Aplikasi Temuan Dokter Sapto Sutardi, Deteksi Gizi Buruk dan Stanting



Penemu Aplikasi, dr. Sapto Sutardi (Kanan) Didampingi Kepala Puskesmas Sekotong drg. I Nyoman Adnyana Putra Saat Menunjukkan Aplikasi Pendeteksi Gizi Buruk dan Stanting

Lombok Barat (Insidelobar).com - Peraih juara 1 inovasi tingkat Nasional Pelayanan Kesehatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di tingkat Nasional yakni dr. Sapto Sutardi. Pria asal Desa Beleke Dusun Mendagi Lombok Barat ini, seorang dokter yang bertugas di UPT  BLUD Puskesmas Sekotong mampu menciptakan aplikasi untuk mendeteksi gizi buruk dan stunting secara cepat, mudah dan akurat.

dr. Sapto Sutardi yang dikonfirmasi  mengutarakan, memiliki kemampuan di bidang IT, membuat dirinya menjadi ingin mencoba apa saja untuk berinovasi. Kompetensi yang dimiliki alumni kedokteran di Unram ini, mengaktualisasikan sejak 2009 lalu.  Berkah kerja kerasnya, sampai akhirnya berhasil  membuat aplikasi versi HP Jaffa Nokia. Seiring perkembangan waktu, awal kemunculan jaman android di tahun 2013 lalu, ke ingin tahuannya semakin mendorong dan mengasah dirinya memulai progremer menyesuaikan dengan HP android.
dr. I.Nyoman Adnyana Putra Berpose Bersama Jajaran Puskesmas Sekotong

"Saya mencoba mengasah dengan kemampuan IT yang saya miliki saja. Alhamdulillah, inovasi saya bisa saya ciptakan," ujarnya.

Mengenai inovasi lanjut dr Sapto, cikal bakal aplikasi hasil temuan terbarunya ini, terpanggil sejak mulai kerja di Puskesmas Sekotong. Karena dalam prakteknya di tempatnya bekerja, masih ditemukan kendala bersama pasalnya, masih dibenturkan sulitnya menemukan penilaian status gizi. Artinya, lanjut dia, jika petugas kesehatan saja sulit mendeteksi status gizi, bagaimana mungkin bisa melibatkan masyarakat bisa mengetahui bahwa anak-anak dalam kondisi stanting atau gizi buruk.

"Hati saya terpanggil dan tergerak untuk penapisan dan meningkatkan pelaporan temuan dari kasus gizi," ungkapnya.

Untuk memberikan hasil deteksi yang valid terhadap pasien gizi buruk dan stanting semakin mengasahnya untuk mengetahui hasil yang maksimal. Setelah kemudian dia mencoba menggunakan inovasi baru yang dimilikinya, alhasil bisa menjawab kegelisahan tentang status yang dimaksud. Bersyukur, dengan hasil inovasinya mampu mengukur peningkatan temuan kasus gizi justru dua kali lebih cepat. Dengan begitu, lama rawat inap semakin cepat tertangani.

"Salah satu kelebihan aplikasi ini kita bisa mengetahui berapa normalnya pasien yang sedang ditangani. Kalau itu stanting, langsung terjawab dengan masih adanya target, baru bisa normal," paparnya.

Motivasi saya terdorong karena melakukan penanganan status gizi yang benar itu sangat sulit dan rawan salah. Sebab bisa dibayangkan dari 10 kasus gizi, Petugas yang setiap hari melakukan plezer gizi bisa 7 benar dan 3 kali salah. Inikan angka yang sangat besar sekali.

"Anak yang sebenarnya itu stanting dan anak yang sebenarnya gizi buruk, bisa oleh petugas gizi mengatakan bahwa anak itu normal. Akhirnya status anak tersebut tidak terintervensi dan tidak mendapatkan perawatan lebih," terangnya.

Aplikasi ini bisa menjawab diagnosa bahwa anak itu stanting atau gizi buruk. Masyarakat secara umum yang penting bisa menggunakan aplikasi ini dengan HP android, tinggal digunakan aplikasinya dan akan mengetahui gizi buruk atau stanting.

"Cara kerja aplikasinya sudah ada di google tinggal didownload dengan nama aplikasi dr. Sapto maka akan kelihatan rating yang paling tinggi ada aplikasinya tinggal di klik saja," jelasnya.

Setelah didaulat sebagai juara 1 Tingkat Nasional tenaga kesehatan terbaik se Indonesia diakuinya menjadi prestasi yang luar biasa sekaligus bisa menjadi kebanggaan. Namun kebanggaan ini sebenarnya bukanlah milik pribadi saja akan tapi kebanggaan bersama kita yang ada di NTB, pungkasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Sekotong, pihaknya tetap melakukan kajian dan evaluasi setiap bulan tentang isu isu Nasional terutama tentang stanting. Setelah ada kajian, tapi ternyata masih rendah terhadap temuan kasus stanting dan gizi buruk.

Terlebih penjaringan penjaringan kasus gizi masih sangat rendah. Selain itu ditambah dengan daerah yang jauh dan keterbatasan petugas, akhirnya latar belakang tersebut kita angkat dengan aplikasi ini.

"Kami akan evaluasi kembali soal aplikasi ini untuk kebutuhan pelayanan di puskesmas ini," ujarnya

Menurut dia, inovasi dr, Sapto akan dievaluasi untuk menjaga keberlanjutan penerapannya. Selain aplikasi ini, pihaknya juga memiliki inovasi lain kedepan. Dengan aplikasi ini kata dia, efisiensi waktu karena  kecepatan melakukan pendeteksian penjaringan lebih cepet, memudahkan petugas.  Setelah diterapkan aplikasi ini banyak kasus yang sebelumnya belum mampu terjaring dan ditemukan petugas, mampu dideteksi oleh ibu - ibu rumah tangga menggunakan aplikasi ini.

"itulah intinya aplikasi ini adalah wujud dari penggerakan dan kemandirian masyakarat, seperti visi kami memandirikan masyakarat," imbuhnya.

Ia  berharap agar aplikasi ini mampu diterapkan di semua puskesmas di lobar. Kedepan ia juga berencana mematenkan temuan inovasi aplikasi dokter sapto tersebut. (IkhW@N)
Download
Aplikasi Temuan Dokter Sapto Sutardi, Deteksi Gizi Buruk dan Stanting

0 Response to "Aplikasi Temuan Dokter Sapto Sutardi, Deteksi Gizi Buruk dan Stanting"

Posting Komentar