Asah Peningkatan PAD, Bupati Dorong Bapenda Lebih Kreatif


Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid Dorong Motivasi Bapenda untuk Semangat Lebih Aktif dan Kreatif Guna Melampaui Peningkatan PAD 

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Guna meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD) di Lombok Barat, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengajak ASN dan Tenaga Kontrak pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat tidak bekerja sesuai program saja melainkan lebih kreatif.

“Saya mengajak Bappenda untuk tidak kerja berdasarkan program saja, karena  bekerja dengan berdasarkan program itu pasif. Hanya jalankan program kemudian honor setelahnya melaporkan, itu tidak akan mendapatkan apa-apa,” kata Bupati saat bersilaturrahmi dengan 200 orang pegawai Bapenda Lombok Barat di Aula kantor Bupati Lombok Barat, Senin (24/2).

Dia menyadari tidak mungkin mampu membangun Kabupaten Lobar sendiri tanpa adanya kebersamaan, kekompakan, satu pemikiran, dibutuhkan satu niat  bahkan butuh satu gerak. Dengan cara seperti itu membangun Lobar akan bisa dilakukan dengan kata kunci kebersamaan itu tetap bisa terjaga dengan baik.

“Saya bercita cita sebelum berhenti menjadi bwupati Lombok Barat 2024 PAD Lobar mudah-mudahan bisa  mencapai 500 Milliar. Itu cita cita saya sebelum saya berhenti jadi Bupati,” kata orang nomor satu di Lombok Barat ini.

Bupati Fauzan yang syarat akan prestasi selama kepemimpinannya ini menyebutkan, dengan potensi yang di miliki tersebut, Lombok Barat bisa mencapai itu bahkan lebih dari angka 500 milliar. Namun semua itu tergantung dari segenap aparat Pemkab Lobar.
Silaturrahmi Ratusan ASN Dengan Bupati Di Aula Kantor Bupati 

“Jangan berpikir apa yang saya dapat. Kalau berpikir apa yang saya dapat dan  apa manfaatnya kalau PAD Lobar 500 milliar. Itu saya kira pendapat pribadi saja," sebut Fauzan.

Bupati mengajak semua aparatur di Bapenda Lombok Barat untuk berpikir yang terbaik bagi daerah. Namun hendaknya berpikir bagi percepatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.

“Saya minta saudara-saudara untuk tidak berpikir potensi tersebut. Tugas tersebut adalah tugas kami sebagai Bupati bersama para Asisten dan Kepala Bappenda,” ajaknya.

Untuk meyakinkan hal tersebut, Fauzanpun menyinggung beberapa potensi untuk meyakinkan kenapa 500 milliar itu ditargetkan kedepan. Fauzan  melihat dari pajak PBB belum yang lain seperti BPHTB reklame dan lainnya.

Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah H Akhmad Saikhu mengaku optimis karena dengan adanya UPT yang membawahi dua Kecamatan akan lebih di optimalkan karena berkonsentrasi untuk sektor PBB dan retribusi pasar.

“Tujuan utama terbentuknya UPT untuk maksimalkan sektor PBB sehingga tahun 2020  target 17,5 milliar bisa terrealisasi dan itu saya optimis karena capaian tahun 2019 melampaui target,” jelasnya.

Untuk itu ia mengajak para juru pungut di lapangan untuk betul betul maksimal melaksanakan tugas untuk pencapaian target PBB yang 17,5 milliar di tahun 2020.

“Saya sering sampaikan kepada UPT kalau sama realisasi dengan tahun sebelumnya yakni 12,3 milliar di tahun 2019 maka itu artinya gagal,” katanya.

Saikhu juga melaporkan, Jumlah pegawai di Bappenda Lobar saat ini sebanyak 338 orang belum termasuk tambahan sebanyak 33 orang tenaga kontrak.

“Saat ini yang bisa kita hadirkan sebanyak 200 orang 92 orang stanbay di kantor, 62 orang. Jumlah tenaga kontrak di pasar 76 orang. Seluruh mandor pasar saat ini turut hadir,' terang dia.

Dikatakan mantan Kepala Dishub ini, bahwa pada tanggal 1 April sampai dengan 30 April 2020 mendatang, Badan Pendapatan Daerah akan membebaskan masyarakat dari denda PBB. Karena itu menurut Syaikhu, proses pencetakan dan distribusi PBB segera dilakukan karena Wajib Pajak (WP) lebih dari 170 ribu orang," tutupnya.

Asisten III Setdakab Lombok Barat H Mahyudin pada kesempatan itu juga berhrap agar pertemuan rapat kerja ini sebagai energi baru dan menjadi motivasi dalam rangka mencapai target-target pembangunan di Kabupaten Lombok Barat.
Untuk diketahui, kata Mahyudin, PAD yang dibebankan saat ini kurang dari 200 milliar atau 139 milliar. Jika dihitung secara matematikamaka 370 orang pegawai di Bapenda Lobar wajib membawa pulang uang ke kas daerah rata rata 400 juta perorang.

“Ini sebuah tanggung jawab yang sangat berat tapi memang harus kita lakukan karena janji janji pembangunan yang sudah di tuangkan dalam RPJM  di seluruh OPD maka nantinya tidak ada yang bisa dilaksanakan padahal kita alergi di tengah jalan jika kita malakukan rasionalisasi. Pemotongan pengurangan ini merupakan suatu kebijakan yang sangat populis tetapi kenyataannya jika PAD tidak tercapai maka wajib anggaran yang di tuangkan akan di sesuaikan maka beban itu ada di Bapenda.

Karena itu Mahyudin minta semua paham dengan target yang sudah di tentukan. Mahyudin juga mempertegas tidak menginginkan uang itu tidak sampai ke kas daerah seperti tahun sebelumnya.

“Sekali lagi saya tidak ingin lagi mendengar kas daerah yang tidak sampai pada ritmenya. Dulu pengalaman ada bukti setor tapi duitnya tidak ada di bank,“ sesalnya. (Ikhw@N)
Download
Asah Peningkatan PAD, Bupati Dorong Bapenda Lebih Kreatif

0 Response to "Asah Peningkatan PAD, Bupati Dorong Bapenda Lebih Kreatif"

Posting Komentar