Separoh Lahan Warga Terdampak Proyek Bendungan Meninting Terbayar




Lombok Barat (Insidelobar.com) - Penantian panjang warga kini mulai terjawab, kepemilikan lahan mereka yang terdampak proyek Bendungan Meninting Lombok Barat, kemarin sudah mulai dibayar. Namun  pembayaran lahan ini tidak lantas sepenuhnya memenuhi ketenangan, sebab lahan warga yang dibayarkan pada tahap pertama ini baru 114 bidang dari total 382 bidang, sedangkan sisanya 268 bidang lahan warga belum dibayarkan.

Dari 114 bidang yang dibayarkan sebanyak 112 bidang di desa Bukit Tinggi dan dua bidang di Desa Gegerung. Warga saat dibingungkan dengan lahan Relokasi yang belum jelas, menyusul harga lahan dinaikkan oleh pemilik.

Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Mutakkin mengatakan, ganti rugi lahan warga, baru separuh dibayarkan dari total 236 bidang di desa bukit tinggi.

"Baru dibayarkan 112 bidang dengan jumlah warga 76 orang, dua bidang warga desa Gegerung. Total warga yang menerima 78 orang," jelas dia.

Pembayaran Ganti rugi lahan ini bukan dalam bentuk uang namun melalui  rekening  per bidang dan nominal harga lahan mereka. Sehingga warga yang memiliki empat bidang maka akan menerima empat rekening.

"Warga khawatir jangan sampai terima uang banyak, menjadi sangat riskan keamanannya. Makanya warga lebih memilih pembayaran melalui rekening,  kapan dibutuhkan uangnya, tinggal mereka cairkan saja melalui ATM masing masing," ujarnya.

Pembayaran lahan ini lanjut Ahmad, pun disambut senang oleh warga.  Tinggal kata dia kapan mulai pembangunan proyek. Hal ini akan dibahas dengan pihak BWS. Pihaknya belum mengizinkan untuk mulai membangun, sebab masih banyak lahan warga yang belum dibayarkan, khususnya di titik pengerjaan terowongan.

Kendala yang dihadapi lahan yang belum dibayarkan, masih proses administrasi dan hasil validasi belum keluar dari pihak LMAN. Terkait hal ini, pihaknya akan komunikasikan hal ini dengan masyakarat dan BWS. Total warga yang belum dibayarkan lahan warga setempat kata dia dari 136 orang dengan 278 bidang, sekitar hampir setengah lebih belum dibayarkan.

"Karena yang dibayar ini dilompati - lompati, mana lahan yang sudah clear and clean itu dibayar," imbuh dia.

Terkait kapan pembayaran sisa lahan ini, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab hal ini tergantung di BWS dan Lman.  Pihaknya berharap agar pembayaran selesai sebelum desember. Sebab jangan sampai pembayaran dilakukan tahun depan. Lebih jauh kata dia, terkait persoalan relokasi rumah warga. Dari dua dusun bekum didapatkan calon lahan yang pasti. Sebab pemilik lahan memasang harga tinggi, akibat ada okum yang menyulut agar pemilik lahan menaikkan harga.

"Kalau mentok di kami maka kami akan serahkan ke Pemda untuk bantu fasilitasi," ujar dia. 

Sementara, Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah Kanwil BPN provinsi, Catur Wibowo mengatakan ganti rugi lahan tahap I ini sebanyak 114 bidang terdiri dari 112 bidang di desa bukit Tinggi dan dua bidang di Desa Gegerung kecamatan Lingsar. Sedangkan untuk sisanya, tengah dalam proses Review BPKP. Dari Review BPKP ke pusat bendungan untuk divalidasi lagi, lalu diserahkan ke Lman  untuk validasi.

"Jadi memang prosesnya panjang dan Alot," ujar dia.

Kekhawatiran warga pembayaran sisa molor sampai tahun depan, pihaknya akan berupaya mempercepat proses. Namun hal ini kata dia tergantung dari proses di pusben dan Lman.  Menyoal fasilitasi Relokasi rumah, menurut dia hal ini menjadi tanggung jawab satker. (IkhW@N)
Download
Separoh Lahan Warga Terdampak Proyek Bendungan Meninting Terbayar

0 Response to "Separoh Lahan Warga Terdampak Proyek Bendungan Meninting Terbayar"

Posting Komentar