Minta Permudah Layanan Adminduk, Forum Kadus Gunung Sari Sambangi Dukcapil


Forum Kadus Gunung Sari Saat Hearing Yang  Diterima Pihak Dukcapil

Kepala Dukcapil Lobar H. Muridun

Lombok Barat (Insidelobar.com) -
Sambangi Kantor Dukcapil Lombok Barat, Forom Kepala Dusun (Kadus)  Gunung Sari menuntut percepatan pelayananan adminduk untuk  masyarakat. Hearing Kadus yang langsung ditemui Kepala Dukcapil H. Muridun, didampingi  Camat Ginung Sari M. Mudasir serta Sekretaris setempat Faturrahman berlangsung terkendali dan mendapat kesepakatan bersama, Selasa 28/1/20.
Ketua Forum Kadus Gunung Sari Taufik Kiri Didampingi Kadus Kekait Satu Irsyadu Ibad

Ketua Forum Gunung Sari Taufik mengatakan, tuntutan kita sebagai Kepala Dusun Gunung Sari sudah barang tentu mendorong percepatan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. Pasalnya pelayanan yang kerap kali mendapatkan permasalahan ketika mengurus data kependudukan.

"Contoh, ketika kami mengurus kebutuhan untuk masyarakat seperti masalah data yang kurang satu saja, yaitu menjadi tempat kesulitan bgi kami. Tidak kebijakan dari Dinas Dukcapil untuk kami selaku Kadus," kesannya.

Misalnya, kalau ada masyarakat kita yang tidak ada data online di komputer dan tidak ada nomor Nik nya dan itu kita disuruh membuat akte kelahiran sedangkan yng bersangkutan sudah tua jompo. Keinginan kita para Kepala Dusun untuk mempermudah pelayanan seandainya ada permasalahan permasalahan masyarakat lanjut usia yang kekurangan data serta tidak mempunyai KTP dan KK sewaktu  masuk rumah sakit, hal ini menjadi tempat kesulitan bagi Kadus yang ada.

"Kami minta kepada Dukcapil untuk mempermudah kami. Kira kira ada gak pelayanan untuk kebutuhan masyarakat yang urgensi tanpa syarat akte kelahiran. Apa lagi ini kan menyangkut orang sakit," pintanya.

Lebih lanjut tegas Taufik, meminta kepada Dukcapil agar segera menyelesaikan pembuatan atau segera mencertak KTP masyarakat yang belum memiliki itu. Karena saat ini sejumlah masyarakat baru hanya memiliki Surat Keterangan (Suket) dari Dukcapil, sementara banyak sekali yang dibutuhkan oleh anak sekolah dan yang kuliahan misalnya.

"Alhamdulillah Dukcapil sudah memberikan lampu hijau atau jalan keluar bahwa kami disuruh minta Suket dari Desa menyangkut Suket lahir, domisili, sebagai dasar untuk memberikan perekaman dan diberikan nomor Nik tentunya dengan proses panjang," ungkpnya.


Kadus Kekait Satu Irsyadu Ibad menyebutkan, pihaknya sengaja datang hearing untuk sekedar memberikan masukan atau kritikan untuk bagaimana masyarakat ini mendapatkan pelayanan yang adil, karena jangan sampai orang orang tertentu yang bisa mendapatkan  pelayanan yang cepat sementara masyarakat kecil dibuat lambat.

"Kami sering sekali dipersulit hanya dengan kurang satu berkas saja," terangnya.

Terkait persoalan pelayanan Dukcapil yang sempat difiralkan di Medsos aku dia, kebetulan dirinya ikut antrian dengan nomer 33A guna mengurus berkas kebutuhan masyarakat. Sesaat kemudin ibu yang baru datang itu mengikuti antrian juga dengan nomor 41A.  Sesaat kemudian ibu itu masuk ke ruangan tertentu dan langsung diurus cepat sama salah seorang Kabid.

"Saya melihat ibu itu begitu cepatnya mendapatkan peleyanan sedangkan kami masih dengan tertib mengikuti antrian panjang dan ini yang membuat kami kecewa," ungkapnya.

Sementara Kepala Dukcapil H. Muridun yang dikonfirmasi mengatakan, terkait tuntutan dan kriktikan teman teman Kadus itu kita apresiasi dan setelah kita jelaskan semua baru mereka maklum. Selnjutnya kata Muridun,  sebenarnya ini hnya faktor sabar saja, yng namanya melayani masyarakat yang banyak hongga ratusan orang perhari, dibutuhkan kesabaran.

"Kita sudah ada kata sepakat dan kuta sudah ada titik temu dengan teman teman Kadus ini untuk bergandengan tangan dalam hal melayani masyarakat ini," ajaknya. 

Menurut Muridun, masyarakat ini milik sama sama termasuk Kadus dan Desa dan kita hanya melayani administrasi saja. Kita tidak usah saling menyalahkan dan mari kita bersama sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar masyarakat merasa puas.

Sejumlah Kadus tadi juga menyampaikan masalah UPT supaya masyarakat tidak terlalu jauh dan capek  datang di Dukcapil.Kalau persoalan UPT itu bisa diselesaikan hanya saja menunggu pelantikan pejabatnya dan itu merupakan kewenaganan Bupati.

"Kita tinggl menunggu pelantikan pejabat daro Mabes disana," tegasnya.

Setelah itu,  baru nnti pejabat yng dilantik twrsebut akan kuta oreantasikan disini dan sambil kita berikan pembinaan supaya mempunyai keahlian dan mampu memiliki keahlian dalam menangani terkait dengan undang undang adminduk ini baru ditempatkan di UPT yang dimaksud. (Ikhw@N)
Download
Minta Permudah Layanan Adminduk, Forum Kadus Gunung Sari Sambangi Dukcapil

0 Response to "Minta Permudah Layanan Adminduk, Forum Kadus Gunung Sari Sambangi Dukcapil "

Posting Komentar