Sekda Turun Tangan, Eksekusi dan Atasi Sampah


Sekda Lombok Barat H. Baehaqi Turun Lokasi Di TPS Pelowok Kediri Yang Tak Bisa Kunjung Efektif Penanganan Terhadap Tumpukan Sampah 
Lombok Barat (Insidelobar.com) - Persoalan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pinggir jalan raya Kediri kerap menjadi sorotan. Pasalnya sampah tersebut, kerap terlihat menumpuk dan berceceran terutama di hari hari libur. Selain kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang tidak pada tempatnya, volume sampah yang tinggi menjadi penyebab, sehingga bagi tenaga  kebersihan, kewalahan menangani pengangkutan di TPA.

Sekda Lombok Barat H. Baehaqi yang berang terhadap persoalan tersebut, mengambil langkah prefentif dengan melakukan koordinasi bersama Dinas PU, Dinas LH dan Pol PP.  Langkah ini disiasatinya dengan turun lapangan,  mengecek situasi dan kondisi untuk mempelajari guna mengetahui apa penyebab dan kendalanya.

Penanganan sampah yang selalu menumpuk sampai saat ini perlu dikiat dan diatasi sebab musababnya.
Oleh karena itu, sebagai Sekda tidak bisa hanya tinggal diam, menonton atau menegur saja. Untuk itu perlu turun lapangan guna pelajari kondisinya agar mengetahui permasalahan yang mendasar, sehingga persoalan yang menumpuk bisa tertangani terutama sampah di pinggir jalan Pelowok Kediri.

"Tadi pagi kita awali (red-hari ini)  dengan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Pol PP," jelasnya.

Kita coba ambil langkah langkah bagaimana untuk menangani sampah sampah yang menumpuk. Ternyata setelah turun ke lapangan, persoalannya ada pada alat berat. Dengan alat berat kata dia, penanganan sampah yang menumpuk lebih terarah dan efektif karena akan memudahkan pengangkatan sampah sampah semrawut di sana sini.

"Penanganan sampah ini akan sulit di angkat dan dibersihkan dengan tangan manual saja. Ini menyangkut masalah penanganan dan sejauh ini Lingkungan Hidup tidak punya alat berat. Karena ternyata, persoalan yang mendasar adalah alat berat," terangnya.

Lebih lanjut kata Baehaqi, mengecek dan turun lapangan sangat perlu, sebab dengan kita turun bisa melihat secara langsung situasi dan kondisinya, sehingga dapat memberikan solusi dan salaing menyalahkan.

"Untuk hari ini terkait sampah yang menumpuk di Kediri, saya target sampai tuntas hari ini. Kemudian sampah yang ada di Bengkel dan di sejumlah titik lainnya akan eksekusi dengan alat berat," tegasnya.

Menurut H. Baehaqi, terkait dengan alat berat masih sementara dulu karena ini milik Daerah kita akan kolaborasi dengan Dinas PU. Untuk Dinas LH, dipastikan  akan membelikn peruntukan alat berat untuk mengangkat sampah di mobil pengangkut. Ini juga sebagai langkah  yang sangat praktis dan memudahkan daya angkut.

Pokoknya keberadaan sampah  yang di Kediri ini akan dihabiskan sampai bersih dan tuntas. Dan sebagai pengganti TPS nya yang baru, kita sudah siapkan TPS di Montong Are.

"Saya Minta kepada Lingkungan Hidup agar segera memasangkan Plang larangan membuat sampah di situ dan akan memasang Plang sebagai petunjuk pembauangan sampah di Montong Are," tegas mantan Kepala Bappeda ini.

Kita juga akan meminta kepada Pol PP untuk Standby guna mengawasi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di tempat yang dimaksud.

"Dan ini akan terus kita tekankan agar masyarakat mengetahui agar ke TPS yang baru," ujarnya.

Sementara, terkait penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi bahan kreatifitas lainnya di sekitar TPS yang sudah ditetapkan tadi. Pelaksanaan pembangunan 3R nya diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga bulan.
Dengan demikian, duduk bersama merupakan salah satu yang pentingny bermusyawarah dan pentingnya tentang kritikan yang konstruktif.

"Jadi kerja yang Fatoanah, kerja yang Kafabel. Selalu memberikan solusi," imbuhnya. (Ikhw@N)
Download
Sekda Turun Tangan, Eksekusi dan Atasi Sampah

0 Response to "Sekda Turun Tangan, Eksekusi dan Atasi Sampah"

Posting Komentar