Diduga Menjual Aset Daerah, Pemda Kantongi Nama Mantan Pejabat


Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lombok Barat Fauzan Husniadi

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Banyak aset daerah di Lombok Barat digugat warga yang mengklaim sebagai ahli waris. Dalam gugatan di pangadilan pun Pemda Lombok Barat mengalami banyak kekalahan sengketa aset tersebut. Diantaranya, sengketa aset SD 2 Bengkel. Dimana Pemda dinyatakan kalah ditingkat MA. Dibalik masalah aset yang diduga banyak digugat dan dijual oknum terindikasi akibat adanya keterlibatan oknum mantan orang (pejabat) aset dulu. Kondisi ini menyebabkan permasalahan aset inipun dibawah pengasasan KPK. KPK melakukan supervisi dan pengawasan secara berkala terhadap penanganan aset di Lobar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Fauzan Husniadi mengakui, permasalahan yang dihadapi banyak aset yang digugat. Bahkan beberapa watu terakhir, sebagian besar pemda kalah sengketa. Hal ini pun menjadi atensi BPKAD untuk dibenahi kedepan.

“Karena memang aset ini dibawah pengawasan KPK,” tegasnya.

Harus dilihat kata Fauzan, ada beberapa gugatan yang salah kaprah. Ia sendiri tidak tahu dimana permainannya. Contoh lahan seluas 6 hektar di Punikan Lingsar, penggugat menggugat pihak penggarap dan pihak lain, kenapa mereka tidak menggugat pemda. 

“Hal ini akan kami luruskan. Entah dimana permainanya. Yang jelas kami procedural, kalau milik pemda akan kami hadapi.,” tegas dia.

Permaaalahan aset ini lanjut dia, masalah administrasi yang tak pernah tuntas sejak dulu. Pengadaan aset hanya selesai setengahnya. Tidak sampai tunts sehingga menjadi persoalan.  Terkait masalah lahan seluas 38 are lebih di sekitar SD 3 Bengkel yang diklaim oknum, menurut dia aset ini milik daerah dibuktikan dengan sertifikat. Terkait pengerusakan plang milik pemda di lokasi tersebut, pihaknya akan melaporkan ke APH.

“Kami akan laporkan,” tegas dia.

Pihak yang mengklaim mengaku memiliki sertifikat, namun belum bisa ditunjukkan sampai hari ini. 

“Malah kami dapat bukti itu permainan orang (pejabat) aset dulu, ada permainan. Informasinya bahkan dia yang menjual dan yang merusak plang inni informasinya  yang menjual lahan itu,”tegas dia.

Sedangkan terkait kekalahan pemda pada sengketa aset di SD 2 Bengkel di tingkat MA, menurut dia tanah itu milik Kemensos sedangkan bangunannya milik pemda.

“Hanya saja pemda yang digugat seharusnya Kemensos,” jelasnya.

Kalaupun lahan itu memang mau dibayar, pihaknya tidak tahu mau bayar kesiapa. 

Anggota Komisi I DPRD Lobar Indra Jaya Usman menegaskan, salah satu aset daerah di SD 2 Bengkel bersengketa.

“Pemda kalah di tingkat MA,” ungkap Indra.

Ia mengetahui aset ini digugat setelah melihat dokumen putusan Kasasi yang dibawa oleh pihak penggugat datang ke dewan.
Pihak penggugat datang menyampaikan surat  ke dewan, terkait tindaklanjut putusan Kasasi tersebut.

“Bagaimana tindaklanjut dari putusan Kasasi itu, karena dia sudah menang ditingkat MA,” terangnya.

Penggugat kata Indra hanya meminta ganti rugi lahan mereka, singkatnya.

Selain di SD 2, Wakil ketua III Achmad suparlan juga megungkap lahan pemda yang diduga diklaim oknum. Lahan ini berada di punggir jalan masuk menuju SD 3 Bengkel. Lahan ini informasinya ditukar guling dan balik nama atas nama pemda.

“Nah, diakui (diklaim) oleh oknum,” bebernya.

Lahan ini bersertifikat atas nama pemda, namun yang kuasai lahan itu desa.  Akan tetapi persoalannya, ketika pemda memasang plang di lahan itu, plang tersebut dirusak. Begitupula warga ini memasang plang di lokasi aset tersebut, tukasnya. (Ikhw@N)
Download
Diduga Menjual Aset Daerah, Pemda Kantongi Nama Mantan Pejabat

0 Response to "Diduga Menjual Aset Daerah, Pemda Kantongi Nama Mantan Pejabat"

Posting Komentar