Rindu Yang Tak Pernah Ku Redam Oleh : Nurafnia

Nurafnia

Lombok Barat (Insidelobar.com) - 

Hal yang menyakitkan adalah ketika aku mencintai seseorang yang tak pernah mencintaiku. Mencoba untuk selalu ada, namun, mungkin nyatanya ia tidak pernah menganggap jika aku ada. Mecoba untuk selalu ada, namun untuk apa? Kini, nyatanya kehadiranku tak dibutuhkan.
Mungkin bagi setiap orang, cinta itu indah. Namun, bagiku cinta itu membingungkan. Apakah aku harus percaya bahwa cinta itu memang ada?
Tuhan, ketika engkau mengirimkan dia, apakah engkau membiarkan sang waktu untuk membuatku kembali percaya jika cinta itu ada? Atau malah semakin membuatku tidak percaya akan adanya cinta?

Malam ini, rembulan bersinar dengan indahnya memandangku yang juga memandangnya. Saling diam, namun seolah-olah saling bercerita dan berharap saling memahami. Aku termenung diteras kamar, memandang alam yang selalu ada. Malam yang pasti berganti pagi dan pagi yang akan berganti siang lalu menuju senja dan kembali ke malam. Perputaran yang wajar bukan? Namun, rasa dihatiku untukmu yang tetap sama tak peduli telah berapa lama waktu berlalu dan berganti. Itu yang tak wajar.

Mengapa aku harus merindukan dirimu? Diri yang aku tahu dengan pasti bahwa takkan bisa lagi untuk dimiliki. Bahkan setelah sekian lama, kau pergi ke hati yang lain dan aku disini masih berputar dengan rasa yang sama, rasa rindu untukmu yang tak mampu ku redam dan tak berkurang sedikitpun.
Sekelilingku beranjak berubah, sahabat, waktu, jarak dan bahkan tempat tinggal. Namun, hanya rasa rindu untuk mu yang tak pernah berubah. Apa yang mesti kulakukan? Memnemukan seseorang yang lain? Aku pernah untuk mencobanya, namun justru membuatku semakin memikirkanmu. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang lain? Bahkan kini aku pergi dari tempat yang penuh dengan sejuta kenangan. Namun tetap saja, rasa ini terus mengikuti kemana pun aku pergi.

Aku selalu berusaha untuk merelakan. Sejak awal kusadari ada perasaan yang merona disudut hati. Berusaha merelakan perasaan itu terkulai, jauh sebelum ku tahu bahwa kau juga sama sepertiku. Aku hanya mampu membeku dalam diam diantara mereka yang juga jatuh hati padamu, aku selalu berusaha untuk memendam dan mengabaikan segala rasa yang nampaknya mulai tertanam dan mengakar. Namun, memendam perasaan sama halnya dengan menggali palung dihati, setiap kali semakin dalam, seperti menguak luka yang kain menganga.

Aku ingin bertanya kepada tuhan, mengapa dia meninggalkan kenanganku bersamanya? Namun sepertinya dia diam, ataukah aku yang tak mampu mendengarkan jawaban dari-nya. Aku juga selalu bertanya, akukah yang tak mampu melepaskan kepergianyamu atau kah kau yang masih tak ikhlas meninggalkanku hingga rasa ini masih tinggal hingga kini. Rasa yang tak bisa kusalahkan. Sekian banyak pertanyaan yang bergelantungan di alam pikiran, namun tak ku temukan jawabannya.
Download
Rindu Yang Tak Pernah Ku Redam Oleh : Nurafnia

0 Response to "Rindu Yang Tak Pernah Ku Redam Oleh : Nurafnia"

Posting Komentar