SKENARIO TUHAN Oleh : Naswan


Naswan

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Angin berhembus kencang menerbangkan daun-daun yang berserakan ditanah,pohon dipinggir jalan habis berguguran meninggalkan batang yang kini terlihat gundul ,setiap orang mengeratkan coat yang digunakan guna menghalau angina yang begitu menusuk hingga ke tulang.
Menara Eiffel menjulang tinggi di hadapanku aku terpaku seketika ,”apakah aku sedang bermimpi?”benakku berkata ,lama aku terdiam menatap salah satu keajiban dunia tersebut hingga sebuah tangan menepuk pundakku “How long will you stay there?,you will left behind.”aku mengerjap pelan lalu mengangguk pelan”I will follow soon “ucap ku pelan,gadis dengan rambut blonde tersebut hanya tersenyum dan berlalu pergi mengikuti rombongan yang sudah berjalan di depan ,ku perbaiki jilbab biru yang terlilit di kepala dan tersenyum pelan “Ini bukan mimpi ini kenyatan”ucap ku dalam benak ,Ku lantunkan sholawat seraya mengikuti rombongan yang sudah berjalan jauh.Semakin aku berjalan semakin kepalaku memutar kejadian dua tahun lalu kejadian yang membawa perubahan besar dalam hidupku, kejadian yang membuat ku berada di titik ini.

Namaku Arisha Lashira yang berarti perempuan kuat yang sangat cerdas orang tua ku memberiku nama tersebut tak lain agar aku tumbuh menjadi perempuan yang kuat serta cerdas seperti namaku. Aku terlahir dari keluarga yang berekonomi rendah gaji yang dihasilkan oleh kedua orang tua ku dari hasil menggarap sawah orang hanya cukup untuk biaya makan sehari bahkan kadang kurang.Saat itu aku duduk di bangku kelas dua SMA masa dimana anak seumuranku menikmati masa pubertas merek dengan berjalan-jalan ,shoping, atau hanya sekedar nongkrong di café-café, sedang aku pulang sekolah harus segera bergegas ke sawah untuk membantu orang tua ku serta membuat makan siang untuk adik-adik ku,Tanpa ku sadari kadang benakku menjerit marah “kenapa tuhan begitu tidak adil padaku?’’ “kenapa tuhan melahirkan ku dari keluarga yang begitu miskin ?”dan banyak keluhan lainnya tapi ketika ku tatap wajah kedua orang tua ku yang begitu lelah dengan keringat yang bercucuran aku kembali tersadar ,”kenapa aku harus mengeluh?”tuhan memiliki skenarionya sendiri.

Dengan latar belakang keluarga ku yang kurang mampu dan kesibukan yang tak terhingga tak mengurangi prestasi ku di sekolah aku tetap mendapat juara di kelas dan menjadi gadis terpintar di kelas.Hingga aku menginjak kelas tiga SMA dimana segala harapan yang telah kubangun segala usaha yang telah kurajut menghilang seketika, ayah yang merupakan tulang punggung keluarga meninggal karena tenggalam saat memancing ,aku hanya diam terpaku menatap jasad ayah yang sudah kaku suara tangis memenuhi rumah kecil kami aku menengok kekanan menatap ibu yang menangis histeris,sedang kedua adikku yang masih kecil memelukku erat dengan badan yang bergetar ketakutan,Bagaimana hidup kami kedepannya? Hanya itu yang ada dikepalaku.

Setelah kepergian ayah ibu merupakan tulang keluarga kami setiap hari ibu berangkat pagi-pagi dan kembali saat matahari tenggalam dengan wajah yang begitu lelah, Sedang aku yang disibukkan dengan berbagai macam les dan sebagainya hanya bisa terdiam,hingga dimana kesehatan ibu mulai terganggu,tepat ketika aku menginjakkan kaki di depan pintu tubuh ibu ku sudah terkapar di lantai bersama kedua adikku yang menangis keras,akhirnya ibu ku dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan doster mengatakan bahwa ibuku menderita paru-paru basah,TUHAN !! cobaan apalagi ini?

Mata ku menatap kosong jalan di depan  ,sudah dua jam aku berjalan mencari pekerjaan untuk biaya hidup kami ujian sudah tak ku pikirkan uang yang ku tabung untuk biaya kuliah yang kurencanakan sudah habis terpakai untuk biaya pengobatan ibu dan makan adik-adikku.
Langit di atas terlihat gelap ,gemuruh menggelegar menandakan akan turunnya hujan sedang aku tak bisa pulang sebelum membawa nasi untuk makan ibu dan adik-adik ku,perlahan hujan mulia turun lama kelamaan menjadi begitu deras dan semakin deras ,ketika semua orang berlari mencari tempat berteduh aku hanya diam terpaku dibawah derasnya hujan ,sesak yang telah lama kutahan keluar aku terduduk di pinggir jalan menangis sejadi-jadinya tanpa mempedulikan tatapan aneh orang kepadaku,TUHAN!! aku lelah!!.

