Diduga Ilegal Logging, Polisi Gagalkan Pengiriman 600 Batang Kayu

Barang Bukti Ratusan Tumpukan Kayu Yang Diduga Hasil Pembalakan Liar Bersama 3 Unit Truk Pengangkut Yang Diamankan Polres Lombok Barat


Lombok Barat (Insidelobar.com) - Polres Lombok Barat  berhasil menghentikan tiga pelaku  dugaan pembalak liar. Tindak pidana pembalakan liar ini lagi lagi merambah kawasan hutan lindung Mareje Kecamatan Lembar. Kini ke tiga pelaku asal Lombok Tengah dan Sumbawa tersebut melanggar tindak pidana pencegahan dan pemberantasan tentang kerusakan hutan dan akan dikenakan sanksi hukuman penjara.

Kapolres AKBP Bagus Satriyo Wibowo SIK mengatakan, pihaknya berhasil menggagalkan pengiriman ratusan batang kayu diduga ilegal ke pulau sebrang di Bali. Kawanan pelaku dugaan tindak pidana ilegal logging yang terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Barat, dibekuk saat personil melakukan kegiatan operasi keliling di sekitar Pelabuhan Lembar.

" Mobil yang bermuatan kayu ini sudah masuk di areal pelabuhan. Saat di interogasi, pelaku tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan maupun dokumen lengkap kepemilikan kayu," ungkapnya.

Berawal dari kegiatan patroli yang dilakukan anggotanya 25 November kemarin di sekitar pelabuhan Lembar, personil kepolisian menemukan  kendaraan yang diduga memuat kayu tak berijin. Ketika pengecekan, petugas menemukan 600 batang kayu yang diduga tidak mengantongi dokumen lengkap.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman kepada pemilik barang saat itu, kami menduga kuat bahwa kayu ini berasal dari kawasan hutan di wilayah Desa Mareje Kecamatan Lembar," jelasnya.

Mengenai identitas pelaku lanjut Bagus, pihaknya telah menetapkan sebagai tersangka yakni S, kemudian SI dan SD.
Dari keterangan pelaku, kegiatan ini dilakukan pertama kali.

"Kepada para tersangka kini, kami kenakan pasal 12 huruf M junto pasal 87 ayat 1 huruf C junto pasal 83 ayat 1 huruf B undang undang nomor 18 tentang pencegahan dan pemberantasan tentang kerusakan hutan, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara," tegasnya.

Kita masih pelajari apakah pelaku pelaku ini merupakan bagian dari sindikat atau seperti apa. Pun tentang perambahan hutan di wilayah Lombok Barat ini masih akan di pelajari.

"Sebelumnya, kita pernah menangani kasus pembalakan liar atau ilegal logging. Sekarang ini kita masih melakukan pendalaman, apakah kasus itu ada hubungannya dengan kasus yang sekarang," tegasnya.

Untuk proses penyidikan lebih lanjut dia,  kepada tersangka kita masih akan melakukan penahanan dan akan tetap menjalankan penyidikan untuk melengkapi administrasi

"Insya Allah semua proses ini bisa berjalan lancar dan pastinya kepada tersangka dan barang bukti kita akan serahkan ke Kejaksaan guna proses lebih lanjut.

Kasat Reskrim AKP Prio Suhartono menyebutkan, modus pelaku ini modelnya kerjanya seperti pengepul. Dia kumpulkan dan menggerakan orang orang suruhannya untuk menebang kayu kayu pilihan yang ada di kawasan hutan Mareje.

Kasus perambahan di Mareje ini terbilang sering, hanya saja soal pengawasan bukan ranah nya, sebab pihaknya hanya mempunyai batasan untuk berkoordinasi dengan HPH itu saja.

"Kalau kita kan hanya penindakan, kalau ada yang terindikasi dengan pelanggar hukum ya kita tindak," singkatnya. (IkhW@N)
Download
Diduga Ilegal Logging, Polisi Gagalkan Pengiriman 600 Batang Kayu

0 Response to "Diduga Ilegal Logging, Polisi Gagalkan Pengiriman 600 Batang Kayu"

Posting Komentar