Warga Kediri Tuntut Kades Ganti Kadus


Masa Aksi Yang Tergabung Dari 5 Dusun Warga Kediri Selatan Desak Kepala Desa Untuk Memberhentikan Kadus Yang Sudah Menjabat Lebih Dari Lima Tahun dan Menuntut Agar Melakukan Pansel

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Aksi demo, warga Kediri gebrak Kantor Desa Kediri Selatan. Warga di lima Dusun ini  menuntut pemberhentian masa jabatan Kepala Dusun yang sudah 5 tahun lewat masa jabatan. Demo yang mendapat pengawalan dan pengamanan dari pihak kepolisian Lombok Barat, berakhir damai dan bubar teratur.

Warga Kediri Selatan Iskandar menyebutkan, kelompok aksi massa mendatangi Kepala Desa saat ini untuk menekan keinginan warga yang menuntut pengangkatan Kepala Dusun yang secara otomatis sudah tidak aktif kemudian diaktifkan lagi. Padahal pengangkatan atau mengaktifkan kembali Kadus tersebut sudah di luar jalur aturan.

Perda No 1 tahun 2016 pengangkatan Kadus itu sudah diatur masanya selama lima tahun. Jadi kita tuntut Kadus yang bersangkutan jangan diaktifkan kembali mengingat jabatannya sudah lebih dari tenggat waktu yaitu lima tahun enam bulan.

"Permintaan warga sederhana saja, agar Kades segera adakan pergantian Kepala Dusun," jelasnya.

Meski permintaan kita sudah pernah diutarakan ke pihak desa bahkan sama Kades langsung.  Karena permintaan itu disetujui bahkan meminta waktu hingga sampai pada bulan Agustus kemarin, namun tidak terjadi apa apa dan terkesan didiamkan.

Lanjutan dari permintaan ini, kita bersurat resmi kepada Pemerintahan Kecamatan dan Pemerintahan Desa secara administratif.

"Kita menghadap Kades untuk menindaklanjuti harapan masyarakat dan Kepala Desa sudah siap dan berjanji untuk akomodir aspirasi kami," ungkapnya.

Ironisnya lanjut Iskandar, tiba tiba Kades mengangkat kembali mantan Kadus yang sudah di pecat  permanen. Kira kira mau dicarikan SK dimana, herannya.

Sementara 5 tahun setengah  itu mau diambil dari mana gajinya.

"Saya juga pernah menjabat sebagai seorang anggota BPD dan kami tahu sumber dan susunan anggaran. Jadi disini Kepala Desa itu sudah melanggar anggaran," tegasasnya.

Jadi tuntutan kita sederhana saja, tolong segera laksanakan pansel Kepala Dusun dan jangan mengangkat kembali Kadus yang sudah di non aktifkan terdahulu.

"Intinya ganti Kadus saja," harapnya.

Untuk Kediri Selatan kata dia, sebanyak enam Kepala Dusun yang menjadi perangkat Desa. Sekarang tinggal 5 orang karena sudah mengundurkan diri. Sekarang tinggal Kepala  Dusun Sedau Selatan, Sedau Tengah, Bangket Dalam, Dusun Rade, Teratai, dan Sedau Timur.

"Kami menyampaikan  keberatan bisa dikatakan secara umum mewakili semua Desa Kediri Selatan dan kita sudah minta dan dikasih ijin Sektor," akunya.

Hanya saja Kepala Desa belum bisa mengambil sikap. Sederhana saja, kalau saya jadi Kepala Desa, berhentikan saja karena ini menyangkut amanah  dunia akhirat, pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Kediri Selatan Edy Erwinsyah mengatakan, Apa yang terjadi hari ini dianggapnya bersyukur karena lewat kesempatan ini dirinya bisa menyampaikan ke masyarakat tentang apa permasalahan yang terjadi sehingga dirinya kemudian bersama Camat dan BPD untuk mencoba mengaktifkan kembali. Tapi sampai detik ini belum pernah mengeluarkan SK resmi.

Apa yang dilakukan ini sudah diakomodir maunya masyarakat dulu agar memberhentikan Kepala Dusun. Setelah berjalan 5 bulan, saya tidak mungkin bekerja sendiri tanpa ada perpanjangan tangan dibawah. Sementara besok dalam waktu dekat di bulan Desember ini kita sudah mulai prona kegiatan.

"Apa ia Plt itu sah menjadi saksi. Bagaimanapun juga saya diberikan pada satu pilihan yang berat," ujarnya.

Melangkah dengan pansel tapi salah, pembiayaan pembayaran salah semua. Berdiam diri dengan kondisi ini, sedangkan prona ada dan tidak ada prona itu juga salah disebabkan pelayanan kepada masyarakat tidak jalan.

"Kalau seperti itu, berarti saya sudah menghianati sumpah janji saya untuk melayani masyarakat," tegasnya.

Terkait dengan Perda no 1 tahun 2016 lanjut Edy, masa jabatan Kepala Dusun, yang 5 tahun pasal 70 ayat 5 itu dihapus oleh Perda no 10 tahun 2018. Kalau Camat hadir disini, sudah, tinggal pak camat yang merekomendasikan.

"Jangan saya yang dipaksa, saya tidak bisa untuk itu, Seba bukan domainnya saya," tegasnya.

Dalam Perbup no 10 terkait organisasi struktur organisasi tata kerja pemerintah desa. Jadi disitu juga sama bunyinya bahwa perangkat desa itu diberhentikan karena meninggal dunia, mengundurkan diri, diberhentikan karena status hukum dan berusia 60 tahun.

"Itulah yang saya tunggu dari pihak Kecamatan hanya rekomendasi. Kalau rekomendasi saya jalan," paparnya.

Intinya hanya rekomendasi dari Kecamatan saja, kalau ada rekomendasi hari ini dan camat tetap bersikeras pada Permendagri no 67. Kalau kemudian ini diapresiasi dan diakomodir oleh Camat sudah barang tentu saya akan jalankan dan akan mengambil tindakan.

"Kami hanya tinggal menunggu rekomendasi untuk di pansel saja. Kami siap penuhi tuntutan warga saat ini," pungkasnya. (Ikhw@N)
Download
Warga Kediri Tuntut Kades Ganti Kadus

0 Response to "Warga Kediri Tuntut Kades Ganti Kadus"

Posting Komentar