Tertambat Potensi IMB, Realisasi PAD DPMPTSP Lobar Rendah


Kepala Dinas DPMPTSP Lombok Barat H. Subandi

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lombok Barat tahun 2019 hingga akhir November kemarin, jauh dari target. Dari sejumlah OPD yang ada rata rata masih tergolong diluar ekspektasi. Seperti pada salah satu OPD  DPMPTSP misalnya, dari target Rp4,953,700.00 hanya mampu terealisasi Rp2,255, 676.875,95 atau sekitar 45,54 persen saja di akhir November.

Demikian disampaikan Kepala DPMPTSP H. Subandi dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat,at 13/12.

Subandi mengakui bahwa capaian realisasi PAD 2019 sekarang masih jauh dari target. Namun meski hal ini tak bisa terealisasi, pihaknya tak ingin target PAD tersebut, agar tidak menjadi target.

Pelayanan perijinan tidak diberi target atau tidak harus dibebani. Sebab, di DPMPTSP sudah diatur oleh Permendagri. Boleh ditarget akan tapi harus disesuaikan dengan potensi.

"Kami kan hanya sifatnya menunggu orang saja tentang IMB ini," tegasnya.

Mengenai sumber PAD lanjut Subandi, pihaknya mempunyai dua jenis seperti PAD IMB dan PAD Ijin tempat penjualan minuman beralkohol. Sedangkan
untuk realisasi PAD dari ijin tempat penjualan minuman beralkohol pihaknya ditarget 500 dan realisasinya 890 juta atau sekitar 178 persen.

"Kalau kami dari segi PAD ijin tempat penjualan minuman beralkohol. Ini yang bisa memenuhi target," jelasnya.

Namun dari segi PAD IMB ditargetkan 4, 45 Miliar hanya mampu terealisasi 1,6 Miliar atau sekitar 35 persen. Dan rata ratanya 50,2 sampai hari ini.

Menurutnya, IMB ini sebenarnya bisa menjadi potensi, kecuali pemerintah daerah mempertegas aturan membangun rumah yang dipinggir jalan Kabupaten, jalan provinsi maupun jalan negara, bahwa bangunan itu seharusnya 20 meter dari roy jalan.

"Kan banyak bangunan bangunan rumah yang kurang dari 20 meter dan tidak sesuai teknis," ungkapnya.

Ijin membuat bangunan itu ranahnya Dinas PU-PR sebutnya. Ia mencontohkan, ada bangunan di pinggir jalan, tapi tidak punya IMB karena tidak memenuhi Roy jalan, kalau tidak ada IMB maka PAD tidak akan masuk ke kita.

"Sekarang Dinas PU-PR seperti apa kebijakannya," kilahnya.

Mungkin, ada bangunan dengan jalan. Antara bangunan dengan jalan jaraknya 16 meter. Sejatinya antara bangunan dan roy jalan itu 20 meter.

"Bagaimana PU nanti bisa mensiasati seperti ditempat lain. Tetap kita keluarkan IMB, tetapi yang di IMB ini bangunan yang memenuhi Roy jalan.

Kalau ada kebijakan PU seperti itu pasti bisa menambah jumlah PAD dari IMB. Karena banyak masyarakat yang masih belum faham, hanya membangun tapi tidak mengerti roy jalan, pungkasnya. (IkhW@N)
Download
Tertambat Potensi IMB, Realisasi PAD DPMPTSP Lobar Rendah

0 Response to "Tertambat Potensi IMB, Realisasi PAD DPMPTSP Lobar Rendah"

Posting Komentar