Nurul Adha: Senggigi Harus Terapkan Wisata Halal


Wakil Ketua l DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Prospek keberlanjutan pengembangan pariwisata Senggigi, Wakik Ketua l  mendampingi Komisi ll DPRD Lombok Barat, sambangi leading sektor pariwisata yakni memberikan evaluasi secara umum diantaranya mengenai kasus Metzo, menerapkan wisata halal serta mengenai penataan destinasi Senggigi dan Krandangan.

Disampaikannya, terkait kasus Metzo yang terjadi di destinasi wisata Senggigi hari lalu yaitu dinilainya sebagai pembelajaran penting untuk Daerah pariwisata kita di Lobar.
Demikian disampaikan Wakil Ketua l DPRD Lobar Hj. Nurul Adha di ruang kerjanya Jumat 14/2/20.

Menurutnya, Pemda  harus bisa mengatur dan merapikan kembali ijin ijin usaha hiburan kafe dan sebagainya. Pasalnya hala ini perlu dipastikan legalitasnya sebab kita tidak ingin mendorong pariwisata ini maju tanpa mempunyai legalitas yang kuat.

"Ini efektif sebagai langkah pertama yang harus dilakukan dalam merapikan urusan ini," pesannya.

Diakuinya setelah kejadian metzo tidak ada pertemuan dengan mereka pelaku hotel, pelaku kafe dan restoran dengan Pemda.

"Saya berharap agar cepat diselesaikan jangan berlama kasus metzo ini karena akan merugikan kita," tekannya.

Jangan sampai ada masalah tetapi kita tidak segea menyelesaikan sehingga menjadi coreng buat pariwisata kita ucap Nurul.

Sebagai lembaga legislatif pihaknya tentu mendorong kuat secara aksi dan mendorong kuat masalah peruntukan anggaran dan lainnya dalam rangka memajukan dan meningkatkatkan pariwisata Lobar karena bagaimamapun Lobar ini ditopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh pariwisata.

"Karena kita sadar bahwa sumber PAD kita terbesar dari pariwisata, maka harus diberikan ruang yang luas," tegasnya.

Pada kesempatan itu pula kata Politisi PKS ini menegaskan di depan Komisi ll dan pihak Dinas Pariwisata dan mestinya harus bersama sama kembali menyatukan persepsi dulu tentang pariwisata halal. Bahkan kita sudah membuatkan Peraturan Daerah (Perda) di Periode yang lalu saat dirinya masuk di Pansus Perda wisata halal ini. Dan NTB juga pernah mendapat penghargaan terbaik di dunia. Tapi kenapa kemudian kita takut mengembangkan wisata halal.

"Yang harus kita lakukan yaitu menyatukan persepsi  seoerti apa untuk pemberlakuan wisata halal ini," ujarnya.

Halal itu tidak mesti petugasnya harus berjilbab. Karena kalau petugasnya orang hindu masa kita paksakan, tidak mungkin. Tetapi bagaiman pelayanan para pelaku wisata ini bagaimana memberikan pelayanan yang baik dan nyaman. Dalam hal ini juga kita gali juga soal potensi wisata kita yang khas dari Lobar. Misalnya yang menyangkut religinya yang akan ditampilkn wisata halal dan religinya nanti seperti apa.

"Sebagai contoh, di daerah Senggigi harusnya ada fasilitas umum dengan menyediakan masjid dengan bangunan yang bagus. Kemudian juga menyediakan fasilitas toilet yang bersih," jelas dia.

Kemudian dengan hotel hotel kata Hj. Nurul. Harusnya Pemda juga memulai menindaklanjuti Perda ini dengan melakukan sertifikasi terhadap hotel hotel yang ada. Standar halal itu yng nyaman harus ada tempat ibadah dan tempat wudhu yng standar tertutup. Tapi standar halal ini faktanya belum semua hotel yang menyediakan fasilitas seperti itu.

"Kita juga sering ada acara di hotel yang ada di Senggigi. Saya lihat tempat wudhunya masih terbuka apalagi untuk perempuan tidak nyaman," ungkapnya.

Hal hal seperti ini harusnya dibenahi dan infrastrukturnya dilengkapi dengan fasilitas fasilitasnya.

Mengenai penataan destinasi wisata Senggigi dan Krandangan sebut Nurul, pihaknya sudah menyetujui anggarannya baik dari pinjaman maupun dari APBD.

"Saya kira Pemda harus segeralah melakukan langkah langkah yng pasti. Misalnya OPD yng terkait dengan pariwisata ini agar segera dibuatkan forum bersama untuk berbicara bagimana penataan destinasi kita termasuk masalah PJU," urai dia.

Sering kita dengar keluhan tentang PJU. Senggigi yang seharusnya terang benderang agar secepatnya aja dilakukan, harapnya. (Ikhw@N)
Download
Nurul Adha: Senggigi Harus Terapkan Wisata Halal

0 Response to "Nurul Adha: Senggigi Harus Terapkan Wisata Halal"

Posting Komentar