Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Siapkan Kolam 2000 dan Pendukung Jembatan Pelangi

Spot Wisata Jembatan Pelangi Warna Warni Desa Kuripan Kita Gerung Lombok Barat

Lombok Barat (Insidelobar.com) - Wisata Desa Jembatan Pelangi yang digalang Pemerintahan Desa Kuripan Kota  Gerung Lombok Barat dari waktu ke waktu makin viral dan ramai dikunjungi wisatawan. Untuk menuju pintu masuk desa wisata ini, pengunjung dimanjakan dengan Jembatan Pelangi sebagai akses yang menghubungkan Dusun Iting dan Dusun Monto di Desa Kuripan, untuk  pengunjung yang suka berfoto selfie dengan latar panorama alam dan warna-warni.

Diwawamcara media ini, Vega, gadis asal Perigi Gerung mengaku, sejak mengetahui Wisata Desa Kuripan di medsos, dirinya penasaran dan terpanggil untuk mengunjungi wisata disini.

Jembatan Pelangi cukup unik karena bentuknya didesain dengan sejuta warna warni. Ini menjadi kelebihan tersendiri selain kita dimanjakan dengan profil alam yang indah dan menyejukkan. Pastinya sangat keren buat selfie selfian.

"Di tempat ini juga bisa melihat sunset di sore hari untuk mengabadikan momen," ujarnya.

Kalau bisa, Pemerintah Desa agar menyediakan dan menambahkan  fasilitas pendukung lainnya seperti  taman, spot foto lainnya, tempat jualan, kamar mandi dan musholla.

"Walaupun sudah ada fasilitasnya, gak apa apa ditambah lagi. Ini bukan soal apa mas, supaya pengunjung bisa terus terusan berselera berkunjung di tempat yang asyik ini," tutupnya.

Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kuripan, Lalu Okto Muhar Sabdi saat ditemui menuturkan, Jembatan Pelangi ini adalah salah satu dari sekian destinasi yang ada. Jembatan Pelangi merupakan salah satu potensi di antara potensi destinasi yang lainnya seperti Gunung Sasak, atraksi seni dan budaya Gendang Beleq dan beberapa tokoh kesenian termasuk pepadu presean. 

"Jembatan Pelangi ini merupakan potensi destinasi sehingga pihak desa dan pemuda pokdarwis mempercantik itu dengan mengawali mengubah yang dulunya kumuh tidak dirawat dengan baik, dan kita cat dengan warna-warni sehingga ada ketertarikan," katanya.

Lanjut Okto, jembatan ini dibangun sekitar tahun 1990-an dengan panjang 200 meter dan lebar 2 meter serta tinggi jembatan sekitar 15 meter. Pembatas tepi jembatan kiri dan kanan dicat berwarna-warni, sehingga jembatan pelangi ini tampak indah untuk dijadikan tempat spot selfie.

"Beberapa pengunjung kita setiap hari weekend dari kaum milenial antusias untuk berfoto di spot jembatan ini, bukan hanya pengunjung dari Kuripan saja yang datang tetapi dari kota Mataram dan pengunjung luar daerah lainnya," akunya.

Kedepan rencananya Jembatan Pelangi ini sebagai jalur pintu masuk akses wisata ke Gunung Sasak.

"Khusus Jempatan Pelangi ini sekarang masih di-progress, dari pihak desa membantu kita lewat perabatan pintu masuk ke dalam sepanjang 100 meter," terangnya.

Bulan Desember ini lanjut dia, akan mulai digiatkan kembali bersama pokdarwis untuk memaksimalkan sekitar jembatan untuk dibuatkan mini garden semacam taman untuk spot selfie yang lain dan kedepannya masyarakat bisa berjualan seperti desa wisata lainnya.

"Semoga lebih banyak lagi para pemuda dan masyarakat yang peduli untuk sadar wisata dan untuk dikembangkan," harapnya. 

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Kuripan Hasbi mengatakan Jembatan Pelangi Insya Allah aktif kembali di tahun 2020 bersama Pokdarwis dan BUMDes untuk pengelolaan pengembangan potensi wisata jembatan ini.

"Mengingat jalan menuju jembatan sudah kita rabatkan tahun ini dengan Dana Desa (DD) sepanjang 200 meter, ke depan tahun 2020 bisa kita manfaatkan dan bangkitkan kembali wisata jembatan ini," katanya.

Menurut Hasbi, kalau jembatan ini sudah diaktifkan sebagai destinasi wisata di Desa Kuripan tentunya bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa ke depan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan beberapa hal yang dibangun di lokasi jembatan berupa tempat kuliner dan fasilitas yang lainnya.

"Pemerintah Desa Kuripan bekerja sama dengan Dinas Koperasi Lombok Barat dalam rangka pembuatan tempat kulinernya, dan kita gabung dengan wisata alam yang ada di Jembatan Sulin perbatasan antara Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sana kita akan buat potensi wisata kolam renang 2000 selain Jembatan Pelangi dan Gunung Sasak," terangnya.

Mengenai pengembangan destinasi kita ungkap Hasbi, pihaknya menggagas  rencana pembuatan kolam renang. Dalam hal ini, desa sudah mengalokasikan anggaran dari desa sebesar Rp 300 juta. Kemudian lanjutan  dari pengembangan wisata kita, juga digenjot 100 juta untuk Jembatan Pelangi. (IkhW@N)
Download
Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Siapkan Kolam 2000 dan Pendukung Jembatan Pelangi

0 Response to "Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Siapkan Kolam 2000 dan Pendukung Jembatan Pelangi"

Posting Komentar