuk betul betul reaktif terhadap persoalan ini, tegas zaini.

Kalau berbicara pandemi corona lanjut Zaini, beberapa hal perspektif saya pribadi secara global yakni virus. Namun ini juga bukanlah sebuah virus saja, akan tapi adalah salah satu ancaman yang disebut perang psikis yang sedang terjadi di negara kita,  bahkan ditengah tengah masyarakat kita saat ini sehingga, menciptakan ketakutan dan kepanikan secara luar biasa. Mungkin dibeberapa daerah 10 persen yang terkena virus dan 90 persennya tidak. Tetapi yang 90 persen ini akan berubah perilakunya akibat ketakutan atau paranoid yang berlebihan, ini adalah menjadi persoalan yang kita hadapi.

"Ini butuh strategi dan peran kita di desa yaitu bagaimana menggerakan kesatuan kita di desa seperti Linmas, perangkat BPD dan perangkat desa serta RT dan RW," ujarnya.

Perangkat ini mengambil peran secara bersama sama menjaga dari penyebaran virus ini. Ketua RT harus mengkonfirmasi seluruh anggota di RT itu. misalnya ada masyarakat yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terkena zona merah. Informasinya pun harus tanggap dan cepat. Untuk itu agar segera lapor dengan desa setempat, ini maksudnya adalah bagian dari strategi yang dimaksud.

"Katakanlah satu anggota memegang 10 KK atau 30 KK dan ini salah satu cara sebenarnya supaya betul betul di gerakkan, sehingga penyebaran virus ini bisa terpotong dengan secepatnya,"  tegas dia.

Zaini menjelaskan, disatu sisi kita memberikan reaksi cepat terhadap mereka dengan kita turun langsung. Paling tidak kita himbau untuk isolasi diri dulu sesuai dengan himbauan pemerintah.

Kita berharap, pemerintah terkait juga harus siap siaga ketika ada persoalan yang muncul misalnya ada masyarakat yang terkena virus, agar penanganannya juga harus dipercepat suapaya masyarakat tidak bimbang dan tidak bingung. Sementara pusat Infirmasi terbentuk tetapi pusat penanganan tidak terbentuk, ini kan menjadi sebuah dilematis.

"Kami berharap pemerintah juga supaya betul betul secara makro untuk itu berbicara terkait penanganan virus ini.

Terkait dengan indikasi korban misalnya, soal data kita sudah punya. Karena kita di desa Babussalam sendiri sangat reaktif langsung mengadakan pendataan dengan Kadus dan RT dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Tapi yang menjadi  pertanyaan kalau seandainya ada yang terpapar virus lalu kita akan bawa kemana? Apakah di puskesmas apakah ke rumah sakit P3 atau dimana.

"Ada tidak pemerintahan daerah membuat sebuah keputusannya misalnya lokalisasi untuk penanganan tadi. Ini maksudnya supaya masyarakat juga tidak kebingungan,"pungkasnya. (Ikhw@N)
Download
Eliminir Penyebaran virus, Reaktif Pemdes Babussalam Bentuk Strategi

0 Response to "Eliminir Penyebaran virus, Reaktif Pemdes Babussalam Bentuk Strategi "

Posting Komentar