Aku berjalan kembali tak tentu arah hingga aku berhenti di depan sebuah clab malam, aku terdiam sejenak disana menatap lama kearah bengunan di depan ku. “apa cukup sampai di sini saja ?” “apa aku harus menghalalkan segalanya agar tetap hidup?”,tanpa sadar kaki ku berjalan memasuki clab tersebut dan memasukinya.
Aku menatap pantulan diriku di cermin jilbab merah  yang tadi ku kenakan telah menghilang di gantikan dengan rambut ku yang begitu indah, baju lusuh yang ku kenakan sudah diganti dengan mini dres yang begitu ketat melekat membentuk tubuhku .mataku berair apakah semuanya sudah berakhir? Apakah kesucian yang selama ini kupertahankan akan ku jual hanya untuk dunia?hingga sekelebat bayangan ayahku muncul bagaimana beliau mengajarkanku untuk selalu menjaga diri. Ya ALLAH apa yang sudah ku lakukan? Kenapa aku mengorbankan sesuatu yang merupakan hak pendampingku kelak hanya untuk uang? Aku mengambil baju lusuh ku dan berlari keluar ini SALAH!!.

Muka dengan make up menor dipadukan dengan baju lusuh kugunakan menyusuri jalanan Jakarta yang mulai sepi, aku segan tuk pulang aku segan menatap mata ibuku, kemana aku harus pergi?Suara benturan keras terdengar dari arah depan ,terlihat sebuah mobil merah yang hampir hancur karna menabrak pembatas jalan ,aku berlari mendekat seorang pria paruh baya berada di dalam dengan darah yang bercucuran.kulihat sekelilingku kenapa begitu sepi? Ku berlari tak tentu arah mencari bantuan  hingga sebuah mobil berhenti dan memanggil ambulance datang.
“Pihak rumah sakit telah menghubungi keluarga korban mereka akan segera datang “ucap sang dokter ,aku hanya mengangguk pelan dan berjalan memasuki ruangan “aku tidak boleh meninggalkannya sendiri lebih baik aku menunggu keluarganya dahulu”ucap ku bergumam

Aku tertidur dan terbangun saat jam sudah menunjukkan angka lima subuh aku segera bergegas ke musholla untuk sholat subuh,saat aku membuka pintu ruangan terdengar suara tangis yang begitu kencang “apa keluarganya sudah datang?”Tanya ku dalam hati dan berjalan masuk terlihat seorang ibu dengan gamis toska yang begitu indah menangis pilu di sampimg pria paruh baya tersebut ,aku mengembuskan nafas lega “akhirnya mereka datang.”gumam ku pelan dan berniat pergi tanpa pamit hingga sebuah suara menginstrupsi
“Biarkan ibu  membalas kebaikan anda karna telah menyelamatkan suami ibu”ucap nya denga terisak aku hanya tersenyum dan menggeleng pelan “tak perlu bu memang sebuah kewajiban bagi seorang manusia untuk saling membantu”wanita itu terpaku sejenak dan memelukku erat “jika begitu biarkan sopir kami mengantar mu pulang dan menjelaskan alas an ketidak pulangan mu mala mini “aku berpikir sejenak lalu mengangguk .

Sebulan berlalu setelah kejadian aku mendapat pekerjaan sebagai tukang cuci di rumah tetangga sedang kondisi ibu semakin parah ,aku terdiam menatap wajah ibu ku yang semakin harinya semakin tirus aku sudah menguatkan hati jikalau Allah mengambil ibu dari kami aku lebih tidak tega melihat ia kesakitan seperti ini.

Ketika aku terpuruk dan hanya dapat berserah  diri kepada sang kuasa Allah menurunkan pertolongannya  pria paruh baya yang sebulan lalu ku tolong datang ke rumah beserta keluarga dan berkata bahwa ia akan membiayai pengobatan ibu serta menanggung sekolah ku beserta adik-adikku ALLAH !! begitu baik engkau padaku.
Dengan begitu ibu kembali di rawat di rumah sakit dan menjalani berbagai operasi sedang aku melanjutkan sekolah ku yang tertunda beserta adik –adikku.Pada pengumuman kelulusan aku mendapatkan penggargaan sebagai lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa di kuliah di paris,ALLAH!! Hal yang tak pernah aku harapkan kau berikan.

Pundakku di tepuk untuk kedua kalinya “Hey! Are you okey?”aku kembali hanya mengangguk pelan “Yes I am okey”jawab ku pelan ,ku tatap langit paris yang berawan begitu indah scenario yang Allah tetapkan untukku dan bagaimana allah menjagaku dari hal-hal buruk terimakasih ya rabb atas segala kenikmatan yang kau berikan.
~Allah knows what is best for his servents~
Download
SKENARIO TUHAN Oleh : Naswan

0 Response to "SKENARIO TUHAN Oleh : Naswan"

Posting Komentar