Diusut APH, Diduga Aset Milik Daerah Dijual Belikan



Salah Satu Aset Di Desa Batu Kute Narmada Sudah Dikosongkan, Tak Ada Aktivitas Warga Di Lokasi
 
Lombok Barat (Insidelobar.com) -

Aset daerah di Desa Batu Kute kecamatan Narmada saat ini dalam kondisi steril, tidak ada aktivitas pasca Pemda melayangkan surat pengosongan ke desa dan pengelola lahan tersebut. Kasus aset ini pun tengah diusut oleh APH atas laporan lembaga swadaya masyarakat. Selain aset ini, ada juga beberapa aset milik pemda yang diduga dijual oleh oknum. Seperti yang ada di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar. Selain diduga dijual, ada juga sejumlah aset di daerah Narmada yang dikelola tanpa legalitas yang jelas.

Anggota Komisi I H Sardian mengaku membeberkan aset daerah di desa Batu Mekar diduga dijual oleh oknum. Lahan seluas 6,8 hektar ini dulunya adalah aset pertanian, begitu aset ini bermasalah dikembalikan ke Pemda.

“Tapi lahan ini sudah dijual oleh oknum,”bebernya. 

Dasar penguasaan lahan ini, diduga oknum pernah menjadi pengelola, di lahan ini dulunya ada ratusan pohon kelapa, pohon sengon namun diduga dijual. Namun saat itu aset ini dipegang oleh Dinas pertanian tidak tanggap, sehingga dimainkanlah seolah lahan ini digugat oleh ahli waris lahan itu.

“Aset ini diduga dijual,” ungkapnya.

Saat ini lahan ini diduga sudah dikavaling-kalvling dan dijual ke masyarakat dari luar. 
Aset darah lainnya di Daerah Punikan (perbatasan Batu Mekar dengan Batu Kumbung), ada tanah pemda seluas  3 hektar lebih yang sudah dimenangkan oleh pemda di MA. Hanya saja sampai saat ini belum dieksekusi oleh pemda. Saat ini lahan ini masih dikelola oleh warga, namun belum jelas pengelolaannya. Seharusnya kata dia pemda mengeksekusi dulu lahan ini agar orang yang menempatinya keluar dan sewa kontraknya menjadi jelas.

“Seharusnya diesksekusi, putusan dibacakan dan diberikan kepada kadus dan kades, biar jelas,” tukas dia.

Diakuinya, masalah lahan ini terlalu banyak sehingga Pemda harus lebih maksimal menangani.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Kute, Misrapudin mengungkapkan, tim aset sudah datang ke lokasi aset yang terindikasi bermasalah di Desa Batu kute Kute. Tim ini melihat kondisi lahan, apakah sudah dikosongkan atau tidak.

“Aset sudah tidak dipakai (kosong),” jelas dia.

Terkait masalah aset ini diusut APH dalam hal ini Polda NTB, menurut dia belum ada pemberitahuan ke desa. Yang jelas kata dia, pihaknya tidak tahu menahu soal sewa kontrak aset tersebut. Pihaknya pun mengusulkan agar lahan ini dipakai untuk fasilitas olahraga. (Ikhw@N)
Download
Diusut APH, Diduga Aset Milik Daerah Dijual Belikan

0 Response to "Diusut APH, Diduga Aset Milik Daerah Dijual Belikan"

Posting Komentar