Bentuk Generasi Sehat dan Berakhlak, SMAN 1 Gerung Asah Aksi Bergizi


Suasana Sarapan Pagi Ala Tradisi Sasak Begibung Bersama Sekda Lombok Barat H. Baehaqi Dengan Kepala Sekolah Hj. Erni Zuhara SPd, MPd dan Kepala Dikes, Kepala Dikbud Provinsi serta Ratusan Siswa dan Guru Setempat


Lombok Barat (Insidelobar.com) - SMA Negeri 1 Gerung Lombok Barat melaksanakan program aksi bergizi yang ditandai dengan sarapan pagi yang dikolaborasi dengan budaya Sasak "Begibung" atau makan bersama. Giat yang diselenggarakan di halamn sekolah tersebut, menghadirkan Sekda Lombok Barat, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi dam mendapat pendampingam langsung oleh Kepala sekolah, guru, siswa dan perangkat yang ada.

Kepala SMAN 1 Gerung Lombok Barat Hj. Erny Zohara SPd, MPd mengatakan, terkait dengan kegiatan aksi bergizi ini yakni program dari Uni Cef yang bekerjasama dengan Seameo Refcon (Organisasi Kesehatan-red). Program ini termotifasi melihat latar belakang keprihatinan tentang kondisi  gizi remaja di Indonesia. Sebab remaja ini katanya satu fase kehidupan  yang bertanggungjawab dengan generasi  berikutnya. Sehingga munculnya kegiatan aksi bergizi.

Sedangakan pilot projec nya di Indonesia ini yaitu Lombok Barat dan Klaten. Dan kalau kita di Lombok barat ini target utamanya adalah anak usia remaja SMP dan SMA.

"Gerakan sarapan pagi ini untuk menindaklanjuti gerakan Aksi Bergizi dan gerakan minum tablet tambah darah (TTD) yang dicanangkan UNICEF beberapa waktu lalu," ungkpnya.

Dengan aksi bergizi itu sendiri sebenarnya ada beberapa komponen kegiatannya seperti sarapan bersama. Karena  sebenarnya harus diakui bahwa sebagian besar anak banyak yang tidak sarapan sehingga membuat angka kesehatan mereka menjadi cukup rendah.

“Kami mendukung gerakan Aksi Bergizi dengan mengimplementasikan dalam program sekolah, yaitu gerakan sarapan pagi bagi para siswa. Dengan gerakan sarapan pagi ini diharapkan siswa-siswi menjadi generasi yang kuat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Karena di dalam badan yang sehat akan terbentuk jiwa yang sehat pula,” katanya.

Lebih lanjut kata Erny, sekolah sebagai lembaga pendidikan  yang notabene bahwa pendidikan SMA seluruhnya  adalah remaja yang otomatis ikut merasa bertanggungjawab terhadap kesehatan  anak apalagi tujuan pendidikan Itu adalah mengembangkan potensi  siswa, membentuk akhlak mulia generasi yang sehat cerdas dan seterusnya.

"Sebagai tanggungjawabnya, kami dri pihak sekolah ambil alih agar penerapnnya dilaksanakan di sekolah juga," ujarnya.


Saya melihat catatan dalam dua tahun terkhir dari jaringan kesehatan itu, rata rata anak anak kita mengalami HB yang rendah dibawah standar normal.
Untuk itu kegiatan aksi bergizi ini,  sangat kita apresiasi. Meskipun kita dibawah koordinasi Provinsi dan merasa tetap bertanggungjawab,  untuk itu sangat antusias dengan menghidupkn aksi bergizi ini.

"Untuk kemajuan dan demi generasi yang sehat dan cerdas, menjadi tnggungjawab kami," ujarnya.

Alhamdulillah, dalam beberapa waktu terakhir dari bulan juli itu sangat bagus sekali, berdasarkn pengamatan observasi saat mengikuti upacara saja,  anak anak tidak ada yang jatuh pingsan. Pokoknya ada perubahan  yang signifikan sejak mulai menerapkan aksi bergizi ini.

"Hasil penjaringan kesehatan yang terakhir, kesehatan anak anak kita sudah mulai meningkat. Geografisnya sudah bagus dan HB nya sudah mulai membaik. Kita harapkan kemampuan  belajar mereka untuk menyerap ilmu menjadi lebih baik," harap Erny.

Selain kegiatan pola asuh kata mantan Kepala SMAN 1 Lembar ini, selain sarapan pagi bersama, juga ada pemberian tablet tambah darah dan menerapkan literasi, dengan memberikan pengetahuan dalam keseharian tentang bagimana seharusnya mereka menjaga gizi,  karena mereka juga harus bertanghungjawab pada generasi  berikutnya.

"Pola asupan gizi ini,  tidak hanya untuk anak saat ini saja, karen imbasnya adalah anak dapat membekali tanggungjawabnya kepada renerasi.

Sebenarnya target utama dalam program ini juga terkait dengan stanting. Untuk kita di wilayah lombok  Barat sangat mengapresiasi kita karena sekolah ini mengambil gagasan  untuk mengkolaborasikan budaya kearifan local.

"Budaya disini kita terapkan makan bersama atau begibung. Budaya ini menjadi momentum yng ditinggu sama anak anak setiap hari jumat.

Dan yang tak kalah penting lagi yaitu ada literasi pencegahan pernikahan dini. Implementasi ini sangat bagus materinya dari jegiatam aksi bergizi ini, sebab aksi ini tidak melulu pengetahuan tentang gizi saja,  akan tapi ada terkait dengan buliyin yang dikaitkan juga tentang bahaya penggunaan narkoba dan sebagainya.

"Dari aspek kesehatan dan usia reproduksi, kita pun berupaya keras agar tidak lagi terjadi pernikahan dini. Pernikahan yang dilakukan secara sehat dalam fisik maupun psikis, pasti berpengaruh terhadap anak-anak yang sehat  dan cerdas pula," tegasnya.

Harapannya dari pihak sekolah semoga akan terus makin baik generasi kita kedepannya. Karena walau bagaimanapun sekolh sebagi lembaga pendidikan  ikut bertanggungjawab mengembangkan potensi mereka sebaik baiknya," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Drg. Ambarwati mengatakn, program Aksi Bergizi ini sendiri merupakan intervensi kepada para remaja dengan memberikan suplemen gizi maupun perubahan perilaku sehat dan gizi. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku para remaja tentang kesehatan.

"Mereka dapat memilih dan memilah mana yang terbaik bagi dirinya. Baik mengenai makanan maupun gaya hidupnya. Dengan menjalani hidup sehat membuat mereka lebih bersemangat dalam belajar dan tentunya prestasi akan meningkat," tutupnya.  (W@N)
Download
Bentuk Generasi Sehat dan Berakhlak, SMAN 1 Gerung Asah Aksi Bergizi

0 Response to "Bentuk Generasi Sehat dan Berakhlak, SMAN 1 Gerung Asah Aksi Bergizi "

Posting Komentar