Galian C Diduga Ilegal, Khawatir Ancam Wisata Narmada



Galian C Lokasi Di Dusun Temas Lestari Desa Sesaot

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Belasan lokasi galian C di wilayah Narmada, semakin bermunculan dan dikhawatirkan ancam dan merusak destinasi pariwisata Setempat. Ironisnya, hampir separuh besar aktifitas penambangan material jenis pasir ini diduga tak berijin  meski dikeluhkan.

Camat Narmada Baiq Yeni S. Ekawati yang dikonfirmasi membenarkan adanya aktifitas disejumlah Desa yang ada di Narmada dan dipastikan  merambah banyak. Jumlah ini semakin bertambah katanya, perihal tersebut menyusul kebijakan Pemerintah Kecamatan sejak bulan Mei lalu tidak pernah memberikan rekomendasi terhadap permintaan galian C.

Kita sudah sepakat dengan beberapa Desa yang kebetulan di wilayahnya terdapat aktivitas galian C. Keputusan ini berdasarkan komitmen bersama agar tidak merekomendasi galian yang dimaksud.

"Meski sudah tidak kami merekom, nampaknya makin menjamur galian C di Narmada ini," ungkapnya.
Camat Narmada Baiq Yeni Septia Ekawati

Galian ini kata Yeni merusak lingkungan. Terlebih alam yang ada di Narmada ini luar biasa indahnya. Terutama destinasi wisata yang sejauh ini menjadi bagian dari ekonomi masyarakat dan ini yang dijaga.

"Sesaot ini anugrah dan ke depan tinggal kita poles dan ini yang harus dipertahankan," tegasnya.

Kebijakan Pemerintah Kecamatan untuk tidak merekomendasi dan sudah komit melarang galian C tersebut. Namun dibalik ini dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya mendapat ijin. Ijin yang sudah ditentukan besaran Are, faktanya mereka merambah diluar dari ketentuan.

"Misalnya dikasih 25 Are, mestinya itu sudah selesai, tapi tetap dipakai lagi ke galian C. Padahal ijinnya masih hidup," bebernya.

Kalau galuan ini berpindah ke tempat lain sejatinya pakai ijin yang baru. Bukan malah ijin yang dipakai di tempat sebelumnya dilanjutkan ke lokasi yang berbeda.

"Ijin yang satu dipakai berlanjut dan perluas lagi ke tempat yang lain. Inilah realitanya yang ada," ujarnya.

Kita sudah melakukan upaya untuk menghentikan aktivitas galian C dengan mengundang pihak Provinsi agar sama bersinergi. Tidak  hanya itu saja, kita sudah melaporkan ke Kabupaten terutama ke Pol PP selalu berkali kali tapi tidak di gubris. Mestinya ini tidak bisa dibiarkan, karena tidak hanya mengandalakan pihak Desa Dan Kecamatan saja yang bergerak. Apa lagi ini menyangkut kewenangan penuh dari Provinsi.

"Provinsi ini tidak pernah ada tindaklanjut. Surat kami sudang sering layangkan. Seharusnya mereka yang dri Provinsi ini yang rajin mengatasi urusan galian ilegal seperti ini," tukas dia.

Kalau berbicara atauran mari kita sama sama tertibkan. Masalah aturan, memang aturannya sampai dimana.

"Mereka yang membuat ijin ini yang seharusnya diatasi untuk ditertibkan, karena orangvmereka senfiri yang melanggar," ucapnya.

Menurutnya galian C ini yang pasti tidak berijin dan terus merambah serta sangat banyak.

"Kalau kita lihat, dari bulan Mei 2019 ini banyak sekali dan saya tidak oernah mau menandatangani. Sudah bisa dibaca kok sampai dengan sekarang," jelas Yeni.

Fakta lapangan tetap berjalan. Ini artinya ada oknum dibalik ini, sebutnya.  Galian galian ini kan ilegal. Apa lagi informasi dari  bawah ditunggangi oleh oknum.

"Sangat susah kalau ada oknum yang menunggangi," kesalnya. (Ikhw@N)
Download
Galian C Diduga Ilegal, Khawatir Ancam Wisata Narmada

0 Response to "Galian C Diduga Ilegal, Khawatir Ancam Wisata Narmada"

Posting Komentar