Hj Nurul Adha Dorong Pemda Tingkatkan Insentif Kader Posyandu

Jaring Asmara, Wakil Ketua l DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha Muharrar S.Th.I Melalui Perwakilan Masyarakat Kalangan Perempuan Di Wilayah Kediri Selatan  


Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Kader posyandu memiliki peranan yang sangat besar dalam hal penanganan berbagai masalah di lapangan, baik itu permasalahan kesehatan dan sosial masyarakat lainnya. Namun sayang, kader yang jumlahnya ribuan di Lombok Barat masih mendapatkan insentif yang minim dibanding dengan peran mereka di lapangan.

Kondisi inipun mendapatkan sorotan dari kalangan DPRD. Wakil ketua Hj.  Nurul Adha S, Th.I dalam ini menyoroti  masih minimnya insentif yang dimaksud. Ia mendorong agar insentif untuk para kader ini lebih ditingkatkan lagi. Demikian dikemukakannya saat Jaring Asmara (jaring aspirasi masyarakat) di desa Kediri Selatan Rabu (26/2'/20).
Wakil Ketua l DPRD Lombok Barat Hj. Nurul Adha Muharrar S.Th.l

Lebih jauh Hj. Nurul menegaskan, pihaknya menyerap berbagai keluhan masyakarat kalangan perempuan yang aktif di posyandu ini.

"Melalui kegiatan turun kami menerima banyak aspirasi, termasuk kader posyandu yang insentifnya yang masih  minim. Masih sangat sedikit,"jelas Dewan dapil V (Kediri-Selatan).

Menurut Parpol dari PKS ini, dengan insentif hanya Rp 100 ribu per bulan lalu dibanding dengan peran mereka dibawah, sangat jauh tak sebanding. Untuk  itu, pihaknya pun akan mengusulkan kenaikan insentif kader kepada Pemda. Disamping itu, Desa juga terus didorong, meski diakuinya Desa juga tentu memiliki keterbatasan, mengingat alokasi DD sudah jelas peruntukkannya.

Kedepan kalau memungkinkan dari pokir, pihaknya akan sangat senang bisa mengalokasikan. Hanya Saja ia belum tahu apakah boleh atau bisa dari sisi aturan. Selanjutnya persoalan ini akan diatensinya agar pihaknya  membahas hal ini dengan Pemda setelah kegiatan turun reses berakhir, pungkasnya.

Disamping itu, banyak juga masyakarat ingin Pemberdayaan dari sisi ekonomi. Pihaknya pun sudah melakukan upaya membantu warga dari sisi Pemberdayaan melalui berbagai bantuan yang dialokasikan dari pokir.

Ketua kader posyandu di Desa Kediri Selatan Hj Fatimtuzzahrah menuturkan adanya Posyandu sangat besar  dampaknya untuk masyarakat. Warga kata dia, berterimakasih atas adanya Posyandu tersebut.

Saat ini jumlah kadernya lima orang per satu posyandu. Dengan total 9 Posyandu, sehingga jumlah kader mencapai 45 orang. Menurutnya, dalam berbagai kegiatan posyandu dikombinasi dengan posiyandu lansia.

"Beragam Kegiatan Para kader posyandu seperti mulai dari menjahit dan kerajinan membuat topi haji. Disamping itu kegiatan rutin seperti pendataan, penimbangan, pemberian vitamin, obat dan bulan imunisasi," terangnya.

Tidak hanya itu, kader posyandu juga melakukan survey di lapangan untuk menemukan persoalan di lapangan. Seperti warga sakit yang tidak mampu, kader turun membantu agar warga mendapatkan pelayanan di puskesmas.

"Kalau ada balita di bawah garis merah (Bgm) langsung ditangani,"imbuh dia.

Diakui ditengah peran kader ini di lapangan, namun belum memadai dari sisi insentif. para kader kata dia mendapatkan insentif dua termin atau dua kali terima dengan nominal Rp 100 ribu per bulan.

"Kadang kami terima 3 bulan dari DD. Kalau dari puskemas Rp 10 Riu per bulan, minim sekali," ungkapnya.

Sementara, Kades Kediri Selatan Edi Erwinsyah mengatakan, Pemerintah Desa memberikan insentif kader posyandu minimal 150 per orang setiap bulan.

"Insentif ini naik dari Rp 100 ribu tahun lalu," jelas dia.

Hasil Mini Loka di desanya sangat dampak dengan adanya posyandu, sehingga asas manfaatnya banyak dirasakan masyakarat. Kehadiran  masyakarat dan keaktifannya sangat bagus. Dari sisi penyakit juga jelas dia, para Ibu dan anak tidak ada.

"Besar sekali dampak dan peran kader," ucapnya.  (Ikhw@N)







Download
Hj Nurul Adha Dorong Pemda Tingkatkan Insentif Kader Posyandu

0 Response to "Hj Nurul Adha Dorong Pemda Tingkatkan Insentif Kader Posyandu"

Posting Komentar